Posted by: deddyek | April 29, 2010

Museum Bank Mandiri di Jakarta

Sekilas Sejarah :

Bagi yang sering wira-wiri ke kawasan Jakarta Kota, tongkrongan gedung besar bercat putih berarsitektur Art Deco ini sudah tidak asing lagi.

Gedung itu adalah Museum Bank Mandiri. Dulunya bernama Nederlandsche Handle Maatschappij NV. Bangunan ini didesain oleh arsitek Belanda yaitu J.J.J. de Bruyn bekerja sama dengan arsitek Belanda lainnya, A.P. Smits dan C. van de Linde. Gedung ini diresmikan pada 14 Januari 1933 oleh Presiden NHM kala itu CJ Karel van Aalst. Gedung ini direncanakan khusus sebagai kantor baru Nederlandsch-Indische Handlesbank (NIHB) yang sedang mengembangkan bisnisnya ketika itu.

Bangunan ini memiliki 4 lantai dengan luas 21.509 m2 di atas area seluas 22.176 m2.

Sebelum menjadi aset Bank Mandiri, dahulunya gedung ini merupakan kantor cabang Bank Bumi Daya (BBD).

Museum ini merupakan musem perbankan pertama di Indonesia. Dengan bentuk bangunan yang sederhana namun terkesan anggun ini, museum ini menawarkan pengalaman perjalanan seakan-akan menembus waktu ke sejarah masa lalu bank tersebut.

Lokasi :

Museum ini berlokasi di Jl. Lapangan Stasiun No.1 Jakarta Kota. Tepatnya persis di depan halte bus-way Kota atau di seberang Stasiun Jakarta Kota.
Telp. (021) 690 2000
Fax. (021) 690 5703
Email: museum@bankmandiri.co.id

Menuju ke lokasi :

Berbagai saran transportasi dapat digunakan untuk menuju ke museum ini. Yang menggunakan kendaraan umum seperti bus dapat mencari rute bus menuju Jakarta Kota dan turun tepat di museum ini. Untuk yang menggunakan kereta api, cukup naik kereta commuter jurusan Jakarta Kota dan turun di Stasiun Kota.

Operasional Museum :

Kecuali hari Senin dan hari libur nasional, museum ini dibuka untuk umum setiap harinya. Pengunjung dapat menikmati museum ini mulai jam 09:00 s/d 16:00.

Untuk masuk ke dalam museum pengunjung dikenakan bea masuk Rp. 2000 per orang. Khusus untuk pengunjung mahasiswa, pelajar dan anak-anak serta nasabah & pemegang kartu Mandiri/Mandiri Syariah dibebaskan dari bea masuk.

*************************************************

Setelah turun di hal bus-way Jakarta Kota, untuk mencapai Museum tersebut diriku harus melalui terowongan yang menghubungkan halte busway dengan arah ke stasiun dan museum. Lepas dari terowongan, diriku langsung menjumpai halaman museum Bank Mandiri.

Sekilas pandang hari itu beberapa pengunjung nampak mulai berdatangan ke museum. Petugas Keamanan yang melihat kedatangan para pengunjung dengan ramah mempersilahkan para pengunjung untuk menuju loket pembelian tiket dan penitipan tas. Begitu juga diriku.

Di ruang pembelian tiket, petugas akan meminta pengunjung untuk mengisi buku tamu. Petugas tersebut dengan ramah menginformasikan tarif yang berlaku dan pengecualiannya seperti di atas. Kemudian meminta para pengunjung untuk menitipkan tas yang dibawa dan meletakkannya di lemari yang telah tersedia.

Lantai Dasar

Setelah dari ruang tiket, pengunjung dapat langsung memasuki ruang museum lantai dasar. Setelah melewati anak tangga, suatu ruangan yang lebar dan luas langsung tersaji di hadapan pengunjung.

Di dalam ruangan tersebut ditampilkan berbagai peralatan yang digunakan oleh bank NH pada masanya.

Selain itu pengunjung juga dapat melihat maket gedung bank ini serta photo-photonya pada masa lalu.

Bagi yang berkecimpung di bagian akunting mungkin sangat tahu tentang Buku Besar. Namun di sini terdapat Buku Besar yang memang benar-benar berukuran jumbo. Mungkin dari sini, sampai sekarang nama Buku Besar itu digunakan sebagai istilah di dalam akuntansi … ??

Masih di lantai ini, pengunjung juga akan mendapati ruangan kas cina beserta dioramanya yang menggambar aktifitas perbankan yang dilakukan oleh warga etnis cina di jaman kolonial.

Lantai Satu

Puas muter-muter di lantai dasar, pengunjung dapat melanjutkan ke lantai satu melalui tangga yang telah disediakan.

Pertama kali masuk pengunjung akan mendapati diorama tentang proses penerimaan tamu di bank tersebut.

Di lantai ini terdapat beberapa koridor dan ruang-ruangan yang cukup luas. Kekhasan bangunan peninggalan kolonial semakin terlihat di sini.

Oh ya.. untuk memudahkan pengunjung, di beberapa tempat di lantai ini dan sebelumnya telah disediakan denah ruang museum.

Diriku langsung menuju koridor luar. Perpustakaan menjadi tujuan pertama. Begitu juga beberapa pengunjung yang lain. Hari itu memang lumayan ramai. Beberapa keluarga, rombongan kecil anak-anak sekolah
dan juga beberapa pasang turis asing nampak antusias mengamati setiap obyek yang disajikan di museum ini.

Koridor luar tersebut berbentuk letter-u mengikuti bentuk bangunan gedung ini. Dari koridor ini pengunjung dapat melihat taman belakang dari museum ini. Taman yang nampak rindang dengan rerumputan dan dilengkapi dengan beberapa sarana permainan anak.

Ruang perpustakaan berada di sisi selatan. Sepanjang koridor menuju perpustakaan, pengunjung akan mendapati beragam peratalan antik seperti : seterika, mesin materai brangkas kuno, kalkulator, dll.

Sampailah di perpustakaan. Di sana terdapat beberapa rak buku dengan beragam jenis buku. Ada juga beberapa set meja kursi untuk tempat membaca. Ruang khusus baca anak-anak juga tersedia di sana.

Puas melihat-lihat perpustakaan, pengunjung dapat keluar masuk dari satu ruang ke ruang lain yang berada di antara koridor dalam. Berbagai ruang menyajikan beragam obyek yang menarik untuk diamati.

Di sini pengunjung bisa mendapati ruang yang berisi beragam piala dan penghargaan atas bank ini.

Yang cukup menarik di salah satu ruang pengunjung akan mendapati silsilah dari Bank Mandiri. Proses pembentukannya dan sejarah bank asal pada jaman kolonial hingga sebelum merger menjadi Bank Mandiri.

Deretan puluhan bahkan mungkin ratusan photo dari direktur utama (presiden) dari bank Mandiri, bank-bank sebelum merger dan bank asal pada jaman kolonial dengan rapi di pajang di suatu ruangan yang besar.

Menuju ke sisi utara, pengunjung akan mendapati berbagai koleksi uang baik koin maupun kertas termasuk juga koleksi surat berharga dari jaman kolonial sampai sekarang.

Di sisi ini juga terdapat ruang-ruang yang menyajikan peninggalan jaman dahulu berupa ruang makan dan ruang pertemuan direksi bank.

*************************************************
Hampir semua ruangan di dalam Museum Bank Mandiri tersebut diriku sempatkan untuk masuki untuk melihat dan sekaligus menambah pengetahuan tentang sejarah bank, mata uang, surat berharga, peralatan perbankan jaman dulu, dll.

Perlu kurang lebih 1 s/d 1.5 jam untuk dapat mengitari semua ruangan yang ada di Museum ini. Namun antusias pengunjung terutama anak-anak sekolah yang begitu bergembira membuat suasana museum yang lengang menjadi lebih semarak.

Kaki dah terasa pegel dan rehat sejenak adalah pilihan yang baik. Sambil duduk berselonjor di kursi kayu yang ada di koridor lantai dasar dan menikmati sebotol teh dingin, membuat tenaga seakan terisi kembali.

Masih ada beberapa lokasi di kota tua yang ingin kunikmati siang hari itu. Setelah pegel hilang dan turun untuk mengambil tas di ruang penitipan, kunjungan ke Museum Bank Mandiri pun selesai.

Pak Petugas Keamanan yang selalu ramah, tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada para pengunjung yang keluar dari museum tersebut.

Siang itu lumayan panas. Dan langkah kakipun membawaku untuk menuju kawasan Sthadius Plain…

============================================
photo by : deddy
============================================


Responses

  1. P E R T A M A X . . . .

  2. bagus juga tuh untuk study tour anak-anak sekolah.

  3. Sangat menarik. Ijin copas ya min. Salam kenal. Tks.

    • silahkan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: