Posted by: deddyek | April 26, 2010

Monumen Nasional di Jakarta

Setelah dua minggu lalu, hanya bisa menyaksikan monas dari luar saja dan tidak bisa masuk ke dalam dikarenakan telah lewat waktu kunjungan, sabtu kemarin akhirnya berkesempatan juga diriku untuk masuk ke dalamnya, meskipun tetap saja tidak bisa naik sampai ke atas tugu.

Kebetulan sabtu kemarin, seorang rekan dan anaknya datang ke Jakarta. Mereka hendak menikmati liburan sehari di Jakarta. Akhirnya bersama beberapa teman kantor, berangkatlah kami semua ke Monumen Nasional sebagai tujuan pertama.

Hari sabtu itu Monumen Nasional benar-benar dipadati oleh para pengunjung. Ratusan bus pariwisata besar berbaris di halaman parkir. Begitu pula dengan ratus mobil dan ribuan sepeda motor. Semua itu menjadikan parkiran Monas menjadi penuh sesak.

Setelah jeprat jepret sebentar di luar, masuklah kami ke halaman Monumen dengan melalui terowongan yang telah disediakan, yang berada di sisi Istana Negara.

Setelah membayar tiket masuk Rp. 2.500 per orang, masuklah kami ke area monumen.

Di halaman monumen, di sana disajikan diorama sejarah negeri ini berupa patung dan ukiran yang ditempel di dinding bercat putih. Diorama itu menceritakan perjalanan bangsa ini mulai jaman pra-sejarah, jaman perjuangan merebut kemerdekaan sampai dengan jaman pasca kemerdekaan.

Lepas dari area tersebut, kamipun masuk ke dalam ruang Musium di lantai bawah. Pertama kali masuk ruang tersebut, kami mendapati maket Monumen Nasional.

Ruang museum lantai bawah tersebut hari itu ramai dengan para pengunjung baik turis lokal maupun asing. Ruang tersebut memiliki intensitas cahaya yang cukup kecil sehingga terasa redup dan sejuk. Apalagi dengan lantai yang cukup dingin, membuat banyak pengunjung yang duduk-duduk dan istirahat di sana.

Ruang tersebut berisikan diorama yang ditata di sekeliling dinding yang membatasi ruangan yang luas itu. Sama seperti di halaman luar, diorama-diorama di ruang dalam tersebut juga menceritakan tentang perjalanan bangsa Indonesia mulai jaman pra-sejarah sampai dengan jaman paska kemerdekaan. Diorama-diorama tersebut dipajang di dalam ruang terpisah secara berjejer dan dilindungi dengan kaca. Sebagai penjelasan, di depan masing-masing diorama terdapat uraian singkat tentang apa yang dijelaskan dalam diorama tersebut dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Berikut beberapa tema diorama yang ditampilkan di dalam ruang museum tersebut :

Di ruangan tersebut juga dipasang photo-photo sejarah pembangunan Tugu Monas, mulai dari tahap pre-konstruksi, konstruksi, peresmian, renovasi dan sampai kondisi sekarang.

Kemudian kami menuju suatu bangunan yang berada di dekat pintu masuk. Bangunan itu cukup mencolok berwarna merah. Bangunan itu adalah Infobox Transportasi Jakarta.

Di sana kita bisa mendapati informasi mengenai jalur transportasi Jakarta pada saat ini dan rencana transportasi masal Jakarta di masa akan datang.

Puas jalan-jalan di museum dalam, kami naik ke atas untuk keluar. Inginnya sih mencoba untuk naik ke tugu. Untuk dapat naik lift, pengunjung harus membeli tiket terlebih dahulu kemudian mengantri untuk masuk.

Namun karena antrian hari itu juga panjang dan kami masih mau terus ke obyek selanjutnya, maka kami putuskan untuk tidak naik lift ke atas tugu.Kami melihat-lihat panorama Jakarta dari tempat itu. Kami lihat masjid Istiqlal dan stasiun gambir dari kejauhan. Dan juga beberapa gedung tinggi kota Jakarta yang lain.

Setelah itu kami turun dan keluar dari area monumen tersebut sambil mengantar teman untuk mencari cinderamata. Di dalam Monas sendiri terdapat toko Cinderamata.

Namun di luarpun juga banyak pedagang yang menjual aneka cinderamata, baik baju, gantungan kunci, replika kayu tugu monas, dll.

Hmm.. sungguh berkunjung ke Monumen Nasional ini akan memberikan manfaat berupa ilmu pengetahuan tentang sejarah negeri ini dan kebesaran bangsa ini, selain itu tentu saja asyiknya wisata. So, jangan ragu untuk berkunjung ke museum ini.

============================================
photo by : deddy
============================================


Responses

  1. P E R T A M A X X X . . . . .
    kalo di semarang untuk menikmati pemandangan kota dari ketinggian bisa mengunjungi menara masjid agung jawa tengah. wah bisa keliatan semuanya, he..he..

    • ya betul saya pernah coba tuh di MAJT…

  2. my name is ika
    i am a student of tourism
    may i know about history of each dioramas in monas?

    or if you have a website of it may i know
    thanks you for your attention

    • jika ga salah ada 42 diorama di sana. Tapi untuk detail satu per satunya saya lupa mbak.. mungkin lebih baik jika menyempatkan diri main ke sana …🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: