Posted by: deddyek | November 10, 2011

Ekspedisi Pulau Dompak

Pulau Dompak .. Hmm.. Apa yang ada dibayangan anda saat mendengar nama pulau ini. Kecuali warga Pulau Bintan atau Provinsi Kepri, mungkin tidak banyak yang kenal dengan Pulau yang satu ini.

Pulau yang berada dekat dengan Pulau Bintan ini, dalam kurun waktu tak lama lagi akan menjadi pusat pemerintahan dari Provinsi Kepri.

Minggu pagi itu, kami berdua masih belum punya rencana yang jelas mau kemana. Hanya muter-muter kota sambil mencari sarapan pagi. Tapi entah bagaimana awalnya, terbersitlah keinginan kami untuk melihat-lihat Pulau itu. Maklum selama ini kami cuma bisa melihat dari jauh saja. Yaitu dari jalanan kota Tanjung Pinang, dengan melihat masjidnya nun jauh di sana, sebagai salah satu landmark yang menarik perhatian.

Mumpung masih pagi, kamipun langsung menuju ke sana. Dengan mengikuti informasi yang ada, serta sedikit kenekatan ditambah hadirnya jiwa petualangan kami ..🙂, beranjaklah kami dari Pulau Bintan menuju Pulau Dompak.

Untuk menuju Pulau Dompak, dulunya mesti menggunakan perahu motor. Namun, seiring pembangunan kawasan Pemerintahan Provinsi di sana, maka dibangunlah jembatan untuk menghubungkan kedua pulau tersebut.

Setelah melaju beberapa saat, sambil menerka-nerka arah mana yang harus kami ambil, sampailah jua kami di jembatan tersebut. Meski sudah sampai di sana, kami masih saja belum yakin. Kebetulan di jembatan tersebut terlihat beberapa orang sedang memancing. Kamipun menghampirinya, sambil menanyakan apakan Pulau di depan itu Pulau Dompak serta bagaimana untuk menuju ke kawasan pemerintahan tersebut. Dengan ramah, ia berbagi informasi kepada kami. Dan memang benar, Pulau di depan itu adalah Pulau Dompak. Ada dua jembatan yang mesti kami lalui untuk menuju lokasi tersebut.

Masih di jembatan tersebut, kami mencoba menikmati alam sekitar. Di sana kami mendapati indahnya alam berupa rimbunnya tanaman bakau serta bening dan tenang air dari selat tersebut. Bakau-bakau tersebut terus berhimpun hingga seakan-akan menyatukan dua pulau tersebut.

Dari sisi kiri jembatan, beralihlah kami ke sisi kanan. Pemandangan tak kalah indah kami temui di sana. Nampak beberapa rumah warga berada di tepian selat. Dan nunjauh di sana, terlihatlah tegaknya masjid pemprov berada.

Selanjutnya perjalanan pun kami lanjutkan. Menyusuri jalan yang sudah dipadatkan meski belum dicor, akhirnya membawa kami ke jembatan kedua. Sepanjang perjalanan, terlihat hanya beberapa pengendara motor yang berlalu lalang. Jembatan kedua tersebut konstruksinya hampir saya dengan jembatan pertama.

Dari jembatan tersebut, kami dapat menyaksikan tampilan area sekitar seperti tenangnya perairan dari selat tersebut , dermaga dan bangunan rumah nelayan yang menjorok ke selat.

Perjalanan masih berlanjut. Setelah melalui jembatan kedua, kami menjumpai jalan utama menuju kawasan pemprov. Jalan tersebut sudah hampir selesai. Dua jalur berlawanan arah membentang di sana. Masing-masing memiliki lebar yang cukup besar. Mantap pokoknya.

Komplek UMRAH (Universitas Maritim Raja Ali Haji) merupakan bangunan yang pertama kami temui. Bangunan tersebut masih dalam tahap finishing. Nampak beberapa pekerja tengah menyelesaikannya.

Oh ya, dalam rentang jarak tertentu, pada setiap pertigaan atau perempatan, kami menjumpai bundaran yang besar. Hal itu mungkin untuk memudahkan pengaturan lalu lintas yang melaluinya.

Dalam perjalanan tersebut kami juga menjumpai kompleks pemerintahan seperti gedung DPRD dan gedung pemprov. Terlihat dari jauh, bangunan tersebut begitu besar dan megah.

Masjid Pemprov, merupakan tujuan kami selanjutnya. Selama ini kami hanya bisa melihat dari kejauhan. Nah, hari itu kami dapat melihatnya dari dekat. Untuk menuju ke sana, mesti melewati jalanan yang menanjak. Hal itu karena lokasi masjid berada di area bukit.

Masjid tersebut masih belum selesai. Jika sudah jadi, nampaknya akan menjadi masjid yang termegah di kawasan tersebut. Menaranya yang menjulang tinggi akan menjadi ikon tersendiri bagi kawasan tersebut.

Tak lama kami berada di depan masjid tersebut. Saat sinar matahari mulai menyengat, kamipun beranjak meninggalkan tempat itu melalui jalan yang sama saat kami datang. Berharap suatu hari, saat lokasi tersebut sudah jadi, kami bisa datang ke sana lagi. Terutama untuk berkunjung ke masjid tersebut.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: