Posted by: deddyek | August 12, 2008

Wisata Kawah Gng. Tangkuban Parahu, Kab. Bandung

Tangkuban Perahu, merupakan salah satu gunung berapi yang berada di Jawa Barat, tepatnya di Lembang, kurang lebih 30 km sebelah utara kota Bandung dengan ketinggian 2084 Meter dari atas permukaan laut. Pesona gunung Tangkuban Perahu ini begitu mengagumkan, bahkan, pada saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas, tidak hanya itu, dasar kawah pun dapat kita nikmati keindahannya yang sangat mengagumkan. Keindahan alam inilah yang menjadikan Tangkuban Perahu menjadi salah satu tempat wisata alam andalan Propinsi Jawa Barat, khususnya Bandung.

(sumber : http://www.bandungbaratkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=82:kawah-gunung-tangkuban-parahu&catid=53:wisata)

=======================================================

Sabtu di pertengahan July 2008, pagi-pagi aku dan rekan-rekan kantor (bertujuh) meninggalkan kantor dengan mobil menuju Ciater. Namun karena jarak Ciater dengan Wisata Tangkuban Parahu tidak begitu jauh, maka kamipun sekalian akan ke sana.

Setelah melalui tol Cikampek dan keluar Purwakarta, kami langsung menuju Wanayasa untuk singgah di rumah rekan kami.

Alhamdulillah di sana, tuan rumah menjamu kami dengan berbagai hidangan yang nikmat. Kami yang belum sarapanpun, menikmatinya dengan lahap.

Pukul 09.00 kami berangkat dari Wanayasa menuju Subang. Kamu putuskan tujuan pertama adalah Tangkuban Perahu, sehingga nanti ke Ciaternya sekalian waktu pulang. Melewati kebun-kebun teh yang hijau dan udara yang segar, mobil kami melaju lancar menuju lokasi. Kami melewati pertigaan menuju Ciater. Tapi tidak berhenti. Kami terus saja untuk menuju Gunung Tangkuban Parahu.

Sekitar jam 11.00 kami sampai di Wisata Gunung Tangkuban Parahu. Ini adalah kedua kalinya aku ke sini. Setelah membayar tiket, kami langsung menyusuri jalan berliku dan naik menuju lokasi. Seperti hari-hari libur
biasanya, hari itu pengunjungnya cukup banyak.

Sesampai di sana, kami pun menikmati panorama kawah gunung tersebut. Kawah yang cukup besar. Terdapat pagar-pagar pembatas dari kayu untuk menjaga jarak antara pengunjung dengan bibir kawah.

Kami di sana hanya sampai waktu sholat dzuhur tiba. Begitu azan berkumandang, kami langsung menuju mushola untuk sholat dzuhur. Selepas sholat dzuhur kami istirahat sejenak sambil menikmati hangatnya bajigur yang dijual di sana.

Jam setengah satu, kamipun turun kembali menyusuri jalanan tadi untuk melanjutkan perjalanan balik menuju Pemandian Air Panas Ciater.

=======================================================
photo by : deddy
=======================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: