Posted by: deddyek | May 6, 2010

Semangat Hari Ini

.. Selepas subuh mentari pun terbut. Hangat sinarnya masih belum terasa karena sepoi angin masih berhembus ringan.
   
  Laju kereta semakin cepat. Tak peduli berdesakan penum-pangpun memenuhinya. Hanya demi satu tujuan, untuk sampai di tempat pencaharian tepat waktu.
   
  Di jalanan, laju angkutan semakin kencang. Dengan gas yang berkali-kali ditekan keras hingga membisingkan pagi itu. Di sekilingnya, mobil-mobil tak kelah cepat untuk berpacu. Sementara sepeda motor dengan gesit seakan melompat dari ruang ke ruang lain di jalanan. Tujuannya pun sama, untuk sampai di tempat pencaharian tepat waktu.
 
Mesin-mesin, meja, komputer dan aneka prasarana kerja lainnya telah menunggu. Sebuah ruangan yang panas atau ber-AC telah membuka pintunya. Pagi itu juga mereka seharusnya berada di sana. Di dalam ruang bersama prasarana kerjanya dan suatu target yang harus diemban.
 
Ketika pintu di buka atau ketika mesin absensi telah dinyalakan, aneka rupa wajah dengan berbagai ekspresi dan aneka warna polah dengan berbagai aksi, menyiratkan beragam makna.
 
Ada yang tersenyum dan semangat untuk ke sana. Ada yang datar dan santai-santai. Dan ada pula yang cemberut dan penuh keluh kesah.
 
Hmm… itulah manusia. Dan itu wajar. Dan itulah kita, saya dan mungkin anda.
 
Waktu mulai berjalan dan sedikit-demi-sedikit kumpulan tugas mulai berdatangan. Namun karena kedatangan mereka di-setting dengan stelan yang berbeda, maka penyikapannyapun berbeda.
 
Mereka yang semangat menghadapi harinya, akan dengan lahap menghabiskan semua tugas. Secepat mungkin. Dan berkata “Aku siap aku siap aku siap” (kaya spongebob squarepants di pagi hari)
 
Mereka yang santai-santai saja, akan menaruh tugas itu di samping meja kerja untuk dikerjakan nanti-nanti saja. Ah… masih banyak waktu kok…
 
Dan mereka yang telah kehilangan semangat, sungguh itu menjadi semacam bencana di pagi hari. Jangankan ingin untuk mengambil meski untuk mengesampingkannya, melihat dan mendengarkannyapun terasakan laksana beban. uhhhgg…
 
Hmm… itulah manusia. Meski itu tidak sewajarnya. Dan terkadang itulah kita, saya dan mungkin anda.
 
Mencoba melihat ke orang lain, bagaimana cara mereka menikmati hari dengan kesuksesan, mungkin itu sedikit membantu ditengah ketidakwajaran itu.
 
Pekerjaan adalah sesuatu yang rutinitas ditemui setiap hari. Meski mungkin dengan yang itu-itu saja mendatangkan kejenuhan. Menghindarinya adalah suatu kesalahan. Tapi mengerjakannya dengan keterpaksaan adalah suatu keburukan.
 
Secangkir kopi yang hangat, segelas teh yang manis, atau apapun yang menjadikan hari kita lebih semangat, mungkin perlu dicoba sebelum memulai hari. Mungkin itu akan membuat wajah yang datar dan cemberut menjadi berseri. Menarik nafas dengan dalam lalu mengeluarkannya kembali diiringi senyuman yang ikhlas, mungkin bisa menambah separoh semangat dengan instan.
 
Selain itu, bagi seorang muslim, sholat dhuha adalah sebuah pilihan yang pas. Keletihan dan beragam rasa yang menghasilkan bad-mood, seakan luruh dengan dinginnya air wudlu. Beban yang berat akan terasa lebih ringan seiring gerakan sholat yang khusyuk. Dan semangat yang menurun akan menjadi bangkit kembali, bersama doa yang terpanjatkan.
 
Memulai hari dengan semangat, mungkin bisa menjadi awal yang baik untuk sukses hari ini. Penundaan dalam melaksanakan tugas atau aktifitas yang hanya karena kurang semangat dan bad-mood, hanya akan menjadi beban baru dan mengakumulasi beban yang ada.
 
Hari tidaklah selalu pagi. Berganti ke siang, sore dan malam adalah sunnah-Nya. Alangkah indahnya ketika di sore atau malam hari, di saat mereka kembali berpacu menuju rumah untuk bersua keluarga, telah menyelesaikan tugas dengan sempurna. Sehingga ketenangan terasa di perjalanan dan senyum merekah masih tersisa untuk dibawa ke rumah.
 
Teringat cuplikan sebuah puisi dari Kahlil Gibran :
 
“Kerja adalah cinta yang mengejawantah.
Dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cinta,
hanya dengan enggan,
maka lebih baiklah jika engkau meninggalkannya,
lalu mengambil tempat di depan gapura candi,
meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan sukacita.”
 
Semoga hari ini esok, lusa dan seterusnya mereka selalu mengisi harinya dengan semangat dan cinta.
 
Mereka itu bukan orang lain … mereka mungkin saya, anda dan kita.
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: