Posted by: deddyek | September 23, 2010

Menikmati Malam di Taman 1000 Lampu

Berkunjung ke Cepu, tidaklah lengkap tanpa menikmati keramaian pasar kaget yang ada di salah satu taman kota. Di taman yang membelah Jl. Raya RSU menjadi dua jalur beda arah ini, tiap malam menampilkan semaraknya pasar yang menyajikan aneka jualan. Lampu-lampu yang meneranginya dengan jumlah yang cukup banyak, menjadikan taman ini mendapat julukan Taman 1000 Lampu.🙂 .

Jika ditulisan sebelumnya, diriku tidak sempat menikmati malam hari di Taman 1000 Lampu ini, dalam rangkaian mudik tahun ini, bersama keluarga diriku sempatkan main-main ke sana. Sekedar untuk menikmati keriuhan malam minggu selepas Idul Fitri dan tentu saja beberapa aneka kuliner khas kota Cepu yang ada.

Hujan yang turun selepas waktu Isya itu, tak menyurutkan langkah warga Cepu untuk mendatangi taman tersebut. Ratusan motor dan puluhan mobil berjejer parkir di tepian jalannya.

Bagi anak-anak kecil, lokasi taman bermain menjadi menu utamanya. Aneka jenis permainan anak ada di sana. Mulai dari boom-boom car, komidi putar, kereta-keretaan, biang lala, kolam bola, dll. Suasana ceria tentu hadir di sana, meski tak sedikit pula anak-anak yang menangis merengek untuk bermain-main lagi…🙂.

Berjalan ke arah timur hingga sampai di sisi depan RSU, di sanalah merupakan kumpulan warung-warung makanan lesehan maupun angkringan. Semuanya berbaur dengan aneka penjual pakaian, CD musik/film, petasan, sepatu/sandal, dll.

Di tepian jalannya, berderet gerobak penjual martabak, getuk, dll. Aneka macam martabak baik martabak telor, bangka, manis, dll. selalu diserbu pembeli. Pun begitupula makanan aneka getuk yang ada. Getuk lindri, getuk pisang, berpadu dengan aneka makanan tradisional seperti tiwul, tentu saja dapat mengobati kerinduan akan makanan di waktu kecil.

Menyusuri keramaian di sisi-sisi warung-warung tenda, di sana tampak begitu banyak warga Cepu beserta keluarganya dengan ceria duduk lesehan menikmati hangatnya makanan khas kota ini. Aneka hidangan ikan bakar, nasi sambel tempe penyet, pecel, gurame bakar, merupakan menu-menu yang hampir dapat didapati di semua warung-warung. Di tambah kehangatan wedang jahe atau ronde, serasa pas untuk malam yang dingin tapi semarak itu.

Murah, meriah dan suasana yang akrab hadir di sana. Bagi yang ingin menikmati makanan restoran/rumah makan, tak usah khawatir pula. Di kedua sisi jalan seberang taman, beragam rumah makan atau restoran siap menyambut. Mau bakso, sate, chinese-food, padang, hmmm.. siap untuk tersaji…🙂

Suatu kemeriahan dan kehangatan malam di kota Cepu, yang menyatukan segenap warganya di dalam keakraban. Mengunjungi taman 1000 lampu …, salah satu cara sederhana untuk menikmati kebersamaa seluruh keluarga.


Responses

  1. Makasih info kota Cepu nya…website ini bisa menjadi obat kangenku kepada kota Cepu yang udah saya tinggalkan hampir 28 tahun,tulis terus setiap perkembangan kota Cepu biar warganya yg diperantauan mengetahuinya…SALAM

    • sama-sama mas.. dan terima kasih dah mampir di web ini. 🙂

  2. Hampir dua minggu awal,,,makan malam selalu ditaman,,dengan menu yang sama,, pecel ayam,,hehehe

    • setiap kali mudik, saya dan istri sering nyempati makan di situ. tempe penyetnya bolehlah ..🙂

  3. emang lain dari pada yg lain rasanya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: