Posted by: deddyek | November 29, 2011

Jalan-jalan ke Singapura (Bagian Pertama)

Untuk sekian kalinya diriku berada di Singapura. Jika beberapa traveling sebelumnya dalam rangka tugas kantor (meski disisipi dengan sedikit pelesiran 🙂.. ), kali ini misinya adalah menjemput istri tercinta tuk kembali ke Jakarta, silaturahim kepada kakak dan keponakan, serta berwisata tentunya. Syukron jiddan – thanks banget untuk Mas Luki & his family yang telah mengajak kami jalan-jalan ke sana.

******************

Udara terasa dingin hingga dirikupun mesti menarik resleting jaket rapat-rapat. Suhu dingin AC bus terus mengiringi lajunya menuju bandara Soetta. 45 menit berlalu hingga bus sampai di terminal 3 Bandara. Tepat pukul 5 pagi saat diriku memasuki ruang check-in di counter Air Asia. Setelah melakukan electronic check-in dan membayar airport tax sejumlah Rp. 150.000, diriku langsung menuju ruang keberangkatan.

Melihat di HP bahwa jam baru saja menunjukkan pukul 05.15. Sementara keberangkatan masih pukul 07.00. Diriku putuskan keluar dari terminal 3 dan beranjak menuju terminal 1. Untuk menuju ke sana, diriku menggunakan shutle bus yang memang telah disediakan pihak bandara secara gratis.

Di teminal 1, tujuan diriku adalah salah satu toko roti terkenal di sana. Yang biasanya selalu ramai dengan para penggemarnya. Ya.. Roti Boy. Pagi itu diriku ingin membeli beberapa buah untuk oleh-oleh serta untuk sarapan pagi.

Kembali di terminal 3, antrian calon penumpang sudah mulai terlihat. Apalagi pada antrian check-in. Untunglah diriku telah antri pagi-pagi tadi. Setelah melalui scanning petugas bandara, melangkahlah diriku menuju ruang keberangkatan internasional yang berada di lantai atas dengan terlebih dahulu melalui proses keimigrasian tentunya.

Lima belas menanti dalam proses antrian, akhirnya “Dok”… sebuah cap keberangkatan langsung hinggap di Passport dan Kartu Embarkasi yang telah kuisi sebelumnya.

Setelah melalui pemeriksaan (scanning) kedua, tibalah diriku di ruang tunggu keberangkatan Terminal 3. Hmmm… cukup bersih dan rapi. Inilah kali pertama diriku berada di Terminal yang tahun 2009 lalu baru dioperasikan ..🙂 ..

Satu per satu calon penumpang memasuki ruang tunggu tersebut. Masih lumayan lama menuju waktu keberangkatan. Untunglah hangatnya roti beraroma kopi yang khas, menemaniku pagi itu. Hingga waktupun tiba. Tepat sesuai jadwal, pesawatpun boarding. Dan selanjutnya terbanglah ia menuju bandara Changi – Singapura.

******************

Pesawat mendarat dengan mulus di run-way bandara Changi. Sesuai informasi, semua penumpang pesawat Air Asia turun di terminal 1 dari bandara tersibuk di dunia ini.

Para penumpang mulai berdiri dari tempat duduknya. Riuh ramai suara memenuhi kabin pesawat bersamaan dengan para penumpang menurunkan bagasi kabinnya. Lantas satu per satu berjalan menuju pintu ke luar. Dengan melalui garbarata semua penumpang berjalan menuju Terminal 1.

Seperti biasa, waktu yang cukup menyita adalah antri proses keimigrasian. Sambil menunggu, diriku persiapkan passport dan kartu kedatangan Singapura yang telah terisi.

Lima belas menit lebih waktu menunggu hingga giliranku tiba. Tak lama kemudian cap kedatangan oleh petugas imigrasipun ada di passportku. Dengan santai, melangkahlah diriku menuju ruang kedatangan di Terminal 1 dari Bandara Changi – Singapura.

Dari Bandara Changi ini, diriku hendak meneruskan perjalanan menuju Harbour Front. Taxi, Bus dan MRT merupakan moda transportasi yang bisa dipilih untuk ke sana. Dengan mempertimbangkan tarif dan biaya, MRT menjadi pilihanku. Kebetulan diriku mendapatkan pinjaman dua buah kartu EZ-link dari rekan kantor. Makin praktislah tentunya.

Stasiun MRT di Bandara Changi letaknya berada di Terminal 3. Jadi untuk menuju ke sana diriku mesti berpindah ke Terminal 3 dulu dengan menggunakan Skytrain. Dengan mengikuti rambu penunjuk arah, sampailah diriku di stasiun Skytrain di Terminal 1. Tak lama kemudian Skytrainpun tiba. Dirikupun bersama penumpang yang lain masuk ke dalamnya. Dan satu menit kemudian sampailah di Terminal 3.

Agak jauh lokasi stasiun MRT dari stasiun Skytrain Terminal 3. Gak ada pilihan selain jalan kaki. Tapi tak perlu khawatir. Cukup dengan mengikuti rambu penunjuk arah yang ada, stasiun MRT akan dapat dijangkau. Kalau ga jelas, bertanyalah ke petugas. Mereka akan dengan ramah menunjukkan arah yang hendak dituju.

Lokasi stasiun MRT berada pada bagian bawah atau basemen. Setidaknya dua kali elevator turun mesti dilalui.

Dan sampailah diriku di sana. Sebelum naik MRT, diriku mesti top-up dulu kartu EZ-link. Diriku isikan masing-masing SGD 10. Cukuplah pikirku untuk jalan-jalan selama dua hari di sana.

Setelas men-top-up, beranjaklah diriku menuju ruang tunggu stasiun dengan tentu saja melalui mesin tap terlebih dahulu.

Tak lama kemudian keretapun tiba. Sambil mencangklong tas punggung dan menenteng sekardus roti boy, masuklah diriku ke MRT. Tak banyak penumpang siang itu sehingga diriku bisa duduk santai di dalamnya.

Untuk menuju Harbour Front, diriku mesti turun di Tanah Merah. Kemudian lanjut dengan EW-Line dan turun di Outram Park. Dari Outram Park pindah lagi ke jurusan Harbour Front dengan menggunakan NE-Line.

Sekitar pukul 11:45 waktu Singapura, diriku tiba di stasiun Harbour Front. Sepanjang perjalanan beberapa kali diriku berkomunikasi dengan istri dan kakak. Siang itu kami akan bertemu di Food Republik – Vivo City.

Karena lokasi stasiun MRT berada di bawah tanah dari Vivo City, jadi mudahlah diriku menuju ke tempat tersebut. Vivo City merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Singapore. Lokasinya cukup strategis karena menjadi pintu masuk menuju Pulau Sentosa.

Menyusuri pusat perbelanjaan tersebut akhirnya membawaku ke lantai 3 dari mall tersebut. Tepat di depan Food Republik, jumpalah kami semua di sana. Wah.. bahagia banget melihat senyum merekah dari istri tercinta.

Senang rasanya bisa bersilaturahmi dengan saudara dan keponakan. Karena domisili kami yang berjauhan, tentunya tak banyak kesempatan bagi kami untuk saling tatap muka. Sehingga pertemuan seperti ini, sangat berkesan bagi diriku. Persaudaraan menjadi selalu terjaga.

Sebelum menuju Pulau Sentosa, istri memintaku untuk makan terlebih dahulu di Food Republik. Counter Java Culinair menjadi pilihan. Perut yang lapar membuatku lahap menyantap hidangan tersebut. Alhamdulillah… energi telah pulih kembali dan siap untuk melanjutkan perjalanan siang itu, menuju Pulau Sentosa.

====================================================
Photo by : deddy
====================================================


Responses

  1. pengalaman yang sangat menarik dan menjadikan saya sedikit panduan saat berada disana


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: