Posted by: deddyek | June 10, 2011

Stasiun Cepu, Di mana Bahagia dan Haru Berpadu

Ia tentu saja kalah besar di banding Gambir, Semarang Tawang, Pasar Turi, Bandung ataupun Tugu. Ia tentu saja kalah megah dibandingkan mereka. Tapi warga Cepu, ia sama pentingnya dengan mereka. Dari sanalah sebagian warga memulai perjalanan untuk menjelajah pulau ini atapun hanya sekedar beranjang sana di daerah sekitar.

Entah sejak kapan ia berdiri di kota kecil ini. Namun yang jelas mulai dari kakek nenekku, beliau-beliau telah naik turun di tempat ini. Atau bahkan jauh sebelum beliau-beliau itu ada, geliat bangunan itu telah terasa.

Stasiun Cepu adalah nama bangunan itu. Sebenarnya di Cepu ada dua stasiun. Stasiun yang pertama menghubungkan Cepu dengan Blora. Sementara stasiun Cepu yang sekarang menghubungkan jalur Semarang – Surabaya. Sayangnya stasiun Cepu yang pertama sudah tak berbentuk. Jadi tinggalah stasiun yang nampak berdiri di desa Balun, Kec. Cepu, Kab. Blora ini yang menjadi stasiun utama di Kab. Blora.

Teringat pada masa kecil, tatkala ortu mengajak diriku main-main ke stasiun ini. Kebetulan ortu pernah bertugas sebagai PPKA di stasiun ini. Ada beberapa hal yang menarik bagi diriku kecil dulu saat diajak ke stasiun itu ataupun saat mau diajak berkereta api menuju stasiun terdekat seperti Bojonegoro atau Wadu.

Menara telekomunikasi yang tinggi menjulang selalu aja tak luput dari pandanganku. Entah apa yang membuatnya begitu menarik perhatianku. Namun yang jelas setiap kali selesai memandanginya, kepala ini terasa berputar.🙂

Melihat-lihat beragam tuas yang ditarik oleh petugas PPKA membuatku selalu berusaha melongok dari luar jendela ruang PPKA. Sepertinya seru, pikirku waktu itu. Pernah coba iseng-iseng mendekat dan mencoba mengangkat, hmmm.. ternyata berat sekali bagi anak kecil seusiaku dulu hehehe.

Tak seru jikalau main ke stasiun Cepu kala itu tanpa mampir ke toko yang menjual aneka makanan dan minuman yang oleh orang-orang biasa disebut bufet. Ada beberapa toko kala itu yang berdiri di sana.

Tatkala malam hari diajak ke sana, dan ketika melihat kereta api Mutiara lewat, diriku senang sekali melihatnya. Sambil berujar kepada ortu, “kapan ya diajak naik kereta itu”. Ortu hanya tersenyum sambil berkata, “hanya orang-orang besar yang boleh naik kereta itu. nanti kalo kamu dah besar mungkin bisa. tapi syaratnya sekarang harus jadi anak baik dan pinter belajar ya … “…🙂

Begitulah sekelumit kenangan masa kecil tentangnya.

Beranjak ke masa kini, tatkala setidaknya sekali setahun diriku pulang ke kampung halaman. Bangunan yang kokoh dan tinggi selalu menyambut seiring perasaan bahagia bertemu keluarga.

Menatap para penjemput rizqi yang menawarkan ojek ataupun becak, diriku melihat betapa harap ada di sana. Sayangya setiap kali itu pula, diriku selalu ada yang menjemput. Entah ortu atau adik yang selalu sedia menjemput anak atau kakaknya ini.

Begitu pula saat diriku mesti berpisah meninggalkan kampung tercinta. Tak jarang derai air mata mengalir dari wajah-wajah yang menyayangiku. Begitupun haru mendera dadaku menatap kesedihan mereka karena kepergianku kembali ke Jakarta.

Halaman parkir yang luas ada di disi baratnya. Dulunya belum ada pagar yang permanent seperti sekarang. Hanya sekedar kawat BRC yang membatasi area parkir dengan jalan. Saat ini pagar permanen yang kokoh berdiri di sana.

Saat ini kisah itu menghadirkan cerita baru. Kali ini seorang yang tercinta selalu hadir di sana saat kepergian dan kedatanganku. Wajah bahagia menyambut dan sedihnya melepas, ada di sana.

Suatu nuansa yang meliputi diriku dan keluargaku. Suatu nuansa pula yang meliputi mereka-mereka yang ada di sana saat menyambut dan melepas sanak saudaranya.

Ada beberapa kereta yang datang pergi dari stasiun ini. Mulai dari yang ekonomi seperti Tawang Jaya atau yang bisnis seperti Kertajaya, Rajawali dan Gumarang, sampai dengan yang eksekutif seperti Sembrani ada di stasiun ini. Untuk kereta jarak dekat ada KRD Express Blora Jaya 1 dan 2.

Selain untuk aktifitas transportasi penumpang, pemandangan yang sering dilihat adalah lalu lalang kereta yang membawa minyak. Dulu kala, biasanya pada waktu kereta minyak ini datang ke Cepu, puluhan orang berlarian mengejar dan naik ke atas tangkinya. Mereka masuk ke dalam tangki atau memutar kran luar tangki untuk mendapatkan sisa-sisa minyak. Suatu perjuangan besar dengan mengorbankan jiwa demi mendapatkan rizqi bagi keluarga.

Teringat pula akan depo lama yang telah tua termakan zaman, manakala ribuan kelelawar meninggalkan rumahnya itu. Berterbangan di langit Cepu. Entah kemana mereka pergi. Suatu cara mereka untuk mendapatkan makanan dan kembali esok harinya.

Begitupun warga kota ini, berawal dari stasiun ini, meninggalkan kota tercinta untuk “anjajah deso milangkori” berjuang di luar sana, sebagai suatu ikhtiar demi meraih kehidupan keluarga yang lebih baik lagi. Dan untuk kembali suatu hari nanti.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Responses

  1. Sebelumnya salam kenal mas Deddy….
    saya sangat terharu dengan tulisan anda…dari sini jugalah saya berangkat merantau ke
    Jakarta 27 th yg lalu diiringi derai air mata ortu dan sanak saudara…
    terima kasih gambarnya bagus2….

    • salam kenal juga mas…🙂
      bagi para perantau seperti kita, saat2 seperti benar2 mengharukan …🙂

  2. Numpang mampir ya mas,,,
    *Sedang di cepu u/ sertifikasi di Pusdiklat Migas CEPU

    • nggih mas. matur nuwun sudah mampir.🙂

      • Tapi susah juga mas bolak-balik cepu saat2 sekarang,,,gak kebagian tiket KA Sembrani/ Gumarang,,habis semua,,trpaksa naik bis Pahala Kencana deh,,jam 2 sg brangkat dr jakarta,,,smpenya besok pagi,,,lama sekali….. ;(

      • Sekarang saya sudah balik kembali ke Ibukota,,,
        Banyak hal indah mas slama disana,,,

  3. 🙂 semoga suatu hari bisa main-main lagi ke cepu mas. dan semoga kota cepu kian berkembang menjadi lebih baik lagi.
    sukses selalu mas.

  4. Salama kenal Mas, baru kali ini saya dapat tulisan mengenai kota kelahiran Ibu saya ini, terlebih mengenai kereta dan stasiunnya. Entah kenapa, transportasi ini seakan mampu bercerita mengenai kenangan-kenangannya. Saya sendiri belum pernah pulang dengan kereta ke cepu, tapi insyallah besok saya pulang dengan kereta (first experience) hehe. Sayangnya kepulangan saya dari adelaide kali ini karena kabar duka. Eh jadi curhat maaf mas. Oh a mas saya mau tanya stasiun yang disinggahi ka gumarang sbelum cepu apa ya? Saya takut terlewat stasiunnya. Terima kasih mas..

  5. semoga mas sekeluarga diberi ketabahan.
    sebelum cepu gumarang berhenti di semarang mas. (+/- 2.5 jam dari semarang ke cepu).

    • salam kenal ya mas.. terima kasih telah memberikan informasi ttg kota cepu
      stasiun inilah kedua orangtuaku mengantar aku pergi untuk merantau..
      salam kenal dr andy – Ketapang kalimantan Barat.

  6. Salam kenal ya mas,,,
    Saya mau tanya, ada ngga kereta kelas eksekutif rute Jakarta-Cepu?
    Trus beli tiketnya bisa pas mau berangkat aja ngga? atau mesti pesan dulu? maaf bnyk tanya mas, soalnya nih pertama kali mau ke Cepu😀

    • Salip duluan ah dari yang punya blog,,hehehe

      Ada bro Andi,,,tp sekarang harus dari Gambir semua.
      KA Sembrani dan KA Gumarang.
      Dari harga sedikit lebih mahal Sembrani.
      Kalo berangkat lebih awal Gumarang (kira-kira jam 6 sore), sedangkan Sembrani lebih malam (sekitar jam 8 malam).
      CMIIW.

    • salam kenal juga mas ..
      @mas mahesa .. makasih replynya ..🙂
      sekedar info saat ini kereta eksekutif dan bisnis bisa dipesan 90 hari sebelum hari keberangkatan. Efeknya, kursi untuk weekend apalagi longweekend, cepet habis biasanya.
      Tapi untuk hari-hari kerja, biasanya masih banyak kursi yang belum terjual di hari H. jadi bisa beli saat hari H.

      • Lebaran tahun kemarin, karena loading kerjaan baru memungkinkan pulang ke Jakarta H-2,,, Saya beli tiket sembrani Rp. 500.000,-,,,itu juga belinya 2 miggu sebelum keberangkatan.

  7. sekarang lebih mantap lagi mas. 90 hari sebelum hari H sudah dijual tiketnya. Harganya pun fantastis Rp. 700rb per orang.

  8. nglajo donk om,

  9. wonorejo..mas broo

    • balun srikaton mas ..

  10. aku wonorejo mas…seneng rasane duwe wadah sing iso mengingat kehangatan dan keindahan kota tercinta..cepu my city my home..suwun nggih mas brow

  11. Oowwhh?ini ya stasiun cepu?wahh bagus juga stasiunya?bersih,terang,wlau pun sya blum pernah kesana tpi pas liat gambar” tsb?wahh saya acungkan kedua jempol saya?insya Allah nanti bulan Juni saya akan ke Cepu, main ke rumah saudara saya yg berada di sana?mudah”an jadi berangkat?….

    • iya mas .. alhamdulillah, stasiunnya sekarang lebih bagus dan nyaman. Sugeng rawuh (selamat datang) di cepu mas. Jangan lupa icip-icip kulinernya ya ..🙂 hehehe

  12. Waaah setasiun cepu. Bikin kangeeen aja. Teringat mas kecil. Kalo liburan sekolah, pasti ke rumah eyang yang di mbalun nggodang (ibu saya asli dari cepu), dekat stasiun. Dan sering diajak Om main di bengawan. atau, kadang main di sekitar stasiun, dimana waktu itu masih ada depo untuk sepur kluthuknya. Ntah sekarang. Masih ada apa nggak yaa..? Sudah hampir 30 tahun saya nggak ke cepu lagi. Terakhir saya ke cepu nyekar ke tempat eyang… Rasanya kok pengin ke cepu lagi…

  13. cepu itu kota yang sangat menyenangkan,dri dulu mencoba merantau,tp tetep balik ke cepu,dan akhirnya kerja dicepu juga.dulu saya & temen2 membuat kumpulan”Paguyuban Pemuda Cepu”yg anggotanya jg dri temen2 cepu,kami buat itu krn ats dsar memiliki rasa kesamaan,krn di cepu dsktrnya bnyak perusahaan yg masuk, dan kryawan yg direkrut itu dri blora&bojnegoro,tp dri cepu sendiri sangat sedikit.contoh sewaktu pemkab blora adakn program pelatihan gratis di pusdiklat migas cepu, banyak pemuda cepu yg tidak tahu,karena tidak dishare ke kecamatan2.Saat itu saya teman saya ke Depnakertransos,melihat kebenaran ada gk info program pemkab itu,saat saya ke salah seorang pegawai,dia menjawab tidak ada info apapun soal program itu,tp saya msih belum percaya,saya tanya ke pega

    • wai itu menjawab,”ada mas ditempel ditempat pengumuman”,trus aq sdkit ksal tnya lg,”dimana pak,soale disitu gk ad”,trus orang itu nganter ketmpat pengumumannya,dia kaget,soalnya waktu itu yg nempel dia,trus pgwai itu msuk kantor dan brtnya ke temannya,kebetulan temannya itu,yg pegawai pertama saat aq tanya info dan yg mnjwb tidak ada.”Pak,pengumuman pelatihan itu kq gk ad,jenengan tahu Pak?”,temannya mnjwb dg muka malu&agak trbata-bata jwbnya,”eee…eee..tak copot Bu”,lsg aja sya dengan nada kesal lsg ngomong,”lho pak,td bapak saya tanya jwabnya gk tau+gk ad info apapun,mksd bapak apa?biar masyarakat lainnya gk tau info itu????klo ad info tolonglah dishare dimedia cetak ato elektronik,ato lwat kecamatan2,klo kyk gini yg dari kcamatan lain gk tau,berarti ini hanya dikhususkn buat orang blora aja!!!,pegawai itu jwb,”ya gak gitu mas,kita gk sempat & dana operasionalnya gk ad”.trus aku jwb,”lha uang sukarela dikotak utk pembuatan kartu kuning buat apa???,mereka mjwb,”maaf ya mas,ats kjadian ini”.
      dan ternyata benar perkiraan saya,yg lolos utk pelatihan di pusdiklat migas kebanyakn dri blora,dari cepu ato kecamatan lainnya sedikit,kebetulan saya lolos dan 5 dri cepu.

  14. saya minta tolong mas,klo ada info lowker ato pelatihan,dishare ya mas,biar teman2 kita dicepu biar tahu,matur suwun.
    salam cah cepu leh…

  15. sampean seneng sepur nggeh?
    post jalan sepur minyak cepu dong.!

  16. Cepu menarik.penDuduk nya keras,tapi bersahabat,,bulan ramadhan tahun 2014 adalah perkanalan ku dengan kota cepu,panas tempat nya,mungkin seperti itulah karakter arya penangsang dulu ya mas,hehehe,,tapi orang nya nyedulur kok,saya kangen pengen kesana,gara” supermarket nya kebakaran,jadi saya nggak bisa pameran di sana,1000 kisah di cepu

  17. Makasih banyak info tentang CEPU……Liburan Desember sy mau ke Rembang(reuni keluarga) adanya naik kereta ekonomi Cepu Ekspress dari SBY-CEPU. Mohon info kontak HP penginapan yg murah dekat stasiun dan RENTCAR mnuju Rembang???

  18. salam kenal dari saya ariyanto.I LOVE CEPU,kota kecil ku tempatlahir dantempat ku belajar ,dari pengalaman merantau dari 2006 di surabaya teman teman pekerjaanq memangilku CEPU(karean dari desa CEPU) sampai sekarang menikah dan punya anak disemarng temen temen q masih memanggilku cepu.panggilan akrab dan saya bangga dilahirin dicepu dikota kecil yang damai tenram jauh dari keributan.saya suka dengan apa yng mas DEDDY mengenalkan kota kecil tempat kelahiranku dengan artikel yang mas buat.hebat acung jempol

  19. kapur tulis menggung city atau Blok M


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: