Posted by: deddyek | December 30, 2011

Taman Bunga Nusantara di Cipanas (Bagian Pertama)

Alhamdulillah .. pada liburan akhir pekan di minggu ke-3 bulan Desember yang lalu aku dan istri dapat menikmati keindahan sebuah taman bunga nan begitu indah di daerah Cipanas. Setelah direncanakan sebulan sebelumnya, kami dan dua keluarga rekan kantor, akhirnya dapat mewujudkan maksud tersebut.

Taman Bunga Nusantara (TBN) adalah tujuan kami untuk menikmati akhir pekan waktu itu.

Sekitar pukul 6:30 pagi, kami berdua telah sampai di stasiun Cawang. Kami lantas menaiki tangga yang akan mengantarkan kami menuju lokasi di mana para penumpang menunggu bus dan angkot ngetem menanti penumpang.

Sambil berkomunikasi dengan salah seorang rekan yang akan ikut serta, kami menikmati sarapan pagi berupa roti yang telah kami beli sehari sebelumnya.

Jalanan Jakarta tak begitu ramai pagi itu, bahkan tergolong sepi dibanding hari biasanya.

Waktu berlalu sementara kami masih menunggu mobil yang kami sewa untuk jalan-jalan sehari itu. Sekitar pukul tujuh lebih beberapa menit, yang kami tunggupun datang. Sambil mengedipkan lampu dimnya, bergerak melambat dari arah Pancoran, sebuah mobil minibus untuk menghampiri kami. Dua keluarga dari rekan kami telah berada di dalamnya.

Kami kemudian lantas masuk dan bergabung dengan mereka. Dengan menggunakan mobil tersebut, kami berenam plus satu balita, langsung bergerak untuk memulai perjalanan.

Memasuki tol Jagorawi, kami dapati suasana lancar di sana. Namun begitu melewati pintu tol Cibubur, keramaian mulai terasa. Kamipun lantas memprediksi jika kemacetan nampaknya akan kami temui di Ciawi nanti.

Dan benar juga, antrian panjang kami temui menjelang masuk pintu tol Ciawi. Namun untunglah setelah melewati pintu tol, jalanan lumayan lancar. Tapi perasaan senang kami, berubah seketika saat beberapa kilometer menjelang perempatan Ciawi, antrian panjang kami hadapi.

Nampaknya petugas lantas dan polisi tengah memberlakukan sistem buka tutup, dan kebetulan saat itu kami mendapat giliran penutupan jalan.

Sambil menunggu, kami nikmati suasana di kemacetan itu dengan ngobrol, makan, minum dan tidur sejenak .. :).

Saat itu suasana di jalan begitu ramai laksana pasar. Hilir mudik orang-orang yang menjajakan makanan seperti tahu sumedang, kacang rebus, bahkan sampai pizza. Begitu pula dengan para penjual minuman. Tak henti-hentinya mereka berjalan menawarkan dagangannya. Banyak juga warga sekitar yang menawarkan jasa pemandu arah untuk mengambil jalur yang lebih lancar menuju Cisarua dan sekitarnya. Nampaknya macet membawa berkah bagi mereka. :).

Bagi kami melewati jalan utama adalah lebih baik. Meski berhenti cukup lama karena sistem buka tutup, tapi itu bukanlah masalah yang berarti. Malahan kami bisa istirahat sejenak sambil menunggu waktu buka jalan tiba.

Sekitar setengah jam lebih tak bergerak, akhirnya waktunya pun tiba. Jalan menuju Puncak telah dibuka sedang arah sebaliknya telah di tutup. Kontan saja, semua kendaraan langsung melaju cepat menyusuri jalan tersebut. Tak ada hambatan dan kemacetan yang berarti selama perjalanan. Hingga tak terasa Puncak Pas telah kami lewati.

Menjelang Pasar Cipanas, sebuah papan reklame Taman Bunga Nusantara berdiri tegak di sana. Kami lantas mengikuti arah petunjuknya. Melewati jalanan yang kurang begitu bagus karena banyaknya aspal yang terkikis, kami melaju bersaing dengan angkot-angkot kuning yang ada.

Dalam perjalanan kami menjumpai beberapa perumahan elit yang ada di daerah tersebut seperti Kota Bunga, dll. Sementara itu di beberapa lokasi, kami jumpai para penjual tanaman/bunga serta buah/sayuran yang berjejer di kedua sisi jalan.

Mobil yang kami tumpangi terus melaju menembus udara luar yang kian terasa dingin. Berjejer-jejer para penjual Bubur Ayam Cianjur nampak menghias suasana untuk menawarkan hangat menghadapi cuaca.

Hingga akhirnya sampailah kami di tujuan. Setelah membayar biaya parkir Rp. 10000 per kendaraan, kami lantas tiba di lokasi Taman Bunga Nusantara.

Berada di Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Cipanas, Kab. Cianjur, TBN memiliki luas lahan sekitar 35 hektar. Semenjak diresmikan oleh alm. Ibu Tien Suharto pada 10 September 1995, TBN menjadi salah satu tujuan utama kegiatan wisata di daerah sekitaran Puncak – Cipanas.

Dan siang itu, sekitar pukul 11:20 kami telah berada di sana. Mendung nampak terlihat menggantung di langit. Angin sepoi seakan turun dari gunung-gunung yang ada sekitarnya hingga membuat hawa terasa dingin.

Patung angsa yang tengah mengepakkan sayapnya menjadi display pertama yang mengundang daya tarik bagi para pengunjung termasuk kami tentunya. Ia diletakkan pada tempat berundak dengan hiasan air yang mengalir, bunga-bunga yang tumbuh cantik di sekelilingnya dengan latar bangunan gedung utama dan pintu masuk utama. Semua itu menghadirkan kesan pertama yang begitu keren bagi para pengunjung yang hendak masuk ke area taman.

Masih di halaman depan dari gedung utama, di sana kami bisa melihat begitu luasnya lahan parkir yang disediakan oleh pengelola. Cukup untuk menampung ratusan bahkan ribuan kendaraan.

Di sisi kanan dari halaman tersebut kami menjumpai deretan para pedagang yang menjual aneka suvenir, pernak-pernik, kaos, slayer, sampai buah-buahan atau sayuran hasil bumi warga setempat.

Sebuah bangunan toilet dan mushola kecil juga ada di sana.

Sederet dengan bangunan gedung, tepatnya di dekat pintu keluar bagian selatan, terdapat sebuah bangunan yang disebut Bursa Bunga dan Tanaman Hias. Beberapa perusahaan termasuk pengelola TBN, terlihat membuka stand di sana untuk menjajakan aneka bunga dan tanaman hias yang tentu saja dengan jenis dan ragam yang menarik.

Puas kami menikmati panorama halaman depan tersebut, kami semua lantas beranjak menuju tempat pembelian tiket masuk.

Harga tiket masuk adalah seperti di bawah ini.

Untuk menikmati indahnya TBN, pengunjung dapat memilih untuk melakukannya dengan beberapa cara. Di antaranya :

Menaiki Dotto Train, yaitu kereta putih yang rangkaiannya terdiri dari satu lokomotif dan tiga gerbong kereta, yang akan membawa pengunjung berkeliling taman. Selama perjalanan pengunjung akan mendapatkan informasi melalui pemandunya. Tiketnya Rp. 25000 per orang. Tiket tersebut sudah termasuk tiket masuk TBN. Untuk menaikinya, pengunjung dapat menunggu di halaman depan.

Menaiki Garden Train, yaitu sebuah kereta juga yang akan membawa pengunjung menikmati keindahan TBN dengan lebih nyaman. Hal ini karena jumlah rangkaiannya hanya satu saja. Biaya tiket dan tempat menaikinya sama seperti Dotto Train.

Menaiki Mobil Wira Wiri, yaitu sebuah mobil pick-up yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa menampung pengunjung untuk bermobilitas selama di dalam taman. Stasiun Wira-Wiri berada di dalam taman, tepatnya di dekat pintu keluar. Tiketnya hanya Rp. 4000 per orang.

Jalan kaki, yaitu seperti yang sebagian besar pengunjung lakukan. Dengan berjalan kaki pengunjung bisa lebih jelas, detil dan puas untuk menjelajah segenap sisi dari setiap taman yang ada di TBN.

Dan yang terakhir itu menjadi pilihan kami.

Tiket telah berada dalam genggaman kami bersama selembar brosur yang berisikan peta dari spot-spot taman dan wahana yang ada di dalamn TBN.

Kami lantas bergegas menuju pintu masuk utama. Sebuah kanopi yang ditopang oleh beberapa kolom besi berdiri di sana. Bunga-bunga nan berwarna-warni menggelantung pada bagian atapnya sehingga menghadirkan kesan yang menarik.

Beberapa buah pintu ada di sana dengan para petugas pengecekan tiket ada di sampingnya. Satu persatu tiket para pengunjung diperiksa dan disobek. Hingga sampailah giliran kami. Dan setelah itu, dengan penuh semangat kami melangkah untuk memulai penjelajahan kami di Taman Bunga Nusantara.

… Bersambung …

========================================================
photo by : deddy
========================================================

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: