Posted by: deddyek | November 16, 2011

Masjid Agung Serang di Kota Serang

Masjid Agung Serang merupakan tujuan diriku selanjutnya saat berada di Kota Serang. Selepas turun di perempatan Kebon Jahe, angkutan kota berwarna biru yang datang dari arah Cilegon menjadi moda berikutnya untuk menuju Masjid tersebut. Menjelang waktu ashar itu, langit sudah kembali cerah. Sore itu diriku hendak singgah di Masjid Agung Serang untuk menunaikan sholat ashar sebelum kembali ke Jakarta.

Tak lama perjalanan menuju masjid tersebut. Setelah mengitari alun-alun dan melewati Ramayana, dari sisi kiri jalan terlihatlah jelas menara nan tinggi yang menjadi ciri khas masjid tersebut.

Tepat di depan salah satu pintunya yang berada di Jl. Veteran, diriku turun di sana. Berjalan kaki melalui pelataran di depan gedung Islamic Center, akhirnya sampailah diriku di sana.

Sebuah masjid yang cukup besar, yang sudah berusia ratusan tahun dan menjadi land-mark dan salah satu pusat kegiatan syiar islam di kota Serang.

Tiga hal yang terlihat jelas begitu memasuki halaman masjid adalah keberadaan bangunan ruang sholat yang mirip Masjid Agung Banten, pendopo dan menaranya yang menjulang tinggi.

Bentuk masjid yang sekarang ini merupakan hasil dari berbagai renovasi dan penambahan yang telah dilakukan beberapa kali.

Masjid yang dahulunya pernah dinamai Masjid Pegantungan dan Masjid Ats-Tsauroh ini, pertama kali dibangun pada tahun 1849 pada masa pemerintahan Bupati Serang RT Tjondronegoro (1849-1870). Di bangun di atas lahan seluas 2.6 ha sebagai wakaf dari sang Bupati. Perubahan atau renovasi serta penambahan bangunan masjid telah dilakukan pada tahun 1956, 1968, 1993, 1997 dan 2006. Yang mana hampir semua proses renovasi tersebut diprakarsai oleh Bupati Serang yang memerintah kala itu.

Menara masjid merupakan salah satu bagian yang begitu menarik. Menara masjid ini dibangun sekitar tahun 1956. Jadi awal kali dibangun, masjid ini tidak memiliki menara. Menara masjid ini cukup unik. Selain tingginya yang menjulang 50 meter, pada bagian tengahnya terdapat suatu ruangan beratap yang berbentuk oktagonal. Pun demikian dengan ruangan di bagian puncaknya. Hanya saja atapnya berbeda. Seakan-akan seperti dua menara ditumpuk menjadi satu.

Masjid ini memiliki halaman yang cukup luas. Ada dua halaman di sana. Halaman dalam dan halaman luar dengan pagar sebagai pembatasnya. Halaman dalam langsung berhadapan dengan ruang pendopo. Sedangkan halaman luar, berada di sisi paling timur dan ukurannyapun lebih luas. Halaman tersebut disediakan untuk lahan parkir.

Masjid ini memiliki bangunan perpustakaan yang letaknya berada di sisi utara dari halaman masjid bagian dalam.

Dari luar dapatlah dilihat bahwa bangunan masjid ini memiliki atap tumpak tiga dengan deretan genteng berwarna merah tua menjadi penutupnya.

Di depan dari bangunan utama masjid, terdapatlah pendopo di sana. Ukurannnya lumayan besar dan menjadi salah satu serambinya. Bangunan tersebut posisinya lebih tinggi dari halaman. Sehingga untuk menuju ke dalamnya disediakanlah undakan.

Masuk ke dalam pendopo, diriku melihat cukup banyak pilar/tiang yang menopang dari bangunan tersebut. Sementara dibagian bawahnya berbentu labu.

Sebagai penyeimbang dengan warna putih dari tiang dan tulangan di atap, dipilihlah warna lantai yang gelap. Sepertinya lantai ruang ini dilapisi dengan marmer. Duduk-duduk di sana, diriku merasakan suasana yang cukup nyaman terutama karena dinginnya marmer yang ada.

Ruang serambi pendopo ini terhubung langsung dengan ruang serambi samping yang berada kedua sisi ruang sholat utama.

Diriku masih di pendopo saat adzan ashar mulai dikumandangkan. Karena sebelumnya telah mengambil air wudlu, diriku langsung saja masuk ke dalam ruang sholat utama melalui pintu yang ada di sisi barat dari ruang serambi pendopo. Sedikitnya terdapat empat pintu di sana, meski hanya dua yang dibuka yaitu pintu paling kanan dan kiri.

Beralihlah diriku menuju ruang sholat utama. Kesan teduh langsung terasa. Meski terdapat beberapa tiang penopang, ruang sholat ini masih cukup luas untuk menampung ribuan jamaah. Terdapat empat tiang utama yang ada di tengah ruang tersebut. Ukurannya cukup besar dan pada bagian bawahnya berhias bentuk labu yang besar. Sementara tiang-tiang yang lebih kecil terlihat berdiri di beberapa tempat. Semuanya berwarna putih. Kecuali bentuk labunya yang berwarna kuning. Di antara bagian tengah dan bawah tiang tersebut terdapat laksana sabuk berwarna keemasan dengan ornamen kaligrafi ayat al-quran yang ada di dalamnya.


Ruangan ini mempunyai area mezanine yang berada di bagian atas. Biasanya digunakan pada waktu sholat jumat atau ied yang mana ruang sholat utama sudah tidak dapat menampung jamaah yang hadir.

Menatap ke bagian atap dari masjid ini, terlihatlah kubah dalam masjid yang berbentuk segi empat dengan ornamen kayu berbentuk bintang sembilan. Dan pada bagian tengahnya digantungkan lampu hias sebagai salah satu penerangan masjid.

Jamaah sholat ashar mulai melangkah ke arah mihrab seiring iqomad dikumandangkan.

Lampu yang menerangi mihrab telah dinyalakan sehingga jelaslah tampak mihrab tersebut. Mihrabnya berbentuk semacam gerbang. Aneka ornamen menghiasinya. Warna kuning begitu mendominasi di sana.

Di atas mihrab, terdapat kaligrafi ayat-ayat al qur’an terpasang di sana.

Tak jauh dari mihrab sebuah mimbar berada di sana. Mimbar tersebut terbuat dari kayu dan berwarna coklat tua. Tak banyak ukiran berhias di sana. Sehingga kesan sederhana dan klasik nampak jelas padanya.

Sholat ashar jamaahpun berlangsung. Cukup banyak juga hari itu jamaah di sana. Hingga sholatpun selesai ditunaikan. Selepas sholat, diriku merasakan kondisi badan yang cukup fresh. Kelelahan pun telah hilang. Saatnya untuk pulang ke Jakarta.

====================================================
Photo by : deddy
====================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: