Posted by: deddyek | March 4, 2010

5 Days Trip : Jakarta – S’pore – Port Moresby …. 4th Day

Pukul 17:00, Harusnya kami sudah terbang bersama Air Niugini dari Bandara Port Moresby menuju Changi. Namun karena adanya masalah tehnis kami masih tertahan di ruang tunggu bandara.

Target survey yang ditugaskan sudah terselesaikan, dan rasanya lebih ringan untuk kembali ke Jakarta meski singgah dulu semalam di Singapura.

Sungguh pengalaman yang beranekarasa selama tiga hari berada di Port Moresby. Sebagai seorang muslim Indonesia, saat yang sulit ketika di negeri yang mayoritas non-muslim tentulah hal makanan. Di hotel Crowne Plaza, kami selalu bingung dan harus pandai-pandai memilih setiap kali akan makan.

Pork adalah menu rutin yang disediakan di hotel ini. Sementara menu-menu yang lain adalah menu yang gak pas dengan lidah Indonesia. Akhirnya dalam beberapa hari itu, kami selalu memilih untuk makan pancake plus buah-buahan dan minum jus. Itu saja. Dan terus berulang dari waktu makan ke waktu makan selanjutnya selama tiga hari itu.

…………………………………….

Pagi itu selepas check-out, kami masih sempat menjumpai beberapa supplier sembari menikmati jalanan kota Port Moresby.

Dalam perjalanan ke supplier, kami melihat sebuah masjid di Port Moresby. Dan menurut pak driver, itu merupakan satu-satunya masjid di Port Moresby. Dan lebih banyak dipenuhi oleh para pendatang (foreigner) ketika pada waktu sholat jumat.

Kami selanjutnya mencoba untuk mencari cinderamata/souvenir khas PNG. Kami memasuki beberapa artshop yang berada di distrik Baroko dan Gordons. Lengkap dan bagus-bagus memang. Cuma harganya cukup mahal dan model yang dijual lebih banyak berupa artifak. Kami putuskan untuk mencarinya lagi di artshop bandara sebelum berangkat nanti.

Selepas keliling kota dan sambil menghabiskan waktu sebelum menuju bandara, kami sempatkan untuk menuju ke sekitaran Airways Hotel. Di sana terdapat restaurant yang cukup bagus dengan view run-wa bandara. Jadi sambil menikmati santap siang, kami bisa melihat pesawat take-off dan landing di Jackson Airport – Port Moresby.

Sama seperti siang-siang sebelumnya. Hari itu masih saja panas. Jauh bertolak belakang dengan kondisi di Jakarta, menurut detik.com, hari itu Jakarta malah diguyur hujan.

…………………………………….

Jam 14.00 kami check-in di counter Air Niugini di Jackson Airport. Selepas check-in kami melanjutkan misi untuk mencari souvenir di beberapa artshop bandara. Akhirnya artshop yang kami inginkan pun kami temukan dan kami membelinya beberapa sebagai oleh-oleh untuk rekan-rekan di kantor.

Dalam pencarian itu kami bertemu seorang Indonesian. Wah.. ternyata dia orang Madiun. Dia sudah tiga tahun sebagai Mekanik di salah satu perusahaan Malaysia terkenal di Port Moresby. Banyak yang dia ceritakan ke kami tentang suka dukanya kerja di sini. Tapi pada dasarnya ia sangat senang kerja di sana karena apa yang ia hasilkan jauh lebih besar daripada ia bekerja di Indonesia.

…………………………………….

Sambil menunggu waktu boarding, kami duduk-duduk di ruang tunggu sambil menikmati sebotol air mineral dingin.

Saat itu datang pula seorang anak muda dengan face Indonesia yang kental. Dan setelah mengucap salam, semakin jelaslah kalo ia urang sunda. hehehe. Seorang anak muda yang sedang bekerja sebagai konsultan di salah satu provider telekomunikasi di Port Moresby. Sudah tiga bulan ia di Port Moresby dan ia sedang dalam perjalanan untuk cuti.

Wah senang juga, ternyata banyak juga orang Indonesia melanglang buana ke negeri orang hehehe. Berjumpa saudara satu negeri di negeri orang, ternyata menjadi kebahagian dan kebanggaan sendiri. hehehe. Ternyata tenaga kerja kita yang ahli dan berkompeten sangat dihargai di negara lain dan tentu saja dengan income yang jauh lebih besar daripada di negerinya sendiri.

…………………………………….

Panggilan bagi para penumpang untuk memasuki pesawat telah diumumkan. Kami semua berangkat menuju pintu keberangkatan dan menyusuri lorong menuju pintu pesawat. Pesawat yang sama dengan yang kami naiki sebelumnya dari Singapura.

Bismillah. Pesawatpun take-off dan membawa kami semua terbang menuju Changi Airport.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Responses

  1. Assalamualaikum mas Deddy,

    Tertarik dengan pengalaman ke PoM dan kebetulan akhir bulan ini juga ada tugas ke sana, kalau tidak keberatan apakah bisa di share beberapa hal berikut ini:
    – apakah benar HP dengan nomer Indonesia tidak bisa digunakan di PoM?
    – apakah benar kita harus melakukan beberapa vaksinasi dahulu sebelum berangkat?
    – apakah ada kesulitan (dipersulit) pada proses imigrasi di PoM?

    Salam,
    Satrio DS

    • Wa’alaykum salam mas satrio,
      – untuk hp dengan nomor indonesia, khususnya telkomsel bisa dipakai di sana kok. Tinggal aktifkan roaming internationalnya saja. Tapi untuk komunikasi baik terima atau kirim/panggil sms/telepon cukup mahal. saran saya kalo di sana, lebih baik beli kartu perdana GSM lokal. itu jauh lebih murah.
      – secara umum sih tidak ada persyaratan seperti itu, kecuali jika kita beraktifitas di proyek yang mensyaratkan untuk itu.
      – untuk proses di immigrasi cukup mudah mas. paling mereka cuma tanya, tujuan, berapa lama tinggal, nginep di mana, sudah pernah ke PNG. setelah itu mereka dengan ramah akan bilang “welcome to PNG”…
      Semoga info di atas dapat membantu. Selamat menikmati perjalanan ke PNG mas.

  2. Terima kasih atas response-nya mas, btw mas Deddy pakai visa yang dari kedutaan jakarta atau visa on arrival? apakah mata uang Kina hanya bisa dibeli pada saat tiba di PoM? Jakarta/Singapore tidak ada ya mas?

    Sorry klo byk tanya.. krn nggak ada bayangan kehidupan di PNG.. apalagi browsing beritanya serem-serem semua…:)

    • ga apa2 mas… itung2 bagi pengalaman ..🙂

      waktu itu saya pakai visa dari kedutaan jakarta, perlu waktu 3 hari untuk mengurusnya. Jika pakai visa on arival juga bisa kok mas. Saya lihat banyak turis asing yang menggunakannya.

      Setahu saya di Jakarta/Singapore gak ada mas. Mata uang Kina bisa tukar di Bandara POM atau di Bank. Cuma kalo di Bank, bisa satu jam untuk nukerin uang. Maklum birokrasinya panjang…

      Serem banget sih ga mas. Yang penting waspada dan jangan mencolok…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: