Posted by: deddyek | January 4, 2012

Taman Bunga Nusantara di Cipanas (Bagian Keempat)

Perjalanan kami di TBN terus berlanjut. Kami sungguh menikmati setiap langkah yang kami ayunkan. Sekali-kali kami membuka peta wisata yang ada. Kami lihat taman mana yang belum kami kunjungi dan bagaimana rute yang efektif untuk dilalui.

Berbaur dengan begitu banyak pengunjung yang mulai memadati TBN, membuat kami kian bersemangat untuk menyusuri sisi demi sisi dari taman tersebut. Mata kami telah dimanjakan dengan indahnya hamparan tanaman dan bunga dengan segala ornamen yang melengkapinya.

Air Mancur Musikal

Tak jauh kami melangkah dari Menara Pandang, terletaklah di sana sebuah wahana bernama Air Mancur Musikal. Sesuai namanya, setiap kali airnya memancar terdengarlah musik yang mengiringinya. Pancaran air tersebut bergerak sesuai dengan pola dan komposisi tertentu.

Air Mancur ini telah ada sejak 06 September 2005 setelah diresmikan penggunaannya oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Area Air Mancur Musikal berbentuk lingkaran yang cukup besar. Air Mancurnya berada di tengah. Di sekelilingnya terdapat latar yang digunakan oleh pengunjung untuk menyaksikan atraksinya. Latar yang berbentuk lingkaran tersebut dibatasi dengan pagar putih yang tak begitu tinggi. Pagar tersebut merupakan tempat yang asyik bagi pengunjung untuk duduk-duduk sambil menikmati air mancur yang memancar deras.

Sebagai penghias area tersebut, ditanamlah di luar pagar tanaman celosia yang indah. Dan pada setiap arah menuju pintu masuknya, berdiri di sana sekitar delapan tanaman yang bentuknya menyerupai cemara.

Taman Amerika

Puas berada di sana, kami lantas melanjutkan langkah menuju Taman Amerika. Lokasinya tak jauh dari Air Mancur Musikal.

Di taman ini disuguhkan dua jenis dari Taman Gaya Amerika. Yang pertama adalah gaya Country Classic Garden. Jalan setapak berlapiskan batu bata merah, tatanan bunga yang khas serta adanya gasebo berwarna putih menghadirkan tampilan yang bernuansa pedesaan.

Selanjutnya adalah gaya Native Garden. Begitu banyak tanaman termasuk pohon oak ditata sedemikian rupa hingga menyerupai semak dan ilalang.

Kami cukup lama berada di sana. Indahnya taman tersebut membuat kami asyik menikmati setiap sisi taman yang ada. Hingga kami bertemu rekan kami di sana. Setelah berphoto-photo sejenak, kami lantas berpisah kembali.

Alam Imajinasi Anak

Waktu dzuhur telah tiba begitu kami keluar dari Taman Amerika. Kami putuskan untuk mencari mushola terdekat untuk menunaikan sholat di sana. Setelah membuka peta, kami dapati ada mushola di sekitar wahana Alam Imajinasi Anak. Tanpa tunggu waktu, kami lantas melangkah ke sana.

Kami masuk melalui pintu yang dekat dengan Taman Amerika.

Tak jauh kami melangkah, terlihatlah di depan sebuah bangunan mushola. Tampak puluhan orang tengah bersiap untuk menunaikan sholat. Dan kami lantas bergabung dengan mereka.

Selepas sholat kami keluar dari tempat itu. Melalui jalan yang sama saat kami masuk, kami meneruskan langkah menuju pintu utama dari wahana ini. Kami datang ke sana bukan untuk jalan-jalan ke dalamnya, namun hanya untuk membeli makanan. Maklum perut kami sudah mulai minta diisi. :)

Alam Imajinasi telah ada sejak diresmikan oleh Ibu Tri Sutrisno pada 10 September 1995. Tempat tersebut merupakan suatu area yang menyajikan aneka wahana yang menarik bagi para pengunjungnya baik berupa permainan, tempat istirahat dan juga restorant.

Terdapat beberapa permainan yang dapat dicoba di antaranya : Kumba Express, Istanan Kumba, ATV, Lintas Tangkas (Gokart), Kendara Mobil, Srudak Sruduk, dll. Anak-anak tentu akan sangat senang bermain di dalamnya.

Kami istirahat sejenak di sana sambil menikmati hangatnya secangkir mie instant. Beberapa butir jeruk santang menjadi penutup dari kudapan kami siang itu.

Taman Gaya Bali

Kami kemudian beranjak dari tempat itu. Menyusuri jalan yag kian ramai dengan para pengunjung, sampailah kami di Taman Gaya Bali.

Taman ini diresmikan pada 10 September 2003 oleh Menteri Pariwisata kalai itu I Gede Ardika.

Selepas melewati Gapura yang besar yang menyerupai sebuah Gapura Candi, kami mendapati suatu nuansa khas Bali hadir di sana.

Beragam relief di dinding dan patung-patung menghias di sana. Tak ketinggalan pula beberapa bale diletakkan untuk semakin memperdalam karakter taman tersebut.

Bunga kamboja, bunga sepatu, helikonia, puring, tanaman belukar, dan aneka tanaman tropis lainnya ditata sedemikian rupa hingga menghadirkan keteduhan bagi pengunjungnya.

Menyibak lebih dalam, kami menjumpai suatu taman benar-benar membawa kami seakan sedang berada di Bali. Di antara rerimbunan tanaman dan bunga, ada sebuah kolam air yang dibuat berlumut yang menampung air dari beberapa pancuran berbentuk patung. Semua itu menghadirkan kesan mistis dan eksotis.

Langkah kami selanjutnya membawa kami ke ujung dari Taman Bali. Sebuah Taman Gaya Mediterania ada di seberang sana. Kamipun lantas berpindah dari satu taman ke taman yang lain.

… Bersambung …

========================================================
photo by : deddy
========================================================

About these ads

Responses

  1. senang sekali berkunjung ke taman bunga nusantara


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: