Posted by: deddyek | May 12, 2011

Hari Itupun Tiba

.. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar Rum : 21).

*****************************************

Hari itu masih pagi buta. Mentari pun masih enggan bersinar. Namun langkah terasakan ringan. Meninggalkan langgar kembali ke rumah. Senyum merekah hadir di sana. Beragam wajah larut dalam bahagia. Meski lelah terlihat dibaliknya. Untuk sebuah hari yang kan tiba.

 
Getaran itu semakin nyata. Antara percaya dan tak percaya. Saat karunia datang segera. Alloh telah mudahkan segala.
 
Sekali lagi bertanya. Mimpikah ini ? … Hanya dengan getaran di dada jawaban itu ada. Inilah hari yang dinanti. Saat dua hati yang terkait, hendak disatukan dalam ikatan suci.
 
Lantunan doa terpanjatkan sungguh. Tatkala hati berharap penuh. Dalam dekapan ba’da zhuhur bersimpuh.
 
Hari itu pun tiba.
 
Menatap wajah seorang ibu. Yang diwajahnya telah tergurat lelah perjuangan. Yang dirambutnya telah putih memudar. Yang diraganya mulai lemah terasa. Namun tidak dengan hatinya, yang selalu melantunkan doa sepenuh jiwa. Namun tidak dengan senyumnya, terasa merekah sebahagia hatinya. Dia seorang ibu, yang hari itu akan melepas buah hatinya untuk berjalan bersama seorang yang akan menjadi teman hidupnya.
 
Menatap wajah seorang pria paruh baya. Yang tersenyum bahagia. Yang tegas terpancar di rautnya. Yang tangkas di setiap langkahnya. Yang teguh dan bersahaja. Namun hari itu, mungkin terasa berat baginya, terasa tak percaya di hatinya dan mungkin terasa sedih merenda. Dia seorang ayah bagi seorang gadis muda yang akan dilepasnya, yang akan dilimpahkan tanggung jawab atasnya dan mungkin akan segera jauh dari pelupuk matanya.
 
Sementara di sebuah kamar nan putih bersih, di sanalah seorang gadis muda berada. Yang dirinya, mungkin tengah gelisah menanti. Menanti sebuah hari saat seorang asing yang akan bersanding di sisi. Seorang asing yang tak begitu dalam ia kenali. Seorang asing yang akan mengajaknya pergi. Degupan jantungnya, mungkin kan berpacu.
 
Mitsaqon ghalizan … sebuah perjanjian yang kuat tatkala kedua tangan saling bersalaman menggenggam, tatkala mata saling menatap pasti dan tatkala ijab dibalas dengan qabul.
 
Hari itu Alloh telah mengkaruniakan nikmat tuk hambanya. Sebuah kebahagiaan tuk dua keluarga. Sebuah tanda kekuasaan-Nya untuk renungan semuanya.
 
Wajah putih bersih duduk di sisi. Seiring putih gaun nan anggun berhiaskan bunga-bunga nan indah. Senyum merekah ada di sana. Bersama haru biru memancar.
 
Saat lirik mata tertuju … Ya Rabb, hari ini telah Kau sempurnakan setengah dien kami. Dan ia, ialah yang terbaik yang Kau pilihkan. Dan ia, ialah munajat cinta ini.
 
Hari itu telah tiba …
 
Bahagia dan keharuan terpancarkan dalam senyum canda dan tetes air mata. Saat dua jemari saling menggenggam, seakan siap tuk memulai perjalanan. Saat dua hati bersanding, bertaburkan doa dari sesama, dalam birunya nuansa walimatul ‘ursy.
 
“Baarakallahu laka, wa baarakallahu ‘alaika, wajama’a bainakumaa fii khaiir”
 
“Aamiin ya Rabb” …
 
(21 April 2011 / 14 Jumadil Awal 1432 H)
 
 

Responses

  1. “ya Allah kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan mencinta amalan yang mendekatkan kami kepada-Mu” amiin ya allah…

    Semangaatt..

  2. teringat kembali keharuan hari itu.. :’-)

    • 🙂 luv u so much honey …🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: