Posted by: deddyek | September 20, 2011

Sedapnya Nasi Pecel di Kota Cepu

Orang Indonesia mana yang tidak tahu makanan khas ini. Orang Jawa mana yang tidak doyan akan makanan ini. Dan tentu saja para perantau mana yang tidak kangen akan makanan ini.

Nasi Pecel (Sego Pecel) … Kuliner khas Jawa ini memang tiada duanya. Perpaduan aneka sayuran rebus nan hangat ditambah siraman sambel kacang yang merah menggoda, disantap bersama nasi putih yang masih mengepul .. Hmmmm … benar-benar nikmat … apalagi ditemani dengan aneka lauk yang terhidang … Wow …


………..

Mentari pagi masih belum terbit. Dinginnya angin yang berhembus serasa menggoda malas untuk terus menjangkiti. Namun semua itu mesti dilawan dengan bangkit dari pembaringan, keluar dari rumah dan berjalan menembus kabut yang menghalang. Dan tatkala sinar mentari hadir menembusnya hingga merasuk ke dalam raga, saat itu semangat pagi kan menyala.

Menyusuri lorong-lorong jalan nan sepi hingga sampai di keriuhan jalan utama kota, disuguhilah pandangan kita akan banyaknya titik di mana orang berkumpul. Beberapa sepeda ontel ataupun sepeda motor dan tak jarang yang beroda empat terparkir ditepian jalan seperti hendak menanti sesuatu.

Suara tawa dan riuh pembicaraan sering kali mewarnai penantian itu. Senyum gembira nampak terlihat bersama langkah kaki atau laju kendaraan yang membawanya. Beberapa bungkus kuliner hangat nampak tersemat di tangannya.

Pun juga kami berdua, melajutkan sepeda motor kami menyusuri kota Cepu tercinta. Kerinduan kepada kuliner tersebut mengalahkan kemalasan kami untuk keluar mencarinya. Sebagai perantau yang lama tak pulang ke Cepu, lidah kami terasa kangen akan sedapnya kuliner itu.

Sepanjang perjalanan kami dapati banyak warung atau pojok-pojok yang menjualnya. Mulai dari pojok-pojok kampung, tepian jalan, sekitaran pasar dan stasiun kereta, hampir tak ada yang sepi. Dan setiap orang di sana termasuk kami, telah memiliki warung favorit di mana kami akan menikmati kuliner tersebut.

Beberapa dari penjual kuliner tersebut telah ada di sana sejak turun temurun. Mereka nampak menikmati dan begitu akrab dengan para pembelinya. Makanya, suasana keakraban akan terasa begitu kita masuk ke dalamnya. Duduk dan menikmati apa yang disajikannya.

Kebetulan pagi itu adalah Idul Fitri hari ke dua. Jalanan memang agak sedikit sepi. Tapi tidak dengan warung-warung kuliner itu. Mereka buka pagi-pagi sekali. Dan para pembelipun tak mau kalah untuk datang pagi-pagi pula. Kangen akan nikmatnya kuliner tersebut ditambah kebosanan akan makanan lebaran yang penuh santan dan lemak, membuat warung tersebut menjadi tempat pelarian yang pas untuk sarapan pagi.

Salah satu warung Nasi Pecel yang berada tak jauh dari Bruk Basin menjadi incaran kami. Lokasinya berada ditepian jalan membuatnya mudah untuk diakses. Baru setengah enam pagi, tapi antrian pembeli sudah begitu padat.

Pagi itu kami bermaksud untuk menyantap hangatnya nasi pecel di tempat dan membawa beberapa bungkus untuk ortu di rumah.

Penjual nasi pecel tersebut nampak begitu sibuk melayani pembeli baik yang mau makan di tempat ataupun yang mau membawa pulang. Suasana riuh dan ramai mewarnai pagi itu. Setiap pembeli terus berbicara untuk mengingatkan sang penjual akan pesanannya. Sementara itu para pembeli yang lain terus berdatangan dan ingin juga dengan segera mendapatkan kuliner pagi itu.

Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya beberapa pembeli yang telah menyelesaikan makannya berdiri. Dan kamipun langsung beranjak untuk menempati tempatnya.

Sambil menunggu pesanan kami, segelas teh manis hangat yang telah kami pesan sebelumnya segera kami seruput. Saat itu, pandangan kami melihat ke beberapa lauk yang ada di sana. Nampak sate telor pindang ada di sana. Sementara di bagian lain tersedia aneka jeroan goreng yang menjadi favorit beberapa pembeli. Bagi kami tempe goreng panas, tempe gembus panas serta aneka kerupuk dan peyek terasa begitu menggoda.

Hingga datanglah pesanan kami. Seporsi nasi pecel yang membuat air liur kami serasa mengalir. Nasi putih dengan diatasnya aneka sayuran seperti kecambah, daun singkong, kacang panjang, dan lain-lain, ditambah taburan serundeng lalu disirami dengan sambel kacang nan pedas, membuat kami tak sabar untuk segera menikmatinya.

Dan .. bismillah … perlahan kamipun mulai menikmati kuliner utama kota Cepu. Alhamdulillah .. luar biasa rasanya. Entah karena kami telah lama tak menikmatinya, atau karena benar-benar enak, kuliner tersebut terasa begitu nikmat di mulut kami. Hingga dengan cepat kami pun selesai melahapnya.

Segelas teh manis hangat segera menyusulnya mendarat di mulut kami. Dan bersamaan dengan itu, keringatpun mulai mengalir membasahi.

Udara pagi yang dingin telah berubah menjadi hangat dan panas ditubuh kami. Warung yang kian penuh orang membuat suasana menjadi gerah. Kamipun segera beranjak untuk memberikan kesempatan bagi pembeli lain yang masih mengantri.

Kami langsung saja menyelesaikan pembayaran dan mengambil pesanan nasi pecel bungkus yang hendak kami bawa ke rumah.

Lega rasanya begitu keluar dari warung tersebut. Udara yang bebas terasa segar untuk memenuhi paru-paru. Apalagi ditambah perut sudah terisi kuliner spesial favorit kami.

Jalanan sudah mulai ramai. Dan para pembelipun tak jua berkurang malah semakin ramai hingga memenuhi halaman parkir tepian jalan. Kami segera lajukan sepeda motor kembali ke rumah sambil sekaian menyusuri bagian lain dari kota Cepu.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Responses

  1. wah ini info kuliner yg hebat, mohon ijin foto pak edy sy upload di grup kuliner cepu :

    http://www.facebook.com/groups/kulinercepublora

    • silahkan pak …

  2. info kuliner yg hebat….salam

  3. Pak Deddy, kulo penasaran sama njenengan. Jadi pengen ngobol lama dg njenengan. Kulo Mas Cip 081 329 485 333


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: