Posted by: deddyek | November 7, 2011

Tenangnya Pagi di Taman Tugu Pensil

Waktu baru menunjukkan pukul 08:00 pagi hari. Namun sinar mentari terasa bak tengah hari. Begitu panas dan menyilaukan. Meski begitu, semilir hembusan angin masih terasa.

Kali kedua diriku datang ke Tanjung Pinang untuk berjumpa istri tercinta. Setelah menikmati sarapan pagi, rencananya kami akan melakukan terapi bekam di sana. Namun karena tempat praktek bekam tersebut bukanya jam 09:00, kami berdua mencoba untuk menghabiskan waktu menikmati beberapa sisi kota.

Melaju menyusuri jalanan, membawa kami menjumpai suatu tempat yang setiap sore biasanya cukup ramai dengan anak muda yang nongkrong dan melakukan beberapa aktifitas di sana.

Pagi itu kami singgah sejenak di Taman Tugu Pensil.

Taman Tugu Pensil terletak di Jl. Haji Agus Salim, Tanjung Pinang. Lokasinya yang berada di tepian pantai, tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar untuk menikmati sore di sana.

Disebut Taman Tugu Pensil, dikarenakan adanya tugu yang berbentuk pensil di dalamnya. Menurut papan informasi, Tugu Pensil tersebut dibangun pada tahun 1964 sebagai simbul suksesnya program pemberantasan buta aksara di Kepulauan Riau. Peletakkan batu pertamanya dilakukan oleh Prof. Prijono, Mendikbud kala itu.

Saat kami kesana, lokasi tersebut tengah direnovasi. Berbagai fasilitas untuk mempercantik taman tersebut sedang dilakukan pengerjaannya. Diantaranya Tugu Pensil sendiri, kemudian pembuatan anjungan dan tentu saja deretan huruf besar sebagai penanda yang bertulis “TUGU PENSIL”.

Di bawah tulisan besar tersebut, sebagai usaha untuk melestarikan budaya khas Melayu, dipasang di sana pahatan Gurindam Dua Belas di atas marmer hitam. Keren…

Oh ya, selain untuk bersantai, di area taman tersebut juga terdapat beberapa fasilitas untuk olahraga. Salah satunya lapangan futsal.

Jika pada sore hari, taman tersebut ramai dengan pengunjung, kalo pagi seperti ini suasananya cukup sepi. Sehingga kami yang datang ke sana pagi, benar-benar bisa menatap panorama pantai yang meneduhkan.

Melewati beberapa lokasi yang tengah direnovasi, sampailah kami ke tepian pantai. Di sana terdapat pagar pembatas yang kokoh. Sehingga aman untuk bersantai-santai sambil menikmati pemandangan yang ada.

Dari sana kami mendapati pemandangan perkampungan penduduk yang berada di tepian pantai.

Kemudian tampilan pulau Penyengat dari kejauhan.

Dan tentu saja, lalu lalang kapal motor ataupun kapal cepat yang melintas.

Hmmm… Benar-benar tempat yang asyik untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam berupa pantai dengan airnya yang biru bersih. Pas banget bagi yang mencari ketenangan di pagi sepi.

Ya … Andai saat kami di sana, taman tersebut sudah jadi. Tentu akan terlihat keren laksana Pantai Losari berukuran kecil.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: