Posted by: deddyek | March 3, 2010

5 Days Trip : Jakarta – S’pore – Port Moresby …. 3rd Day

Hari kedua di Port Moresby, jam sembilan pagi kami sudah meluncur dan menyusuri distrik Donn Town untuk menemui beberapa perusahaan dan supplier yang sudah dijadwalkan untuk bertemu.

Dalam perjalanan tersebut driver kami menceritakan banyak tentang kondisi kehidupan warga Port Moresby. Dia mengatakan bahwa sejatinya penduduk Port Moresby sangat ramah kepada siapa saja. Namun memang, sering kali oleh media-media barat yang di-highlight lebih serang tentang tindakan kriminal yang sering dilakukan (seperti rasgool/perampokan, dll). Dia sesekali meminta kami untuk melihat samping kanan kiri kami. Di sana terdapat pedestrian yang membatasi jalanan kota. Di sana pula nampak begitu banyak pemuda usia produktif dengan pakaian seadanya duduk-duduk mengobrol atau sendirian dengan tatapan mata yang tidak fokus akan apa yang akan mereka lakukan. Sementara anak-anak kecil berusaha mengais rezeki dari membantu parkirnya mobil-mobil di tepi jalan. Sungguh pemandangan yang mungkin sama dengan negeriku Indonesia ini di awal tahu 90-an, ketika kita jalan-jalan ke sekitaran proyek Senen dan sekitarnya.

Sungguh suasana yang tentu saja tidak nyaman bagi mereka yang baru saja datang untuk pertama kali ke kota ini.

Andrew, dialah driver kami, melanjutkan pemaparannya…bahwa semua itu terjadi karena mereka dipaksa untuk seperti itu. Keadaan ekonomi yang susah dengan biaya hidup yang cukup tinggi, dibarengi dengan tingkat pengangguran yang cukup tinggi pula, adalah dua kombinasi yang pas untuk memaksa seseorang ditengah keputusasaannya untuk berbuat kriminal.

…………………………………………….

Gedung demi gedung kami masuki untuk mendapatkan informasi sesuai target kami dalam survey hari ini. Waktu sudah pukul 12.00, dan perut ini mulai terasa lapar.

Jika kemarin kami makan di hotel, hari ini kami putuskan untuk makan siang dengan mencoba beli di Big Rooster. Big Rooster adalah semacam KFC tapi dia berasal dari Australia.

Kami masuk ke fastfood resto ini yang berada di Distrik Donn Town. Siang itu antrian cukup banyak. Tidak ada foreigner, cuma kami berdua. Yang lain penduduk lokal. Nampaknya, resto ini menjadi pilihan utama bagi penduduk lokal untuk menikmati makan siang atau malamnya.

Cukup dengan K18 atau sekitar (Rp.50,000) per paket kami membawa pulang ke hotel dua menu paket yaitu paket ayam + kentang dan paket ayam + jagung rebus. Sayang sekali di sana tidak tersedia saus sambal.
Kami kemudian balik ke hotel untuk menikmati Big Rooster.

…………………………………………….

Selepas menikmati makan siang dan sholat dzuhur, perjalanan kami lanjutkan . Hari ini kami menuju kawasan Baroko dan Gordons. Suatu kawasan pusat industri di ibu kota PNG ini.

Siang itu sama seperti siang sebelumnya. Udara cukup panas. Bahkan seakan AC mobil pun gak mampu untuk mengatasi panasnya hari itu.

Setelah memasuki beberapa toko dan bertemu beberapa supplier, kami pun menuju kawasan Brain Bell Plaza. Sebuah mal terbesar yang ada di kota ini. Jangan bayangkan istilah terbesar dengan Mangga Dua Mal atau malah Senayan City… Terlalu jauh bandingannya dan bahkan mal seukuran ini sudah tidak ada lagi di Jakarta. Mungkin seperti mal-mal di Jakarta era 90-an.

Kami memasuki Brain Bell Plaza yang penuh dengan para pengunjung.

Setelah puas muter-muter di dalam, dengan ditemani driver kami, kamipun mencoba berjalan kaki sekitar wilayah tersebut yang katanya merupakan wilayah paling rawan kriminal. Kami menyusuri jalan pedestrian dengan tenang. Kami mencoba untuk biasa saja meski ada sedikit khawatir. Banyak di sana bergerombol para pemuda. Ada juga ibu-ibu yang menjajakan makanan dan buah khas lokal.

Kami melewati kantor pos terbesar di sana.

Kemudian kami menyusuri jalanan sekitar deretan pasar dan pertokoan. Ramai memang hari itu.

…………………………………………….

Puas jalan-jalan di sekitaran Brain Bell Plaza, kami lanjutkan perjalanan untuk kembali ke Hotel. Waktu sudah jam 17.00 dan sepertinya para pekerja di PNG pun sudah keluar dari tempat bekerjanya dan memadati
terminal-terminal bus…

Tapi sebelum pulang, kami mencoba singgah di Ella Beach.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: