Posted by: deddyek | April 18, 2011

Masjid Agung Nurul Ikhlas di Cilegon

Jika kita melewati jalan tol Jakarta Merak dan ketika kita mendekati daerah Cilegon Timur, dari kejauhan di sebelah kiri kita akan terlihat empat menara tinggi khas Timur Tengah berada nun jauh di sana. Beberapa kali ketika diri ini melakukan perjalanan ke Cilegon, menara-menara itu selalu menarik perhatian.

Adalah Masjid Agung Cilegon tempat di mana menara-menara itu berdiri. Entah telah berapa kali diri ini ke Cilegon, belum sempat singgah ke masjid ini.

Hari itu, minggu 17 April 2011, kebetulan ada rencana untuk menghadiri Walimatul ‘Ursy seorang rekan di Cilegon. Karena meeting pointnya di Masjid Agung ini, dan rencananya setelah menghadiri acara tersebut, rombongan akan singgah untuk sholat dzuhur di masjid, maka kesempatan itu tak akan diri ini lewatkan untuk menikmati ibadah dan meng-explore beberapa sisi dari masjid ini.

Sekelumit Tentangnya

Masjid Agung Cilegon sebenarnya sudah berdiri sejak lama bahkan menurut beberapa informasi, masjid ini telah ada sejak jaman penjajahan. Dahulu kala bentuk masjid ini sangatlah jauh dari bentuk sekarang. Awalnya menara masjid ini hanya pendek saja. Kemudian setelah melalui perombakan pertama dan kedua, masjid ini memiliki sebuah menara yang lumayan tinggi.

Setidaknya tiga kali masjid ini telah mengalami renovasi. Dan yang terbesar lebih tepatnya disebut perombakan total, karena bentuk bangunan masjidnya jauh berbeda dengan yang dahulu.

Tanggal 02 Februari 2006, pemda Cilegon memulai pembangunannya. Tiga tahun kurang lebih pembangunan masjid agung ini dilaksanakan. Setidaknya sekitar 23 miliar rupiah anggaran yang digunakan untuk pembangunan masjid ini. Dan akhirnya pada 27 Maret 2009, masjid agung ini yang bermnama Masjid Agung Nurul Ikhlas diresmikan penggunaannya oleh Menteri Agama RI H. Maftuh Basuni dan Walikota Cilegon H. Tb. Aat Syafa’at.

Lokasi

Masjid ini terletak di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa 2 di kota Cilegon. Jika kita keluar tol Cilegon Timur lalu menyusuri jalan menuju ke arah kota, setelah kita melalui daerah pertokoan dan perniagaan kota ini, dari jauh menara masjid ini akan menyambut.

Tepat di seberang rumah dinas Walikota Cilegon, di area seluas 3600 m2 masjid agung ini berdiri.

Tampilan Eksterior

Yang mencolok dan menjadi daya tarik dari masjid ini adalah ke empat menara kembar masjid.

Masjid ini memiliki tiga lantai yaitu lantai basemen (1.175 m2), lantai dasar (1.372) dan lantai satu (1.073 m2). Di lantai basemen, di sana terdapat tempat wudlu dan toilet. Lantai dasar digunakan sebagai ruang sholat utama. Sementara lantai satu digunakan untuk ruang sholat wanita atau tambahan ketika sholat jumat atau ied dilaksanakan.

Dari pintu gerbang area, kita bisa langsung bisa melihat pintu utama masuk ke dalam masjid.

Dari bagian luar masjid ini terdapat tangga dan jembatan dan jalan akses langsung menuju ke lantai satu masjid ini. Pintu utama masjid ini terdiri dari empat buah pintu besar yang langsung terhubung ke ruang sholat utama.

Masjid ini memiliki satu buah kubah yang berwarna hijau yang diapit oleh keempat menaranya. Kubah masjid hijau ini mengingatkan pada kubah pertama masjid Nabawi.

Di halaman masjid ini terdapat area parkir. Namun karena luasan terbatas, daya tampung kendaraanpun juga terbatas pula.

Tampilan Interior

Beranjak menuju ruang sholat utama, kita bisa mendapati ruangan yang bernuansakan putih. Ruangan yang luas tanpa tiang yang menyangganya kecuali di bagian serambi dan selasar.

Sekitar 2000 jamaah tampaknya bisa ditampung di ruangan ini dan ruang lantai satu.

Semua lantai masjid ini terbuat dari marmer. Sementara itu lengkungan-lengkungan berwarna dominan putih hitam abu-abu menghiasi hampir di setiap sisi dan sudutnya.

Ruangan lantai satu juga terlihat dari ruang sholat utama ini.

Di bagian mihrab, di sana terdapat semacam ornamen dan bentuk lengkungan seperti kubah masjid. Dua buah tiang putih berdiri di sana. Sementara sebuah mimbar kayu, berada diujung salah satu sisinya.

Nuansa putih hitampun juga dijumpai di ruang selasar. Lengkungan-lengkungan berwarna putih hitam dan abu-abu tetap mendominasi ruangan tersebut.

Di tengah ruang sholat utama, jika kita melihat ke atas, di sana terdapat bagian dalam dari kubah masjid. Nuansa putihpun mendominasi di sana mengelilingi ornamen berbentuk lingkaran yang berada tepat ditengahnya. Kaca-kaca patri juga tampak menemani di setiap sisinya.

*********************

Masjid Agung Nurul Ikhlas kota Cilegon. Di antara berbagai kawasan industri, pabrik dan perniagaan, ia menjadi salah satu landmark dari kota ini. Semoga melalui tingginya menara yang ada semakin tinggi pula syiar islam di kota. Dan melalui luas dan nyamannya ruang sholat masjid ini, mampu meneduhkan hati warganya dan mengalirkan semangat positif untuk selalu meramaikannya.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: