Posted by: deddyek | June 15, 2008

Wajah-wajah bahagia

Setelah menyelesaikan tugas kunjungan lapangan ke proyek di tanah merah, papua, sebelum balik ke jakarta, rekan kerjaku dan aku singgah di makasar. Ini pertama kalinya bagi kami singgah di makasar. Selama ini hanya sekedar transit saja. Setelah puas menikmati pantai losari yang bersih dan kuliner yang ada di sana, kamipun harus pulang kembali ke Jakarta. Sabtu pagi jam 4.00 kami telah meluncur dari hotel menuju bandara hasanudin. Meski gerimis, perjalanan kami cukup lancar. Hanya sekitar 30 menit kami sudah mencapai bandara hasanudin. Ini lebih cepat dibandingkan ketika kami dari bandara menuju hotel dua hari sebelumnya.

Setelah check-in kami menunggu di ruang bandara. Dan bergantian kami sholat shubuh karena ada bawaan yang harus ditunggui. Selepas sholat shubuh nampak bandara mulai penuh calon penumpang. Dan sekilas tampak berpuluh orang pria dan wanita berpakai seragam. Dan dengan mudah dapat dikenali bahwa mereka adalah jamaah umrah ke tanah suci.

Mereka ada yang bersama istri, suami, anak, orang tua dan ada juga yang berangkat sendirian. Sungguh, terlihat jelas di wajah-wajah mereka kebahagiaan. Senyum yang terus mengembang seakan tiada beban yang tengah dipikulnya. Dan mungkin itu adalah kebahagiaan yang paling besar yang pernah mereka rasakan secara lahir dan batin. Kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan materi. Padahal itu adalah awal semata, sementara di tanah suci di sana, tengah menanti kebahagiaan yang lebih besar lagi bagi mereka. Yaitu memenuhi panggilan Alloh untuk melaksanakan umrah dan mengunjungi makam orang tercinta, baginda Rasulullah S.A.W.

Sementara aku yang memandangi mereka tengah dinanti rutinitas pekerjaan di Jakarta sana ….

Saat menaiki tangga pesawat, langkah-langkah kaki mereka begitu ringan sementara langkah kaki ini terasa berat. Wajah-wajah bahagia itu masih terus terpancar sampai di dalam pesawat dan pastinya terus berlanjut sampai mereka tiba di tanah suci nanti.

Sambil duduk menikmati pemandangan langit dari dalam pesawat, ada perasaan iri di hati ini. Terbayang betapa kebahagiaan yang luar biasa besarnya mereka nikmati di tanah suci nanti, yang hanya akan terekspresikan dengan tangis harus bahagia di saat mereka memasuki masjidil haram, di saat thowaf, di saat sholat sunnah dan berdoa di belakang maqom ibrahim, di saat menikmati segarnya air zam-zam, di saat sai antara shofa marwa, di saat rambut di potong dalam rangka tahalul, di saat menunaikan sholat fardlu berjamaah, di saat sholat sunnah, di saat memanjatkan doa di masjidil haram, di saat nanti berziarah di makam Rasulullah di Madinah, dan di saat-saat ketika Alloh memberikan hikmah dan kebahagiaan yang tiada terduga.

…..

Di dalam pesawat yang tengah terbang tinggi, diri ini hanya bisa berdoa dengan lirih “Ya Alloh, ridloilah kerja kerasku ini, mudahkanlah untuk menjemput rizqimu yang berkah agar aku dapat berangkat ke tanah suci kembali bersama mereka yang aku cintai …amin”

…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: