Posted by: deddyek | April 28, 2010

Wisata Kota Tua Jakarta

Setiap hari libur, beberapa lokasi favorit di Jakarta dengan biaya murah meriah menjadi serbuan warganya. Taman Merdeka Monas, Bundara Hotel Indonesia dan Wilayah Kota Tua, merupakah sebagian dari tempat-tempat favorit itu.

Minggu 25 Apr 2010, selepas menikmati car free day dengan berbagai kegiatan yang disajikan, sekitar pukul sebelas kurang seperempat diriku meluncur menuju kawasan kota tua Jakarta. Untuk menuju ke sana, sarana angkutan yang paling mudah adalah transjakarta bus-way. Cukup dengan Rp. 3500 sampailah ke tujuan akhir, terminal bus-way kota yang berada tepat di stasiun Jakarta Kota.

Kawasan kota tua merupakan suatu kawasan yang menjadi cagar budaya kota Jakarta. Berbagai bangunan tua peninggalan jaman kolonial masih berdiri tegak. Beberapa bangunan telah mengalami perubahan fungsi dari sebelumnya dengan menjadi museum-museum.

Wisata ke kota tua saat ini telah menjadi pilihan yang cukup menarik bagi warga Jakarta maupun luar Jakarta. Beberapa travel atau event organizer menyusun suatu paket wisata kota tua dengan tarif yang cukup murah.

Hari itu, diriku sempatkan untuk menikmati beberapa spot dari kawasan kota tua tersebut diantaranya :

Museum Bank Mandiri

Museum ini berada tepat di depan Halte Bus-Way Jakarta Kota. Museum ini menjadi tujuan pertamaku. Museum ini berisikan sejarah dari penggunaan mata uang dan alat transaksi, sejarah bank mandiri, koleksi uang kertas dan koin dari berbagai masa, dll.

Sthadius Plain

Puas keliling-keliling di Museum Bank Mandiri, diriku beranjak menuju Kawasan Taman Fatahillah atau Sthadius Plain. Untuk menuju ke sana cukup berjalan kaki. Hari itu di sana banyak sekali pengunjung. Mereka menikmati liburan dengan berphoto-ria, bermain sepeda ontel, jalan-jalan ke museum yang ada di sekelilingnya.

Museum Wayang

Sebentar menikmati Sthadius Plain, diriku menuju ke Museum Wayang yang berada di sisi barat dari Sthadius Plain. Di sana diriku mendapati berbagai jenis wayang dari berbagai daerah di Indonesia dan manca negara, seperti wayang kulit, wayang purwa, wayang golek, wayang boneka, dll.

Museum Fatahillah

Selepas sholat dzuhur di mushola yang berada di Museum Wayang, diriku beranjak menuju Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah). Sama seperti di museum sebelumnya, hari itu museum ini dipadati oleh para pengunjung lokal maupun asing. Museum ini menyimpan berbagai benda peninggalan kolonial seperti furniture, lukisan, senjata, dll. Selain itu berbagai prasasti yang ditemukan di Indonesia juga dipajang di berbagai ruang.

Museum Seni Rupa

Museum ini berada di sisi timur dari Sthadius Plain. Berbagai macam hasil karya senirupa dan keramik dipajang di sini. Sayang hari itu sudah terlalu sore, sehingga diriku hanya jalan-jalan di halamannya saja.

Laper .. ??

Hmm… setelah jalan-jalan dari satu museum ke museum lain, tentulah perut terasa lapar dan minta untuk diisi. Tidak usah khawatir. Di jalan samping barat Museum Sejarah Jakarta berderet tenda-tenda penjual makanan yang menyajikan berbagai menu pilihan.

Spot Lainnya

Sebenarnya masih ada beberapa spot yang menarik untuk dikunjungi kawasan kota tua seperti : Menara Syahbandar, Museum Bahari, Galangan VOC, Benteng Pagar Batas Istana Jayakarta dan Jembatan Kota Intan. Namun karena waktu sudah sore dan kaki sudah pegel, diriku putuskan untuk menyelesaikan solo-tour hari itu. Dan akan melanjutkannya di lain waktu.

Stasiun Jakarta Kota

Pulang ke rumah diriku sebenarnya ingin menggunakan transjakarta bus-way. Namun karena sore itu antrian di halte kota sudah sedemikian panjang dan bus yang ditunggupun sepertinya masih satu-dua, akhirnya aku menuju stasiun Jakarta Kota untuk menggunakan kereta ekonomi-ac menuju Duren Tiga.

Stasiun Kereta Api Jakarta Kota juga merupakan bagian cagar budaya yang dilindungi. Bangunan khas jaman kolonial ini nampak masih cukup indah untuk dinikmati.

Setelah membeli tiket, diriku bergabung bersama para penumpang yang lain untuk menunggu kereta sambil duduk-duduk di ruang tunggu. Keringatpun masih mengalir dan gerah terasa seluruh badan. Sebotol air putih dingin terasa segar begitu menyentuh kerongkongan.

Kereta pun datang dan para penumpang segera berebut menaiki kereta. Diriku berjalan perlahan menunggu keriuhan penumpang agak sedikit mereda. Dan alhamdulillah masih ada tempat duduk kosong.

Selama tiga puluh menit perjalanan kereta menuju Duren Tiga, diriku mencoba mengulas apa yang telah aku nikmati hari itu. Solo-tour dengan budget yang cukup murah namun menghadirkan beragam ilmu pengetahuan dan sejarah akan negeri ini. Untuk yang suka jalan-jalan dan mengunjungi museum, berkunjung ke kawasan kota tua dapatlah dijadikan alternative tujuan. So… try it.

============================================
photo by : deddy
============================================


Responses

  1. P E R T A M A X . . . . .
    enaknya muter-muter dengan udara sejuk.

  2. harus dirawat tuh..yah di renovasi..di tambahi accesories..biar kelihatan bagus…secara entertaintment…

    • iya betul sekali mas.. dari beberapa museum di kawasan kota tua, terlihat sekali kalo pengelolaannya masih belum bagus…

  3. Sebaiknya tempat-tempat tersebut dirawat dengan baik dan manajemennya lebih profesional lagi dalam pengelolaan aset bersejarah ini…

  4. museum indonesia di lewati mas?
    ngak kalah canggih and baguuus looh..!
    keep posted ya mas!

    • museum indonesia itu yang jl. merdeka barat ya ? ..

  5. mo tanya, cari mushola or masjid daerah situ mana ya…??
    di undang buka puasa bersama di cafe Batavia..

  6. kalo masjid sepertinya jauh dari lokasi tersebut. Tapi kalau mushola, sepertinya di cafe batavia ada.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: