Posted by: deddyek | May 30, 2010

Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon

Selepas meninggalkan Masjid Merah Panjunan, dengan menggunakan ojek, diriku langsung menuju Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Masjid yang sama tuanya dengan Masjid Merah Panjunan dan dibangun sekitaran tahun 1480 juga.

Lokasi masjid tersebut Jl. Kraton Kasepuhan No. 43, Kota Cirebon. Lokasi masjid tersebut tidak jauh dari Kraton Kasepuhan.

Adzan Pitu, begitulah warga Cirebon menyebutnya dan menjadi salah satu daya tarik masjid ini. Yaitu adzan yang dikumandangkan oleh tujuh orang muadzin secara bersama-sama pada waktu masuk sholat Jumat. Konon ketika kumandang adzan diperdengarkan pertama kali setelah selesai pembangunan masjid, sang muadzin mendapat perlawanan dari syaiton. Berkali-kali hal itu terjadi dengan beberapa muadzin yang berbeda. Karena itu para ulama waktu itu memutuskan untuk melawan syaithon dengan melakukan adzan yang dikumandangkan oleh tujuh orang sekaligus.

Entah benar atau tidak, begitulah kisah yang dipercaya masyarakat sekitar dan begitulah yang dituturkan oleh pengurus masjid kepadaku waktu singgah di sana.

Bagian luar terutama pagar masjid ini masih asli dan mirip-mirip dengan Masjid Merah Panjunan. Bata berwarna merah ditata sedemikian rupa dengan nuansa akulturasi arsitektur Hindu dan Islam.

Di hari-hari biasa selain hari jumat, hanya pintu belakang masjidlah yang dibuka dan dari sanalah jamaah dan pengunjung masjid dapat masuk ke dalam. Akupun demikian, dengan diantar pak tukang ojek, masuklah ke dalam dan bertemu dengan pengurus masjid. Setelah mengisi buku tamu dan menjelaskan maksud kedatangan, pengurus masjid mengizinkanku untuk meng-explore bagian dalam masjid ini.

Suasana gelap dan kurang terang dari masjid ini langsung terasa. Meski begitu terlihat banyak jamaah yang berdzikir di bagian serambi masjid. Dan lebih banyak lagi yang tidur-tiduran.

Bagian serambi masjid adalah bangunan tambahan dari masjid ini. Di sana terdapat sebuah ukiran kaligrafi ayat al-quran berukuran besar.

Untuk masuk ke dalam ruang utama sholat masjid ini, di sana terdapat sembilan pintu kecil yang ukurannya cukup hanya satu orang dewasa. Hari itu hanya satu pintu yang dibuka yaitu di sisi kanan masjid atau di sisi di mana sumur yang digunakan untuk mengambil serta tempat berwudlu jaman dahulu berada.

Begitu masuk ke dalam ruang sholat utama, suasana sunyi senyap langsung terasa. Tidak ada suara dan tidak ada kebisingan. Hanya ketenangan yang ada. Mungkin itulah mengapa di hari-hari tertentu banyak jamaah/peziarah yang datang kemari.

Deretan tiang-tiang masjid yang besar, yang konon terbuat dari kayu tatal langsung terlihat. Masing-masing tiang atau pilar kayu tersebut sekarang ditopang oleh empat besi penyangga untuk menguatkan.

Diriku beberapa kali menengok ke atap. Di sana begitu banyak kayu terlihat membentang ke beberapa sisi untuk menghubungkan pilar-pilar yang ada.

Hal yang spesial lagi adalah mimbarnya. Mimbar yang terbuat dari itu sudah berumur ratusan tahun. Dan satu lagi adalah ukiran yang berada di atas mihrab. Konon ukiran tersebut dibuat oleh Sunan Kalijaga.

Puas meng-explore ruang sholat utama, diriku keluar melalui pintu yang sama. Duduk-duduk sebentar diriku bersama pak pengurus masjid sambil menyerahkan infaq untuk masjid ini.

Pak pengurus masjid sekilas menceritakan tentang berdirinya masjid ini. Dulu, kata beliau, masjid ini dibangun atas prakarsa Sunan Gunung Jati. Untuk membangunnya, Sunan Gunung Jati mendatangkan ratusan orang dari Demak. Bahkan Sunan Gunung Jati juga meminta Sunan Kalijaga untuk menjadi arsitek masjid ini. Oleh karena itu, model pilar-pilar masjid yang berupa kayu tatal mirip dengan pilar di Masjid Agung Demak.

Meski sekilas beliau menceritakan sejarah masjid dengan dibumbui berbagai cerita mistiknya ..🙂 .., sedikit banyak aku dapat gambaran tentang sejarah penyebaran Islam di Cirebon yang dimulai dengan pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini.

Berikut beberepa photo tentang masjid ini.

============================================
TAMPILAN EKSTERIOR
============================================

============================================
TAMPILAN SERAMBI
============================================

============================================
TAMPILAN RUANG SHOLAT UTAMA
============================================

============================================
photo by : deddy
============================================


Responses

  1. Subhanallah, rindu sekali akan suasana Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang kira2 8 / 9 tahun lalu saya I’tikab di sana.. kesunyian alami terasa sekali saat malam tiba, nuansa bathin yang akan menemani disaat Ibadah malam di sana.. Insya Allah fikiran jadi tenang, dan banyak manfaatnya deh.. Insya Allah kalau ada Rizkinya, sehat jg senggang waktunya, mau tuh ke sana lg.. Amien .. Insya Allah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: