Posted by: deddyek | May 30, 2008

hari tanpa tembakau

Pernahkah anda berada di dalam suatu kendaraan umum yang penuh sesak dengan penumpang? Pernah ga sih ngalamin, ketika dalam suasana seperti itu, tiba-tiba hidung kita terasa tertusuk suatu zat yang seakan-akan menyulitkan kita untuk bernafas ? Ya, asap mengepul dari rokok yang disulut oleh penumpang, yang selanjutnya dengan santainya menyedot rokoknya lalu mengeluarkan asapnya hingga mengepul dan menyebar di dalam bus yang panas. Itu hanyalah salah satu dari realita ketidaksadaran masyarakat akan bahaya rokok bagi dirinya dan orang lain.

Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah :
– Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
– Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
– Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
-14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
-4x menderita kanker esophagus
– 2x kanker kandung kemih
– 2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.
Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK.

(sumber : rokok.komunikasi.org)

WHO mengestimasikan, penyakit akibat tembakau akan menjadi wabah baru yang melanda dunia, setelah virus HIV/AIDS. Jika tidak dikendalikan secara serius, pada 2030 terdapat 8,3 juta jiwa terenggut oleh penyakit ini. Parahnya lagi 80 persen terjadi di negara berkembang.

Seperti di Jakarta ini, sebenarnya Pemda DKI telah memiliki payung hukum untuk mengendalikannya. Tapi sayang, sepertinya walaupun Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2005 sudah berlaku lama, ternyata kesadaran smoker untuk mentaatinya rasanya kurang sekali. Sehingga, hak masyarakat yang non-smoker untuk mendapatkan udara yang bersih bebas asap rokok seakan terabaikan. Kayaknya, semua pihak yang berkompeten dalam masalah ini (pemerintah, dokter, bahkan ulama) perlu bersinergi untuk memberikan edukasi yang cukup mengenai hal ini.

Untuk mengantisipasi hal ini, WHO telah menginisiasi sebuah kerangka hukum bertajuk Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau, yang telah diratifikasi oleh 168 negara, dan menjadi hukum internasional pula. Selain itu, untuk mengingatkan memori masyarakat dunia, setiap 31 Mei ditetapkan sebagai World No Tobacco Day atau Hari Tanpa Tembakau sedunia. Dan Tema peringatan yang diusung kali ini Tobacco Free for Youth, Bebaskan Anak Muda dari Tembakau!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: