Posted by: deddyek | June 14, 2010

Kebun Raya Bogor (Part-3)

Taman Lebak Sudjana Kassan

Tujuan selanjutnya suatu taman yang berada di bagian paling utara dari Kebun Raya Bogor. Taman tersebut bernama Taman Lebak Sudjana Kassan yang dibangun pada 18 Mei 1988. Taman ini dibangun sebagai penghargaan atas Sudjana Kassan seorang ahli biologi yang menjadi orang Indonesia pertama yang memimpin pengelolaan Kebun Raya Bogor ini pada tahun 1985.

Taman ini ada dua bagian. Bagian atas dan bawah. Di bagian atas terdapat semacam tempat untuk merambatkan tanaman. Tempat ini juga sebagai tempat istirahat dan menggelar tikat bagi pada pengunjung. Hal ini karena kerindangannya oleh taman-tanaman yang merambat di atasnya.

Turun dari tempat tersebut melalui anak tangga, langsung disuguhi sebuah patung kepala Sudjana Kassan.

Di bagian bawah terdapat taman yang cantik. Rerumputan hijau terhampar di seluruh area. Di tengah-tengah taman terdapat tanaman bunga yang cantik yang ditata sedemikian rupa. Beberapa tanaman menarik juga tampak tumbuh di beberapa sisi taman.

Sekitar 10 menit diriku jalan-jalan di taman itu. Untuk keluar dari taman itu terdapat sebuah jembatan yang tidak begitu besar.

Diriku pun melaluinya. Tak juah dari situ terdapat jembatan yang lebih besar. Namanya Jembatan Surya Lembayung.

Bunga Raflesia

Tak jauh dari Jembatan Surya Lembayung terdapat pertigaan. Dengan berjalan ke arah timur terlihatlah di sana sebuah petunjuk tentang lokasi di mana Bunga Raflesia sedang mulai mekar.

Semenjak di pintu luar, salah satu atraksi yang ditawarkan kepada pengunjung adalah melihat mekarnya Bunga Raflesia. Bunga raflesia yang mekar saat itu berjenis raflesia padma besar. Yang menarik, mekarnya bunga tersebut terjadi di luar habitatnya. Biasanya bunga tersebut tumbuh di hutan tropis basah berkelembaban tinggi.

Bunga berjenis ini pertama kali ditemukan oleh Thomas Stanford Raffles dan seorang ahli botani bernama Joseph Arnold pada tahun 1818 di kawasan hutan Manna di Bengkulu.

Kembali ke perjalanan, diriku pun mendapati lokasi tersebut dan masuk ke dalamnya. Terdapat di sana beberapa petugas dan juga satuan keamanan yang menjaga dan mengarahkan pengunjung.

Melalui jalan yang agak becek dengan di kiri kanannya dipenuhi pepohonan, sampailah di lokasi.

Di sana terdapat sebuah shelter sederhana. Di dalamnya terdapat sebuah televisi yang menampilkan secara langsung perkembangan mekarnya bunga tersebut. Sebuah kabel panjang teruntai menuju ke suatu tempat tak jauh dari shelter tersebut. Di sana sebuah pagar membatasi. Nampaknya hanya petugas dan para peneliti yang diizinkan untuk melihat secara langsung dari dekat.

Untuk yang ingin mengabadikan, petugas membantu para pengunjung untuk satu per satu menyerahkan kameranya kepadanya untuk diambilkan gambar bunga yang sedang mekar tersebut.

Dengan sabar petugas tersebut melayani satu persatu pengunjung. Dirikupun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan gambar bunga raflesia yang mekar tersebut.

Waktu sudah hampir jam 11:30, setengah jam lagi waktu dzuhur tiba. Aku putuskan untuk meninggalkan lokasi tersebut. Keluar melewati jalan yang sama saat masuk tadi, nampak beberapa pengunjung lokal maupun turis asing berdatangan. Mereka sepertinya juga ingin melihat mekarnya bunga raflesia.

Jembatan Gantung

Keringatku mengalir semakin deras seperti mengalirnya air di sungai yang membelah Kebun Raya Bogor. Botol kedua pun aku buka. Segelas teh hijau botol terasa segar. Sambil istirahat sejenak di sebuah batu, diriku teguk nikmatnya teh hijau itu. Sementara lalu lalang pengunjung setiap menit terasa semakin banyak.

Kembali aku melangkahkan kaki. Masih sama suasana dan panoramanya. Pepohonan hijau masih menemani di kedua sisi jalan.

Dari jauh terdengar suara keriuhan yang menyibak derasnya suara air. Dirikupun kian mendekat. Dan jelas terlihat di sana. Sebuah jembatan gantung berwarna merah membentang. Beberapa remaja terlihat asyik berphoto ria, sementara sebagian lain menyeberanginya. Tak terkecuali juga beberapa orang dewasa dan tua, yang menunggu antrian untuk menyeberang atau sekedar berphoto dengan latar jembatan itu. Maklum, kapasitas jembatan itu hanya bisa untuk 15 orang dalam sekali waktu.

Diriku sempatkan untuk mengambil beberapa photo dari jembatan favorit pengunjung tersebut.

Untuk selanjutnya meneruskan perjalanan menuju ke masjid.
Masjid Besar di Kebun Raya Bogor

Dalam perjalanan menuju ke masjid pun, masih ku temukan ciptaan agung dari Sang Pencipta, Allah SWT. Pepohonan hijau menghampar seperti tidak ada habis-habisnya. Sebuah pohon besar dengan akar yang cukup panjang terlihat di sana. Saking panjangnya akar tersebut, hingga tampak menggantung dari atas ke bawah.

Tepat menjelang waktu dzuhur sampailah di sebuah masjid yang cukup besar. Lewat pintu belakang, dirikupun segera bergegas ke sana. Masjid tersebut lokasinya tidak jauh dari Lapangan Astrid. Jadi cukup mudah dijangkau. Namun hari itu diriku masuk dari sisi belakang.

Masjid tersebut cukup besar dan sepertinya bangunan baru. Dahulu, sekitar tujuh tahun lalu, di lokasi tersebut hanya ada masjid kecil. Namun sekarang telah tersedia masjid yang berkapasitas besar untuk dapat menampung para pengunjung yang akan menunaikan sholat.

Waktu dzuhur pun tiba dan adzanpun dikumandangkan oleh seorang muadzin yang merupakan pengurus masjid tersebut. Para pengunjung pun mulai berdatangan untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Air wudlu yang dingin menghadirkan kesegaran baru. Dirikupun bergabung dengan para pengunjung lain untuk menunaikan sholat dzuhur berjamaah siang itu.

… bersambung ….

========================================================
photo : deddy
========================================================


Responses

  1. hijau… HIJAU…. hijau…

  2. nice report…

    Taman Lebak Sudjana Kasan dikenal juga dengan nama Taman Garuda. Tepat di tengah taman, diantara patung dada pak Sudjana dan kolam air mancur, tanaman ditata sedemikian rupa hingga membentuk gambar seperti burung garuda. (ada di gambar pertama postingan ini)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: