Posted by: deddyek | March 8, 2010

Menikmati Kapal Roro : Merak – Bakauheni

Sabtu di akhir Februari 2010. Waktu itu jam 11.00. Matahari mulai menunjukkan sengatannya. Tak lelahku mengamati panorama di sekitar kapal roro yang hendak membawaku menyeberangi Selat Sunda, dari Merak ke Bahauheni. Kebetulan sabtu itu aku dan dua orang rekan dari Jakarta bermaksud ke Kalianda untuk suatu hal.

Sudah lama sekali diriku tidak menaiki kapal semenjak terahir kali tahun 1994 silam waktu wisata SMA ke Bali.

Pelabuhan Merak merupakan pelabuhan yang cukup besar. Banyak kapal bersandar untuk menghantarkan penumpang, barang dan kendaraan dari Merak ke Bakauheni. Cukup dengan membayar Rp. 198.000 untuk atu mobil berapapun jumlah penumpangnya.

Tak berapa lama kemudian suara kapal terdengar, mengisyaratkan untuk dimulainya pelayaran. Tali-tali besarpun telah dilepaskan. Dan perlahan-lahan kapalpun meninggalkan sandarannya.

Siang itu ombak cukup tenang dan anginpun tidak terlalu kencang. Hal itu membuatku tak henti untuk menikmati pemandangan laut yang luas dan indah dari dek lantai dua kapal tersebut.

Dari jauh terlihat cerobong-cerobong pembangkit listrik suralaya dan juga tampilan pabrik-pabrik industri di area Merak dan Anyer.

Keringat mulai mengalir, aku mencoba sejenak menghilangkannya dengan masuk ke ruang penumpang kelas ekonomi. Suatu ruangan penumpang yang cukup luas dengan deretan bangku kayu yang panjang. Tak banyak penumpang yang memanfaatkan ruang tersebut hari itu. Mereka bersama keluarganya lebih senang berada di luar sambil menikmati panorama laut dengan pulau-pulau sekitarnya yang begitu indah.

Dua jam perkiraan perjalanan dari Merak menuju Bakauheni. Sementara rekan yang lain berusaha istirahat, aku kembali melanjutkan jalan-jalan ke beberapa sudut/bagian dari kapal tersebut. Melihat pemandangan sekitar dari sisi kiri, kanan dan belakang kapal, sungguh mengasyikkan bagiku.

Waktu sholat dzuhurpun tiba. Akupun segera menuju lantai paling atas dari kapal roro ini. Dan ternyata di sana terdapat mushola yang cukup bagus dan nyaman untuk sholat. Terdapat beberapa antrian dan giliran untuk melakukan sholat dzuhur di atas kapal itu.

Pulau Sumatera mulai terlihat. Perlahan-lahan kapal mendekati pulau tersebut. Terdapat beberapa kapal dalam jarak yang tidak begitu jauh dari kapal yang kami naiki. Sepertinya semuanya sedang antri untuk bersandar di pelabuhan Bakauheni.

Dari kapal, nampak di kejauhan terlihat Menara Siger. Suatu menara yang menjadi landmark propinsi Lampung.

Menjelang pukul 13.00, kapal mulai mendekati pelabuhan Bakauheni. Para-penumpang di dek dua dan tiga dari kapal itu mulai bergegas turun ke lantai bawah. Mereka bersiap-siap untuk antri di pintu ke luar. Kamipun juga menuju kendaraan yang kami naiki.

Sekitar 10-15 menit setelah kapal bersandar barulah kami bisa keluar dari dek parkir. Dan hari itu kami langsung menuju Kalianda.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: