Posted by: deddyek | April 29, 2010

Stadhuis Plain di Jakarta

Stadhuis Plain yang dulunya merupakan alun-alun Balai Kota adalah tujuan berikutnya setelah menjelajah Museum Bank Mandiri.

Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Museum Bank Mandiri membuat banyak pengunjung yang memilih berjalan kaki daripada naik ojek yang berderet di depan Museum Bank Mandiri. Akupun demikian.

Menyusuri Jl. Lapangan Stasiun dengan melewati deretan beberapa pedagang kaki lima, diriku bisa melihat nampak keramaian di ujung sana. Setelah menyeberang jalan, dirikupun bersama-sama pengunjung yang lain teratur melewati trotoar yang berujung di lokasi parkir sepeda motor.

Benar juga, parkiran motor hari itu benar-benar membludak. Penjaga parkirpun sampai kerepotan untuk mencarikan ruang bagi motor pengunjung.

Jalanan di sebelah barat Museum Sejarah Jakarta ini telah terisi dengan deretan tenda penjual makanan dan minuman. Di antara tenda-tenda itu diriku melangkah saja untuk langsung menuju Stadhuis Plain atau Taman Fatahillah.

Sedikit kembali ke masa lampau, Stadhuis Plain merupakan suatu Taman Air Mancur yang berada di depan Stadhuis atau Balai Kota. Stadhuis sendiri sekarang telah berganti menjadi Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah.

Disebut Taman Air Mancur dikarenakan di tengah-tengah lapangan terdapat suatu bangunan kecil yang pada waktu dahulu berfungsi untuk memancarkan air. Airnya sendiri berasal dari kali Ciliwung yang ditampung di pancuran lalu dialirkan melalui gorong-gorong atau pipa.

Taman yang sekarang lebih mirip lapangan ini dahulu merupakan tempat berkumpul penduduk kota untuk menyaksikan beragam kegiatan seperti tempat yang sering dilakukan hukuman pada orang-orang yang bersalah terhadap kompeni dengan cara hukuman gantung atau hukuman pancung.

Kembali ke jaman sekarang, hari itupun lapangan itu menjadi tempat berkumpul warga Jakarta. Berbagai atraksi ditontonkan hari itu seperti reog, topeng monyet, dll.

Selain menyaksikan atraksi itu warga Jakarta juga memanfaatkan lapangan itu untuk bersepeda. Deretan penyewaan sepeda ontel tersedia di beberapa sisi lapangan. Pengunjung dapat menyewanya dengan harga tertentu untuk digunakan keliling kota tua ini atau sekedar photo-photo. Yang unik, penyewaaan sepeda tersebut juga sekaligus dengan topi-topi model orang-orang Belanda baik laki-laki maupun wanita.

Di lapangan itu terdapat beberapa replika Meriam. Para pengunjung sering kali menaikinya sambil berphoto-photo. Untuk anak-anak kecil, bermain-main di meriam itu tentunya sangat menyenangkan.

Di sisi sebelah utara dari lapangan ini nampak berdiri kokoh gedung Kantor Pos. Model dan arsitektur bangunannya sejenis dengan museum-museum yang ada disekitarnya.

Puas keliling taman ini sambil menikmati beberapa atraksi yang ada serta mencoba beberapa penganan yang ada di sana, tujuan selanjutnya pun telah menungguku. … hmmm… Museum Wayang …

============================================
photo by : deddy
============================================


Responses

  1. P E R T A M A X . . . . .
    asyik ya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: