Posted by: deddyek | October 24, 2011

Menikmati Malam di Melayu Square

Sore kian beranjak ke petang, seiring langkah kami meninggalkan Masjid Raya untuk menuju kawasan tepian pantai. Sepanjang perjalanan, kami mendapati suasana ramai yang mulai terasa. Jalanan kian padat oleh motor dan mobil. Sementara beberapa angkot juga tak mau kalah untuk ikut terlibat. Kerumunan orang mulai terlihat di beberapa titik. Sepertinya mereka sedang menuju ke suatu tempat yang menjadi salah satu ikon kuliner di kota Tanjung Pinang. Tempat itu adalah Melayu Square.

Hari itu sabtu sore .. dan kami akan menikmatinya di sana.

Melayu Square sendiri merupakan pusat kuliner utama di kota Tanjung Pinang. Letaknya yang spesial yakni dekat dengan pantai, menjadikan daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Ditambah lagi, sajian aneka kuliner khas melayu yang dapat dinikmati dengan duduk-duduk di pelataran atau tepian pantai dengan beratapkan langit, sungguh menghadirkan nuansa berbeda bagi pengunjungnya.

Melayu Square buka pada sore hingga malam hari. Jikalau siang ke sana, tentulah hanya sepi yang didapati. Bahkan kursi-kursi dan meja plastik yang ada (terutama di sisi pantai), tak akan ditemui.

Tak butuh waktu lama bagi kami untuk sampai di sana. Beberapa papan penanda Melayu Squre ada di sana. Sehingga kamipun tak ragu, kalo tempat itulah yang dimaksud.

Kawasan tersebut kian sore kian ramai. Tampak begitu banyak kendaraan yang berseliweran menuju lokasi tersebut. Mereka sedang mencari tempat parkir yang “disediakan” di sepanjang jalan. Lalu lintas agak tersendat sore itu, tapi tidaklah itu mengurangi antusiasme pengunjung untuk mendatanginya.

Kami lantas masuk ke dalam area Melayu Square. Nampak di sana beberapa balai tersedia. Sepertinya balai tersebut difungsikan sebagai tempat makan lesehan.

Dan yang dominan tentu saja banyaknya meja dan kursi plastik yang ditata sedemikian rupa di tempat terbuka.

Sementara itu deretan warung-warung penjual makanan berada disekeliling area tersebut.

Sebelum menentukan menu apa yang akan kami coba petang itu, kami berjalan ke satu per satu warung yang ada sambil melihat menu-menu yang ditampilkannya. Beragam menu ada di sana mulai dari seafood (seperti udang, ikan, kerang, gonggong, dll), nasi/mie goreng, aneka martabak, pempek sampai minuman khas melayu (teh atau kopi tarik) ada di sana.

Setelah keliling-keliling, langkah kami terhenti pada penjual teh/kopi tarik. Kebetulan di dekat warung tersebut, terdapat meja yang kosong. Petang itu kami memilih teh tarik dan kopi tarik hangat sebagai teman menikmati menu pisang goreng coklat dan pempek. Kebetulan di samping warung teh/kopi tarik tersebut, terdapat warung penjualnya.

Sambil menunggu pesanan kami datang, kami menikmati sedikit atraksi ibu penjual teh/kopi tarik memperagakan bagaimana ia membuat minuman tersebut. Asyik juga ya …🙂 .. Tapi susahlah kalo gak ahlinya bisa-bisa minuman yang ditarik-tarik tersebut tumpah ga karuan. Sementara itu pelayannya nampak sibuk melayani pesanan dan mengantar pesanan ke sana ke mari.

Memang bener banget kalo teh atau kopi tarik itu merupakan minuman khas masyarakat melayu dan tidaklah lengkap rasanya, berkuliner tanpa meneguk hangatnya teh atau kopi tarik tersebut. Oh ya.. selain disajikan hangat, kedua minuman tersebut juga cocok disajikan dingin. Buktinya .. banyak pengunjungnya yang memesannya. Tapi untuk kami, yang hangat aja deh ..

Dan akhirnya, datanglah pesanan-pesanan kami. Hmmm… segelah teh tarik hangat, segelas kopi tarik hangat, sepiring pisang goreng coklat dan seporsi pempek.

Kamipun segera menikmati sajian tersebut. Hangatnya teh tarik langsung mendarat di kerongkongan. Perpaduan teh dan susu yang kemudian dicampur dengan cara ditarik-tarik dari satu gelas ke gelas lainnya, sungguh nikmat. Begitu pula kopi tariknya. Mantap pokoknya. Tapi bagi yang ga biasa teh tarik, mungkin akan muncul rasa sedikit neg. Mungkin yang cocok bagi mereka kopi tarik kali ya.. paslah seperti kopi susu. Tapi bagi kami, dua-duanya oke kok.

Pisang goreng coklat dan pempek tak boleh dilewatkan. Sambil ngobrol berdua, kami nikmati kedua makanan tersebut bergantian.

Maghrib sudah hampir menjelang. Kamipun bersiap untuk mencari masjid terdekat.

Setelah menyelesaikan pembayaran atas kuliner tadi, kaki kami beranjak meninggalkan area tersebut. Beberapa orang kami tanyai mengenai lokasi masjid terdekat.

Sementara itu keramaian semakin bertambah, seiring mereka yang ingin menikmati sun-set dari tepian pantai.

Beranjaklah kami berdua menuju lokasi yang diinformasikan oleh penjaga parkir. Menurutnya masjid terdekat adalah di kompleks Lantamal yang berada di belakang Melayu Square. Setelah berjalan kurang lebih sepuluh menit, sampailah kami di sana. Segera kami mengambil air wudlu dan menunaikan sholat.

Setelah sholat, kami lanjutkan jalan-jalan di sana. Bersandingan dengan area tempat makan, terdapat area permainan dan penjualan aneka mainan anak. Malam itu banyak anak kecil yang bermain sepeda di sana. Selain juga banyak dari mereka yang merengek untuk dibelikan mainan oleh orang tuanya.

Pandangan kami tertuju pada keramaian di seberang jalan. Agak jauh dikit sih. Tapi kami penasaran mau ke sana. Setelah menyeberang jalan yang penuh dengan kendaraan, kami menyusuri tepian trotoar hingga ke lokasi tersebut.

Suatu lapangan yang dinamai Anjung Cahaya. Malam itu nampaknya sedang ada kegiatan yang diselenggarakan oleh salah satu Bank pemerintah. Ada semacam perlombaan dan ada juga bazar. Dan tak ketinggalan pula aneka penjual mainan anak.

Di sana terdapat beberapa anjungan yang asyik untuk bersantai sambil menikmati deburan ombak.

Waktu terus berlalu dan malam pun kian semarak. Para pengunjung terus berdatangan untuk mencari tempat favorit dalam menikmati kebersamaan bersama keluarga. Mulai di area Melayu Square, trotoar tepian pantai, bahkan sampai di bebatuan pembatas pantai.

Perut yang lapar membawa kami kembali ke area makanan di Melayu Square. Suasana makin ramai. Hampir setiap tempat duduk penuh dengan pengunjung. Begitu banyak keluarga yang menikmati kehangatan dan kebersamaan di sana berteman aneka kuliner yang mereka gemari.

Kali ini martabak mesir dan udang bakar asam manis menjadi pilihan kami.

Angin perlahan mulai datang seiring malam yang kian beranjak. Berdua kami saling bercerita tentang apa saja. Sungguh kami gak menyangka, bisa bermalam minggu, menikmati keluiner nun jauh di sana. Gak pernah terpikirkan sebelumnya.

Tak butuh waktu lama, bagi penjual martabak untuk menghadirkan pesanan kami di meja. Sepiring martabak mesir yang telah dipotong-potong, nampak begitu menggoda untuk dicoba. Apalagi didampingi dua jenis kuah yang berbeda. Kuah kecap asin dan kuah kari.

Selanjutnya datanglah udang bakar asam manis. Satu porsinya terdiri sekitar 10 udang bakar, sayuran (ketimun) dan sambal. Hidangan inipun langsung kami nikmati segera, mumpung masih hangat. Rasanya yang manis pedas sungguh pasterasa.

Jari-jari kami telah berlumuran dengan aneka sambal dari kedua makanan tadi. Kamipun lantas meminta kobokkan untuk mencuci tangan. Dan yang datang .. ternyata sebuah kendi plastik dengan tatakannya. Oooo.. ternyata untuk membersihkan tangan memakai kendi seperti itu. Cukup dengan menuangkannya di atas tatakan. Lalu air bekas cuci tangan, masuk ke dalam tatakan tersebut. Hmmm… baru tahu ada yang kaya gini …🙂

Wah.. kami benar-benar menikmati makan malam di sana. Melayu Square sungguh menghadirkan suasana berbeda untuk berkuliner bersama keluarga.

Hingga esoknya, minggu malampun, kami berdua ke sana kembali. Tapi bukan di area makanan Melayu Square. Melainkan di sisi trotoar jalan.

Berdua menikmati malam terakhirku di Tanjungpinang sebelum esok pagi berangkat ke Jakarta. Bercerita, berdiskusi, curhat dari hati ke hati menghadirkan kebahagian di hati kami.

Segelas sekoteng panaspun menyapa. Perpaduan yang khas antara wedang jahe, roti, kacang dan lain-lain. Menyegarkan di saat malam seperti itu.

Bersama dengan itu, satu cup jagung manis rebus dan hangat jagung bakar juga turut serta menemani suasana hati kami di malam itu.

Benar-benar hangat dan pas rasanya. Sehangat dan sedamai hati kami yang tengah melepas kerinduan di malam itu.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Responses

  1. mlm minggu bsk ke sana lg ya yank
    c u…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: