Posted by: deddyek | September 20, 2010

Mudik & Idul Fitri di Cepu

“Kami atas nama segenap pimpinan kabupaten Blora, mengucapkan selamat datang kepada warga kabupaten Blora yang kembali dari perantauannya untuk berlebaran dan bersilaturahim di kampung halamannya”.

Hmm..🙂 baru kali ini ada sambutan seperti di atas dari pimpinan daerah di dalam rangkaian kegiatan sebelum sholat ied.

Memang benar juga, idul fitri tahun ini, alhamdulillah kotaku Cepu tercinta benar-benar dipenuhi oleh para warganya yang kembali ke kotanya. Ritual mudik / pulang kampung, dengan membawa segenap keluarga, seakan menjadi salah satu cara untuk menikmati kebersamaan setelah sekian lama merantau, berjuang dan mencari nafkah di luar kota Cepu.

Mulai H-3, lalu lintas kendaraan di Cepu mulai terasa padat. Tak terhitung berapa banyak mobil berplat nomor B memasuki kota Cepu hingga menyelusup ke gang-gang kecil di perkampungan warganya. Dan tak terhitung pula berapa ribu orang yang turun dari kereta api di stasiun Cepu untuk selanjutnya menyebar kesegenap pelosoknya.

Sebagai kota kecil yang relatif tenang dari hiruk pikuk, hari-hari itu seakan berubah. Keriuhan, kemeriahan, keriangan dan senyum-senyum bahagia hadir di sana. Antar tetangga saling bersapa dan bertanya “kapan sanak saudaranya datang ?”, para keponakan saling bertanya pula “kapan om/paklik/pakde/tante datang ya ?”… dan kemudian pertanyaan-pertanyaan itu mengalir ke stasiun kota dengan berdering telepon-telepon yang menanyakan jadwal kedatangan kereta api. Suara dering handphone seakan tak berhenti dari satu rumah ke rumah lainnya, sekedar menyampaikan informasi rencana kedatangan. Semua diiringi rasa bahagia. Ada semacam semangat yang menggelegar untuk menyambut mereka-mereka yang dirindu dan di cinta.

Begitulah mungkin yang dirasakan pak Bupati atau pak Camat. Entah dengan mode transportasi apapun warganya datang, mau dengan kereta eksekutif yang aman, mau dengan kereta bisnis/ekonomi yang seg-segkan, atau mau dengan bus, kendaraan pribadi atau rentalan yang dilalui dengan bermacet-macetan, mereka semua adalah warga Blora atau warga Cepu khususnya ..

Kedatangan mereka memberikan efek yang nyata dalam menyambut hari kemenangan, hari raya Idul Fitri. Selain kesakralan makna idul fitri dan silaturahim, ada perputaran ekonomi yang dahsyat di sana. Para pedagang makanan, pakaian baik besar atau kecil, baik restoran atau warungan, selalu siap sedia untuk berpartisipasi di dalamnya. Tak salah jika setiap pagi, warung-warung pecel selalu diserbu dan habis hanya dalam beberapa jam saja. Tak salah juga jika beberapa restoran atau rumah makan yang biasanya tak begitu ramai pun, sampai kalang kabut dan kehabisan makanan. Tak salah juga, jika kerabat tercinta begitu bahagia menerima lembaran-lembaran berharga..:) …

Mudik atau Pulang Kampung memang luar biasa. “Demi” menghabiskan ratusan ribu atau jutaan rupiah, mereka rela mengantri tiket berdesak-desakan. Demi itu pula mereka rela bermacet-macetan puluhan jam di jalanan. Dan demi itu pula mereka rela menghabiskan sisa cuti tahunannya bahkan meninggalkan hari kerjanya… :)… Tapi .. semua itu akan terbalaskan tunai berupa hangatnya kebersamaan di kampung halaman, berupa syahdunya menjalinkan silaturahim kembali bersama kerabat dan tetangga, dan tak ketinggalan berupa nikmatnya aneka makanan kampung yang tersaji di hari raya.

Namun waktu pun segera berlalu… tak selamanya mereka tinggal di kampung itu… Jakarta, Surabaya, Semarang atau manapun tempat perantauan telah memaksa mereka untuk kembali lagi. Meninggalkan kerabat tercinta dan tetangga. Wajah-wajah sedih dan tak sedikit berlinang air mata terpampang jelas di setiap laju mobil yang meninggalkan pekarangan dan di setiap kedatangan kereta atau bus yang akan membawa pergi…

Pelukkan hangat sang kakek/nenek kepada cucunya, ayah/ibu kepada anaknya, suami kepada istrinya dan kerabat dengan kerabatnya, seakan selalu diiringi bisikan untuk kembali suatu hari nanti,… untuk menebarkan kebahagian seperti beberapa hari ini.

Taqabbalallahu minna waminkum.. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.
Mohon Maaf Lahir Batin.


Responses

  1. […] Mudik & Idul Fitri di Cepu « SEMANGAT YANG MENYEGARKAN […]

  2. […] Mudik & Idul Fitri di Cepu « SEMANGAT YANG MENYEGARKAN […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: