Posted by: deddyek | April 4, 2010

Pasar Cepu dan Sate Kere

Pagi itu udara dingin menyergap kotaku ini. Kabut masih menghiasi hampir semua wilayahnya. Pagi itu aku dan adikku beranjak keluar untuk mencari lauk sarapan pagi.

Di kota ini banyak jenis kuliner tradisionalnya. Pecel adalah kuliner favorit bagi penduduk kota ini di pagi hari, tak terkecuali diriku. Begitu banyak penjual pecel mangkal di berbagai sudut kampung hingga jalanan kota.

Namun hari ini kami ingin menikmati menu yang lain, yaitu Sate Kere. Sate kere ini juga menjadi makanan avorit keluarga kami. Karena kecilnya ukuran sate inilah yang membuatnya disebut sebagai sate kere. Namun jangan salah, meski kecil sate ini seluruhnya berupa daging ayam, tidak ada usus, ati atau lain-lain. Murni sate daging ayam. Dan tentu saja, harganya yang cukup terjangkau. Sepuluh tusuk sate dihargai Rp. 5,000.-.

Kamipun langsung menuju ke lokasi di mana penjual itu mangkal. Penjual sate ini adalah orang madura asli. Jadi khaslah satenya. Penjual sate ini mangkal di salah satu gang di pasar cepu lama, yang sampai saat ini setiap paginya selalu penuh dengan para pedagang kebutuhan sehari-hari seperti sayuran, ikan, ayam, telor, dll.

Seperti pagi-pagi yang lain, pagi itupun pasar lama itu cukup riuh dengan para penjual dan pembeli yang melakukan transaksi. Semua trotoar jalannya pun penuh dengan lapak-lapak para penjual. Hmmm.. jika kita pernah ke jalanan kramat jati Jakarta di waktu selepas shubuh, pemandangan itu gak jauh beda.

Setelah parkir sepeda motor, kamipun menyibak riuhnya pasar itu untuk menuju tempat penjual sate itu. Dan bener juga daftar tunggu order pagi itu sudah banyak. Kebanyakan para pembelinya pesen dulu berapa puluh tusuk kemudian ditinggal sambil belanja kebutuhan rumah tangga yang lain. Selepas itu balik kembali untuk mengambil dan membayar sate ayam yang dipesan itu.

Sekitar setengah jam menunggu, akhirnya selesai juga penantian untuk membawa pulang sate kere favorit kami itu. Di rumah, kamipun langsung menyantap lauk spesial pagi itu. Sate ayam yang full daging berbumbukan sambel kacang dan kecap dan ditemani rajangan bawang merah yang banyak, membuat sarapan pagi hari itu bener-bener nikmat… alhamdulillah…

================================================
photo by : deddy
================================================


Responses

  1. murah meriah dan tentu saja menjadi solusi atas kenaikan harga yang selalu melambung tanpa pernah merasa harus turun kembali……..
    biar tiap hari lauk sate kere
    yang penting jiwa dan moral serta mental kita tetap kaya dengan keutamaan……
    salam dari solo

    • hehehe betul pak…
      salam juga dari cepu/jakarta

  2. satenya tuh hmmmm…..

  3. Terakhir beli,,Rp 5.000 sudah ga dapat 10 tusuk lagi,,, cuma 8 tusuk.. ;(

    • Hahaha .. memang cepu sekarang sudah tak semurah dulu🙂

  4. iku ng gangku mas,gg 1 cepu tepatnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: