Posted by: deddyek | December 1, 2011

Jalan-jalan ke Singapura (Bagian Kedua)

Pulau Sentosa (Sentosa Island) merupakan ikon utama dari pariwisata di Negeri Singa. Begitu banyak wisatawan yang menjadikan Pulau Sentosa sebagai tujuan utamanya. Banyak di antara mereka yang mengatakan tidaklah mantap berada di Singapura jika tidak mampir di tempat tersebut. Samalah seperti tidaklah mantap berkunjung ke Indonesia jikalau tak singgah di Bali.

Selama ini tidak adalah bayangan atau rencana untuk jalan-jalan ke sana. Karena pikirku masih banyak tempat-tempat yang indah dan asyik di negeri sendiri yang belum pernah diriku kunjungi. Namun begitulah takdir atau mungkin lebih tepatnya rizqi yang datang dari sumber tak terduga. Menyenangkan rasanya diajak oleh saudara untuk bergabung bersama keluarganya untuk datang ke sana. Thanx banget ya mas & mbak, akhirnya kami bisa menikmati jalan-jalan di Pulau Sentosa ..🙂 … Apalagi ditambah bertemu dengan dua keponakan kecil yang unik sepak terjangnya .. hehehehe 🙂..

Sebagai sebuah pulau yang menjadi pusat dari segala jenis hiburan, pengelola menyediakan beberapa cara atau jenis transportasi untuk menuju ke sana. Cara yang paling murah adalah dengan jalan kaki yaitu dengan menyeberangi selat menuju pulau sentosa melalui Sentosa Boardwalk. Gratis ? … Tentu saja tidak ..🙂 .. Meski harus bayar tetap saja terhitung paling murah/hemat yaitu SGD 1.00 per orang.

Tapi tampaknya tak begitu banyak wisatawan yang menggunakan fasilitas ini. Kebanyakan mereka memilih untuk menggunakan Sentosa Express yaitu semacam kereta layaknya Skytrain. Cukup dengan membayar SGD 3.00 per orang, wisatawan dapat menikmati transportasi tersebut. Stasiunnya berada di Lantai 3 dari Vivo City.

Selain itu masih ada transportasi bus. Dari sekitaran Vivo City, wisatawan dapat menggunakan jasa bus tersebut untuk menuju Pulau Sentosa. Meski berbeda pulau, di sana terdapat akses jalan yang bagus berupa jembatan yang menghubungkan ke dua pulau tersebut.

Ada lagi satu jenis transportasi yang disediakan oleh pihak pengelola. Transportasi tersebut merupakan jenis yang menjadi ikon dan daya tarik dari Pulau Sentosa. Bicara tarif, hmmm … tentu saja jauh lebih mahal dari dua transportasi di atas. Wisatawan mesti merogoh kocel sebesar SGD 24.00 per orang untuk sekali jalan atau SGD 26.00 untuk pulang pergi. Tapi meski mahal, tarif tersebut sebanding dengan pengalaman yang akan didapati. Pemandangan kota Singapura yang rapi akan terhampar di hadapan wisatawan.

Kembali ke perjalanan kami, siang itu kami semua hendak menuju ke Pulau Sentosa dengan menaiki Sentosa Express. Kebetulan Mas dan Mbak sudah mereservasi hotel di dalam area Sentosa Resort Wold, yang mana kami semua mendapatkan kartu akses untuk menaiki Sentosa Express secara gratis untuk durasi tiga hari.

Lokasi stasiun Sentosa Express di Vivo City letaknya berada di lantai 3 (Level 3). Tepatnya di samping kiri dari Food Republic. Di depannya terdapat mesin untuk membeli tiket Sentosa Express. Cukup dengan menempelkan kartu akses atau EZ link, dapatlah wisatawan masuk ke dalam stasiun tersebut. Janganlah kaget terutama pada waktu-waktu tertentu pada hari libur, antriannya cukup panjang. Dan kamipun telah masuk ke dalam stasiun tersebut untuk menunggu Sentosa Express.

Tak lama kemudian kereta yang kami tunggupun tiba. Berrrrr… Setelah wisawatan yang turun dari kereta keluar semua, dengan segera kami dan wisatawan yang lain bergerak cepat masuk ke kereta. Dan dalam sekejap keretapun penuh. Sentosa Express, selanjutnya bergerak perlahan lalu melaju menuju Pulau Sentosa. Hanya ada empat stasiun yang menjadi pemberhentian atau persinggahannya. Yakni Sentosa Station di Vivo City serta Waterfront, Imbiah dan Beach Station di Pulau Sentosa.

Sesuai rencana yang disusun oleh Mas dan Mbak, siang itu kami hendak menghabiskan waktu di Universal Studio. Oh ya .. Satu hal yang perlu diketahui adalah tidak mudah untuk menemukan mushola atau ruang tempat sholat di area tersebut. Kami sungguh beruntung karena Mas dan Mbak telah pesan kamar di salah satu hotel yang ada di sana. Sehingga kami semua dapat menunaikan sholat dengan baik di hotel.

Waterfront Station merupakan stasiun pertama pemberhentian Sentosa Express. Untuk menuju Universal Studio, kami semua mesti turun di sini. Lalu menggunakan eskalator untuk turun ke bawah selanjutnya keluar dari stasiun.

Arah menuju Universal Studio terlihat jelas melalui petunjuk arah yang dipasang di banyak lokasi. Sebagai salah satu obyek wisata favorit, siang itu begitu banyak orang berjalan menuju ke arahnya.

Sebelum kami masuk ke area tersebut, kami titipkan dulu beberapa barang bawaan kami di lokasi penitipan. Tidak ada petugas yang melayani di sana. Hanya dua buah mesin untuk transaksi. Biaya penitipan tercantum di mesin tersebut. Tinggal pilih saja paket mana yang dihendaki.

Tak jauh dari tempat penitipan, nampak bola biru besar yang berputar serta bertuliskan Universal Studio. Lokasinya berada tepat di depan pintu masuk ke Universal Studio. Di sekitaran tempat tersebut terlihat begitu banyak orang berkerumun. Mereka rupanya hendak berphoto bersama teman atau keluarganya dengan latar ikon tersebut. Tak mau kalah, kamipun ikut berphoto di sana.🙂.

Selanjutnya berbaur dengan ratusan orang yang lain, kami hendak masuk ke dalam wahana tersebut melalui pintu gerbang yang tersedia. Sebuah gerbang besar bertuliskan Universal Studio berdiri di sana. Sementara itu gate pemeriksaan tiket ada di belakangnya. Karena gate yang disediakan cukup banyak, jadi tak perlu antri lama untuk langsung bisa masuk ke dalam wahana Universal Studio tersebut.

Begitu masuk ke area tersebut, tampak jelas di segenap sisi ratusan bahkan ribuan pengunjung memadati tempat tersebut. Mereka dengan berbekal peta brosur (Studio Guide) hilir mudik bergerak ke wahana yang diinginkannya. Sementara yang lain berdiri dan berkelompok seperti sedang mendiskusikan wahana mana yang hendak dituju. Tak kalah dengan keriuhan itu, beberapa penjual mainan, makanan dan minuman tampak sibuk di posnya masing-masing. Meski harga jualnya cukup mahal, tapi itu tak mengurangi antusias para pengunjung untuk mengeluarkan SGD miliknya. Setiap waktu berlalu, keriuhan itu semakin menjadi. Bangunan-bangunan bernuansa Amerika yang berada di kedua sisi jalan utama tersebut seakan menjadi saksi bisu ramainya suasana di tempat itu.

Luasnya area tersebut serta banyaknya wahana yang ada ditambahkan lamanya antrian untuk menikmati wahana tersebut (15 s/d 30 menit per wahana), membuat waktu setengah hari tidaklah cukup bagi kami untuk mengelilingi seluruhnya. Setidaknya perlu sehari penuh khusus untuk main-main di sana. Selama siang hingga sore hari kami di sana, kami dapat menikmati beberapa wahana yang ada, di antaranya adalah :

MADAGASCAR : A Crate Adventure

Inilah wahana yang pertama kali kami singgahi. Untuk menikmatinya perlu kesabaran yang ekstra hehehe.. Soalnya, antrian untuk menaiki perahu yang akan membawa kami berpetualang benar-benar ekstra panjang. Antrian tiga puluh menit untuk sebuah petualangan yang tak lebih dari sepuluh menit.

Wahana ini dibuat atas sebuah inspirasi dari kesuksesan film Madagascar yang diproduksi oleh Dreamwork Animation. Pengunjung akan disuguhi beraneka nuansa hutan tropis. Binatang-binatang yang menjadi tokoh dalam film Madagascar akan hadir di sepanjang perjalanan. Dengan tingkahnya yang lucu tentu saja dapat menghibur bahkan membuat tertawa para pengunjung. Semua itu dihiasi dengan beragam proyeksi digital, animasi dan suara-suara khas dari binatang-binatang tersebut. Semua itu dapat dinikmati dengan menaiki perahu. Dan derasnya air terjun yang menghampar di hadapan menjadi atraksi penutup yang mengejutkan pengunjungnya. Perahu seakan melajut hendak menembus air terjun tersebut. Namun saat mendekati, air terjun tersebut terbelah bak tirai yang tersibak. Kerenlah pokoknya.🙂..

FAR FAR AWAY

Keluar dari Wahana Madagascar, kami lanjut menuju wahana selanjutnya. Kami hendak menyaksikan atraksi 4-D di zona Far Far Away. Di zona tersebut selain terdapat atraksi 4-D juga ada Donkey Live dan deretan toko merchandise.

Sama seperti wahana sebelumnya. Antrian di wahana ini juga cukup panjang. Tak cuma mengular di luar tapi juga di dalam.

Begitu masukpun tak langsung menikmati pertunjukkan. Pengunjung dikumpulkan di sebuah ruangan yang berpenerangan minim bahkan nyaris gelap. Di sana seorang pemandu menyampaikan informasi berkait dengan pertunjukan yang akan berlangsung. Pre-show lebih dari 15 menit yang menampilkan beberapa tokoh dari film Shrek ditampilkan melalui beberapa monitor yang tertempel di dinding.

Begitu studio siap, beranjak segera para pengunjung masuk ke dalamnya. Satu per satu pengunjung mengambil kaca mata 3D yang disediakan di dekat pintu masuk. Kamipun demikian. Beranjak sambil memilih tempat yang nyaman untuk melihat pertunjukan. Ruang pertunjukan tersebut tak ubahnya studio bioskop umumnya.

Beberapa saat kemudian lampu studio dipadamkan. Dan filmpun dimulai. Berkisah mengenai Shrek yang menyelematkan Putri Fiona dari tangan raja hantu, filmpun mengalir dari awal sampai akhir. Sementara itu beberapa kali efek 4D hadir untuk menambak serunya pertunjukkan. Sekitar sepuluh menit kemudian pertunjukkan pun usai. Bersama pengunjung yang lain kami segera meninggalkan ruang tersebut setelah terlebih dahulu mengembalikan kacamata 3D yang digunakan.

THE LOST WORLD
Panas banget udara siang itu. Air minum pun telah tipis. Untunglah di area tersebut terutama di dekat ruang istirahat terdapat lokasi untuk minum air gratis ..🙂 .. Kamipun tak menyia-nyiakan. Dua botol air mineral yang telah kosong kami isi dengan penuh. Lumayan .. hemat …🙂 …

The Lost World adalah sasaran berikutnya. Lokasinya tak jauh dari Far Far Away. Di sana terdapat beberapa atraksi yang bisa dinikmati.

Water World adalah yang pertama kami datangi. Beruntung kami sampai di sana tepat sebelum acara dimulai. Bersama ribuan pengunjung berjalanlah kami menuju lokasi tersebut. Tampilan bangunan yang ditampilkan sungguh unik. Seperti yang ada di film Water World. Film tersebut memang menjadi alur cerita dalam pertunjukkan yang akan berlangsung. Potongan pertempuran Mariner dan Kapten Botak menjadi aksi yang menarik bagi para pengunjung.

Sesampai di sana kami lantas mencari tempat duduk yang pas. Nampak dihadapan kami panggung yang akan digunakan. Sebuah kolam berisi air ada di sana. Sementara beberapa bangunan bernuansa film Water World berdiri di atasnya. Saat itu beberapa stuntmant tengah melakukan pre-show atau pemanasan sebelum atraksi dimulai dengan melibatkan para penonton. Beberapa tingkah seru dan lucu menghadirkan gelak tawa dari penonton. Beberapa ember air nampak disiramkan ke kelompok penonton yang beruntung🙂 .. Suatu pre-show yang menghibur.

Hingga tibalah pertunjukan sebenarnya dimulai. Beberapa aksi berbahaya dilakukan oleh para stuntmant. Berpindah dari satu bangunan ke bangunan yang lain dengan menggunakan tali seling, meloncat ke dalam air sampai aksi perkelahian di atas ketinggian, seakan memukai semua penonton. Belum lagi aksi tembak-tembakan nan seru yang menjadi puncak dari pertunjukkan itu. Semua itu dibalut dalam suatu cerita atau drama yang kadang sok serius dan kadang menggelikan.

Lebih dari tiga puluh menit pertunjukkan itu berlangsung. Semua berakhir saat sang jagoan mengalahkan musuhnya. Dan saat semua stuntman berkumpul untuk memberi salam terimakasih, maka usailah pertunjukkan hari itu.

Selain Water Wold di zona The Lost World masih ada beberapa atraksi lain. Di antaranya adalah Canopy Flyer. Wahana ini menyajikan petualangan berkeliling dunia Dinosaurus dari ketinggian.

Untuk anak-anak mereka sangat menyukai Dino-Soarin. Suatu wahana permainan semacam komedi putar tapi dalam bentuk dunia Dinosaurus. Anak-anak dapat duduk di punggung Pteranodon sambil menikmati putaran yang berlangsung. Karena memang asyik, tak salah jika dua orang keponakan berminat untuk mencobanya.

Masih di zona tersebut, Wahana Jurasic Park terlihat ada di sana. Kami sempat masuk sebentar ke area tersebut untuk mengetahui apa yang menarik di sana. Sebuah arena petualangan yang disebut Rapids Adventure nampak tengah dalam proses pengerjaan.

ANCIENT EGYPT

Perjalanan berlanjut hingga sampai ke zona Ancient Egypt. Suatu zona yang dibuat seakan-akan menyerupai negeri Mesir Kuno. Sekilas dari jauh beberapa bangunan terbuat dari bebabtuan khas zaman Mesir Kuno nampak begitu mendomiasi.

Pintu gerbang dari zona ini ditunjukkan dengan empat buah patung raksasa. Patung tersebut menggambarkan Sobek yaitu Dewa Buaya dalam mitos Ancient Egypt.

Kamipun masuk menyeruak di antara ramainya pengunjung siang itu. Jalanan menuju lokasi tempat atraksi berada begitu sesak oleh pengunjung.

Sebuah bangunan besar tempat di mana salah satu atraksi utama yaitu Revenge of The Mummy terlihat berdiri megah di sana. Atraksi tersebut akan menampilkan dunia Mesir kuno yang gelap dan misterius dengan menggunakan roller coaster yang memiliki kecepatan tinggi. Anak-anak tidak diperkenankan untuk masuk ke dalamnya. Suara-suara yang keluar dari bangunan tersebut terasa menyeramkan terutama bagi anak-anak. Apalagi ditambah tongkrongan menyeramkan dari dua buah patung Sobek yang berwarna hitam yang berdiri di depan gedung tersebut. Tak heran beberapa anak tampak ketakutan setelah mendengarkannya.

Sementara itu di seberang bangunan tersebut, nampak sebuah area yang menggambarkan lokasi pemujaan dari bangsa Mesir kuno. Sebuah tugu obelisk ada di bagian paling ujung, sedang beberapa patung manusia buaya dipajang di sepanjang jalan seakan hendak mempersembahkan sesuatu.

Kami tak masuk ke dalamnya. Kami hanya menikmati tampilan zona Ancient Egypt dari luar bangunan saja.

SCI-FI CITY

Dari nuansa zaman kuno beranjaklah kami ke nuansa modern yang penuh dengan teknologi nan canggih. Sebuah zona bernama Sci-Fi City menjadi tujuan kami berikutnya. Zona tersebut dibuat seolah-olah laksana kota nan canggih dengan beragam teknologi yang digunakannya.

Bagi yang punya keberanian dan nyali kuat menaiki Batllestar Galactica merupakan tantangan yang mesti dicoba. Dua buah roller coaster yaitu Cyclon dan Human akan menyajikan petualangan laksana pertempuran antara manusia dan robot. Masing-masing memiliki dua jalur berbeda dan saling berseberangan serta memiliki bentuk-bentuk manuver yang berbeda dan menegangkan.

Jika tidak, nongkrong aja di area Galactica PX seperti kami. Sambil melihat-lihat bangunan ala film transformer, pengunjung bisa beristirahat di sana. Leyeh-leyeh sejenak sambil meluruskan kaki yang mulai pegal ..🙂..

Di bangunan tersebut dijual aneka merchandise atau suvenir seperti replika jam tangan yang ada di film-film sci-fi ataupun robot-robotan.

NEW YORK

Sore sudah mulai tiba. Sekalian sambil melangkah ke pintu gerbang untuk keluar, sebuah zona yang diberi nama New York akan kami lewati. Menyusuri jalan di zona tersebut seakan-akan sedang berada di kota New York. Beberapa deret pertokoan ditata sedimikian rupa untuk semakin membuat kesan mirip New York begitu kental.

Sebelum pulang ke hotel, masih ada satu atraksi lagi yang sempat kami nikmati yaitu Lights, Camera, Action. Atraksi tersebut menyajikan beragam spesial efek nan dahsyat. Sekali antri kami mesti mengantri dalam waktu yang cukup lama (+/- 30 menit) untuk dapat menikmati aksi tersebut. Namun semua itu terbayar tuntas dengan atraksi efek yang luar biasa. Sebelum aksi dimulai sebuah pembukaan oleh sutradara terkenal Steven Spielberg menyapa pengunjung melalui sebuah video yang diputar. Setelah itu pertunjukkan dimulai…

Sebuah bangunan yang kosong tiba-tiba berubah settingnya menjadi suatu blok di kota New York. Selanjutnya terjadilah badai yang besar. Angin berhembus dengan kencang. Sebuah kapal tiba-tiba masuk ke dalam ruangan seperti habis terbawa banjir nan besar. Sementara beberapa kapal yang lain sedang terbakar. Sebuah efek yang luar biasa. Kami dan pengunjung lainnya dapat merasakan dahsyatnya spesial efek pertunjukkan tersebut hingga kami benar-benar terkejut. Keren pokoknya..🙂

************************

Finally tuntas sudah jalan-jalan kami di Universal Studio Singapura sore itu. Keringat sudah bercucuran dan kaki mulai sedikit pegal. Kamipun lantas keluar dari area tersebut melalui pintu keluar yang berada di samping dari pintu masuk.

Berlawanan arus dengan para pengunjung yang semakin banyak untuk masuk ke Universal Studio, kami berjalan memasuki area Sentosa Resort World. Langkah kaki membawa kami ke salah satu kamar di Festive HOtel, tempat di mana kami menginap.

Kamipun beristirahat sejenak kemudian sholat dan mandi. Badanpun kembali segar dan siap untuk melanjutkan jalan-jalan malam minggu nanti.

====================================================
Photo by : deddy
====================================================


Responses

  1. kalau yang takut tertinggal solat, harus ada Telekung poket yang handy ini:

    – Prayer clothes that meets Muslim lady requirements and needs

    – For Muslim self doubts about the cleanliness of public veil in the local mosques, musollah, RnR and surau which often smelly and damp.

    Supplied with a small bag of each color veil.

    Size as in the picture. (11cm x 15cm)

    Very lightweight and can be folded as small fist.

    Easy to hand wash and dry quickly

    Price: $12

    Reg post will have an extra charge of $3.00

    Interested pls Whatsapp or SMS me at: 90144 154


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: