Posted by: deddyek | April 13, 2010

Taman Medan Merdeka & Monumen Nasional di Jakarta

Taman Medan Merdeka, suatu taman yang terbesar di Asia Tenggara bahkan salah satu yang terbesar di Asia. Suatu taman yang menjadi landmark dari Indonesia, negeri kita tercinta.

Pernah suatu kali nongkrong dengan teman-teman yang punya hobby membanggakan tempat-tempat di luar negeri. Ia begitu bangganya menceritakan tentang Merlion di Singapura, atau beberapa park yang menjadi landmark beberapa negara yang pernah ia kunjungi. Namun ketika ditanya pernahkan dia ke Taman Medan Merdeka Monas. Ia hanya tertawa seakan menyibir.. hmm monas ? hahaha… Wah ini orang berarti belum pernah ke monas, belum tahu dia Taman Medan Merdeka itu seperti apa.

Tulisan berikut dan photo-photo hasil jepretan waktu muter-muter ke sana, mungkin bisa bermanfaat bagi mereka yang belum tahu atau memandang sebelah mata keberadaan Taman Medan Merdeka dan Monasnya.

Lokasi

Taman Medan Merdeka dan Monumen Nasional (Monas) terletak di jantung ibu kota negeri ini. Lokasinya dikelilingi oleh keempat Jl. Medan Merdeka. Dari manapun kita berada, dari terminal, stasiun, bandara, cukup mudah untuk menjangkaunya. Kepada pak sopir angkutan yang kita ingini, cukup bilang mau ke monas, kita pasti akan diantar ke sana.

Sekilas Sejarah Taman Medan Merdeka dan Monumen Nasional

Sebelum Monumen Nasional dibangun, taman atau tepatnya dahulu disebut lapangan in sudah ada. Dulunya di jaman Belanda biasa di sebut Lapangan Gambir, kemudian pada jaman Jepang disebut Lapangan Ikada, selanjutnya pada zaman kemerdekaan disebut Lapangan Merdeka.

Monumen Nasional sendiri berada di dalam Taman Medan Merdeka. Monumen ini dibangun tahun 1959-1961 dengan tinggi tugu mencapi 137 meter. Arsitek monumen ini adalah Soedarsono dan Frederich Silaban. Monumen ini resmi dibuka untuk umum pada 1975.

Taman Medan Merdeka Sekarang

Setelah melalui berbagai macam perbaikan, pengembangan dan penertiban, lokasi lapangan yang selanjutnya disebut Taman Medan Merdeka ini, telah berubah menjadi lapangan yang luas dan indah dengan luas +/- 80 hektar.

…………………………………………………………………………

Masuk dari pintu samping Stasiun Gambir (depan Kedubes AS), dengan berjalan kaki menyusuri jalan Silang Merdeka Tenggara yang di kiri kanannya pepohonan rindang, tampilan tinggi tugu monas langsung dapat kita lihat.

Meskipun sore itu panas, tapi asyik aja jalan menuju ke areal monumen. Ada lapangan melingkar besar yang rapi dan bersih. Lapangan ini seperti jalan utama yang melingkari monas sebelum dibagi menjadi beberapa jalan menuju pintu keluar.

Dari sini selain kita menyaksikan Tugu Monas, kita bisa juga menyaksikan deretan taman yang indah dengan latar gedung-gedung pencakar langit Jakarta.

Diriku terus jalan mendekati taman yang mengitari monas. Taman itu merupakan persembahan dari Gubernur DKI sebelumnya yaitu Pak Sutiyoso yang bekerjasama dengan salah satu perusahaan nasional terkenal negeri ini. Begitu setidaknya informasi yang disampaikan melalui prasasti yang tertulis.

Suatu taman yang asri dengan aneka warna bunga yang indah. Dengan penataan yang menarik dan dihiasi beberapa benda semacam guci, membuat para pengunjung cukup betah jalan-jalan mengitarinya.

Hari itu hari libur, cukup banyak pengujung yang menikmati tempat ini. Mulai dari anak-anak SD berseragam sekolah, rombongan keluarga, turis-turis mancanegara ataupun yang datang dengan rombongan kecil atau sendirian.

Jika ingin mengitari Monas, pihak pengelola telah menyediakan semacam kereta keliling. Dengan kereta ini pengunjung bisa mengeliling semua area Taman Medan Merdeka. Namun kalo ingin jalan kaki, boleh-boleh saja kok. Malah dianjurkan. hehehe.. karena dengan jalan kaki kita bisa banyak melihat panorama taman ini dengan puas.

Hari itu diriku puaskan untuk mengelilingi Monas dari satu sisi ke sisi lainnya.

Di sisi gambir kita bisa dengan mudah menemui Patung Kartini. Patung ini sebelumnya berada di Taman Surapati dan merupakan hadiah dari pemerintah Jepang.

Di sisi ini juga terdapat beberapa lapangan futsal. Yang hoby olahraga, silahkan menikmatinya. Yang hobby lari-lari atau bersepeda, di sini banyak teman-temannya.

Selain itu di sisi ini juga terdapat kolam yang memancar air mancur serta track yang rapi untuk pengujung yang ingin jogging atau jalan-jalan.

Di sisi depan Istana Negara terdapat pintu masuk. Untuk dapat menuju ke dalam Monumen, pengunjung harus masuk melalui pintu yang berbentu terowongan di depan Monumen arah Istana. Jam masuknya mulai pukul 08.00 s/d 15.00.

Selain itu juga terdapat Patung Diponegoro. Patung ini dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario Bross di Indonesia.

Tugu Monumen Nasional

Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.

Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

Sore itu aku tidak masuk ke dalam karena waktu kunjung sudah habis. Namun jika ingin berkunjung masuk ke dalam monumen, untuk bisa melihat musium yang di dalam atau naik sampai ke atas tugu, alangkah baiknya bila datangnya pagi-pagi.

Jika kita datang di pagi hari atau sore hari terutama pada waktu hari libur, wah bisa dipastikan jumlah pengunjungnya akan membludak.

Dan janganlah berharap untuk dapat naik ke bagian atas Monas, jika tidak datang pagi-pagi hari untuk ikut mengantri. Tapi antrian tersebut akan terbayar lunas dengan kepuasan setelah sampai di atas. Panorama Jakarta yang begitu aneka rupa akan dapat disaksikan dari sana.

So, demikian liputan kali ini🙂 … semoga bermanfaat. Inilah landmark Indonesia. Kebanggaan negeri ini. Jadi jika turis-turis asing dengan bangga menikmatinya, mengapa kita tidak ? Sudahkah anda ke Taman Medan Merdeka dan Monas ? Jika belum .. cobalah …

============================================
photo by : deddy
============================================


Responses

  1. P E R T A M A X X X . . . . .
    semoga tetap terjaga keberadaan taman-taman di tengah-tengah kota


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: