Posted by: deddyek | June 22, 2011

Masjid Kampus UGM

Sholat Ashar sore itu begitu nikmat. Berdiri di dalam rapatnya barisan sholat. Segenap wajib dan rukunnya terlalui begitu khidmat. Dari takbiratul ihram hingga salam. Dinginnya lantai dan semilirnya angin sore membuat diri ini serasa betah di sana. Tapi sore itu, diriku tak sendiri. Bersama seorang wanita yang menjadi teman hidupku sekerang dan kami saling mencintai karena Ar Rahman Ar Rahiim.

Sore itu kami berada di Masjid Kampus UGM. Lokasi pertama yang kami kunjungi selama kami berada di kota Jogjakarta.


**************************

Selepas turun dari taksi kamipun segera masuk ke areal kampus UGM. Suara azan untuk sholat ashar mulai dikumandangkan. Kami percepat langkah dan bergegas menuju masjid tersebut melalui sisi utara. Di sana halaman yang luas laksana taman menyapa kami. Aneka pepohonan berdiri di sana menghadirkan kerindangan dan kesejukan.

Dari sini kami berpisah untuk mengambil air wudlu dan selanjutnya menuju ke ruang sholat masing-masing. Setelah menitipkan tas dan sandal, diriku langsung menuju ke ruang sholat utama di lantai dasar. Sementara istriku menuju ke lantai atas, tempat untuk jamaah wanita menunaikan sholat.

Tak lama kemudian iqomat berkumandang dan barisan sholatpun langsung tertata rapi. Dari ujung ke ujung penuh dengan jamaah. Selepas sholat jamaah dan berdzikir, satu per satu jamaah meninggalkan ruang sholat.

Sementara itu diriku sempatkan sejenak untuk menikmati interior masjid ini sambil mengabadikan beberapa sisinya.

Sebuah ruang sholat yang luas tanpa dinding di kedua sisinya. Dari sini terlihat lantai atas berbentuk letter-U pada sisi samping dan belakang.

Sebuah lampu berbentuk lingkaran tergantung di atapnya berhiaskan ornamen khas islam di sana.

Di bagian sisi masjid, di sana terdapat puluhan tiang yang fungsinya selain untuk estetika juga untuk menopang lantai atas. Tiang tersebut ada yang besar dan ada yang kecil. Pada tiang yang besar pada bagian bawahnya berwarna hitam dan bagian atasnya berwarna keemasan. Suatu kaligrafi ayat al-quran melingkar membatasi kedua warna pada tiang tersebut.

Di bagian paling depan terlihat jelas bagian mihrab dari masjid ini. Sebuah ruangan cekung berhiaskan lengkungan terlihat indah di sana. Apalagi dipadu dengan ornamen biru dan kuning pada dinding mihrabnya. Sebuah jam besar dan mimbar kayu berada di kedua sisi sampingnya.

Puas menikmati pesona interior masjid ini, diriku segera beranjak keluar. Sebuah koridor cantik dengan tiang-tiang kecil yang berwarna hitam dan merah muda. Lengkungan-lengkungan khas Timur Tengah, berhiaskan ornamen berwarna merah dan kuning melengkapi keindahan masjid ini di kedua sisinya.

Selepas mengambil tas dan sandal, diriku beranjak menuju halaman masjid tempat di mana diriku dan istri akan bertemu. Di antara pepohonan yang berada di halaman masjid, terlihat lambaian dan senyum manis sang istri di sana. Diriku segera menghampirinya dan kami putuskan untuk menikmati masjid ini dari sisi luarnya.

Di sisi utara masjid ini tepatnya di ujung koridor, tampak sebuah bedug biru berukuran besar di sana.

Melihat ke atas, tampak kubah masjid berbentuk limasan khas arsitektur Jawa.

Kamipun lanjut berjalan-jalan di halaman depan masjid. Dari sini kami bisa melihat betapa megahnya masjid ini yang konon kapasitas ruang sholat dan halamannya bisa menampung 10.000 jamaah.

Masjid yang didirikan pada Mei 1998 hingga digunakan pertama kali pada Desember 1999 ini, memiliki sebuah kolam di kolam air mancur di sana. Pahatan bertuliskan huruf araf berlafaz Alloh berada di tengahnya.

Keindahan tampilan masjid ini akan semakin lengkap tatkala air mancurnya hadir. Beruntung sekali bagi kami, saat menjelang kami beranjak pulang, memancarlah air mancur tersebut. Kami sempatkan berphoto-photo di sana sebagai kenangan.

Bahagia sekali kami bisa berada di Masjid Kampus UGM ini, meski kami bukan mahasiswa kampus ini🙂..

Waktu sudah menunjukkan jam empat kurang seperempat. Sebenarnya kami masih betah berlama-lama di sini. Namun cuaca sore itu yang cukup mendung, kami putuskan untuk menyudahi kunjungan kami di masjid ini.

Berjalan melalui anak tangga yang berudak-undak, sekali lagi kami masih disuguhi pesonanya. Lengkungan besar berdiri tegap di sana laksana gerbang masuk menuju masjid ini.

Sungguh perjalanan menyenangkan bagi diriku karena inilah pertama kali diriku singgah di masjid ini. Bagi istri tercinta, kenangan selama menuntut ilmu di Jogja, juga ada di sini.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Responses

  1. jadi pengin kesana lagi nih, hehe…

  2. Kapan ya bisa Sholat disana !!! Rugi jg nich….Mesjid belum selesai dibangun saya sudah lulus. Padahal mulai dibangun hampir setiap hari melintasi lokasi mesjid sepulang kuliah naik kopata no 4….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: