Posted by: deddyek | April 30, 2010

Museum Wayang di Jakarta

Museum Wayang berlokasi di sisi barat dari Staduis Plain (Jl. Pintu Besar Utara No. 27). Museum ini juga menjadi salah satu tempat favorit untuk dikunjungi oleh warga Jakarta yang sedang menikmati liburan di Kawasan Kota Tua.

Gedung Museum Wayang ini dahulunya merupakan sebuah gereja bernama de Oude Hollandse Kerk yang dibangun tahun 1640. Bangunan berarsitektur kolonial ini kemudian mengalami perbaikan setelah terjadinya gempa besar dan kehancuran total. Perbaikan atau lebih tepatnya pembangunan kembali dilakukan pada tahun 1732 diikuti pergantian nama menjadi de Nieuw Hollandse Kerk.

Pada tahun 1939 bangunan ini diserahkan kepada Stichiting Oud Batavia setelah sebelumnya sempat direnovasi kembali oleh Bataviasche Genootshap van Kunsten en Wetenscappen, untuk dijadikan sebuah museum bernama Oude Bataviasche Museum.

Tahun 1957 gedung ini diserahkan kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia. Selanjutnya kembali diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 1962. Oleh Depdikbud, pada tahun 1968 kembali diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk dijadikan Museum Wayang. Museum Wayang sendiri akhirnya diresmikan pada 13 Agustus 1975.

Museum Wayang sesuai namanya tentu saja menampilkan koleksi ribuan bentuk wayang dari berbagai daerah bahkan manca negara.

Minggu siang itu diriku berkesempatan untuk berkunjung ke museum ini. Cukup dengan membayar tiket masuk Rp. 2.000 per orang, pengunjung bisa puas melihat-lihat aneka jenis wayang di dalamnya.

Setelah membayar tiket masuk, pengunjung langsung berjalan menuju suatu ruangan yang disebut Ruang Koleksi Masterpiece dan Ruang Koleksi Wayang Golek.

Di ruangan tersebut dipajang Wayang Golek Bandung dengan ukuran besar berupa tokoh Ramawijaya, Duryudana, Cepot, dll.

Selain itu juga ada koleksi Wayang Golek Purwa.

Lanjut ke ruang berikutnya berupa ruangan luar yang disebut Ruang Prasasti. Di sana terdapat beberapa prasasti di dinding dengan bahasa Belanda. Di sana juga para pengunjung beristirahat sejenak sambil mengira-ngira apa arti tulisan prasasti itu hehehe…

Selanjutnya pengunjung menuju Ruang Wayang Revolusi. Di ruang ini terdapat koleksi wayang semacam wayang golek dengan cerita utama perlawanan bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda.

Lepas dari ruangan itu terdapat Ruang Koleksi Gamelan Gambang Kromo. Satu set gamelan khas masyarakan Betawai ini dipanjang dengan rapi.

Melalui tangga, pengunjung dapat menuju lantai atas. Di sana pengunjung akan mendapati keloksi berbagai wayang kulit purwa dari berbagai daerah di Indonesia.

Begitu masuk kita akan langsung melihat suatu silsilah di dinding. hmmm.. itu disebut silsilah wayang purwa.

Beberapa koleksi wayang kulit di sana di antaranya :

=> Wayang Kulit Purwa Surakarta

=> Wayang Kulit Purwa Cirebon

=> Wayang Kulit Purwa Sidoarjo

=> Wayang Kulit Purwa Bali

=> Wayang Kulit Purwa Mojokerto

=> Wayang Golek Sunda

dan lain-lain.

Selain itu berbagai jenis tokoh pewayangan berupa wayang kulit dipajang berjejer di dalam ruang kaca yang menempel pada jalan menuju ke ruang wayang luar negeri dan boneka.

Di ruang koleksi wayang luar negeri, pengunjung akan mendapati deretan koleksi wayang kulit suriname yang berada di dalam lemari kaca besar.

Kemudian juga ada tokoh wayang Indrajit dalam bentuk wayang kulit Malaysia.

Berbagai boneka dari China, India, Polandia, dll juga mejeng di ruang koleksi boneka.

Pindah ke ruangan lain sambil sekalian menuju arah ke luar, pengunjung akan memasuki ruangan yang berisi gamelan dan sejarah perkembangan wayang. Di sini seperangkat gamelan di pajang dengan lengkap.

Sejarah perkembangan wayang dari jaman dulu sampai sekarang dipajang mengelilingi ruangan tersebut. Mulai dari wayang rumput sampai dengan wayang kulit.

Ruang koleksi wayang habis sampai di ruangan ini. Seperti mengucapkan selamat jalan, sebuah wayang golek raksasa dengan tokoh Gatot Kaca tergantung di dinding di pintu menuju ruang koleksi topeng.

Untuk turun ke pintu keluar pengunjung akan melewati lorong dengan lantai yang menurun. Nah.. di sana pengunjung masih bisa menikmati koleksi topeng-topeng dari berbagai jenis dan bentuk.

Di ruang terakhir menuju pintu ke luar, pengunjung masih mendapati diorama kegiatan pewayangan komplit.

Untuk yang ingin membeli souvenir, di dekat pintu ke luar terdapat outlet yang menjualnya.

Dan selesailah kunjungan ke Museum Wayang.

Hari itu diriku puas sekali berkunjung ke museum ini. Semua ruang dan koleksi telah kunikmati dan itu mendatangkan tambahan wawasan akan budaya pewayangan di negeri ini.

Next …… lanjut ke Museum Sejarah Jakarta …

============================================
photo by : deddy
============================================


Responses

  1. P E R T A M A X . . . . .
    wah lengkap juga ya koleksi wayangnya.
    tentang semarang http://simpanglima.wordpress.com/2010/05/02/semarang-in-the-picture/

    • kalo di semarang rekomendasi obyek wisata yang bisa dikunjungi opo mas ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: