Posted by: deddyek | December 12, 2011

Jalan-jalan ke Singapura (Bagian Keempat)

Membuka pintu kamar hotel untuk beranjak keluar menuju balkon. Semilir angin pagi berhembus perlahan menghadirkan ketenangan. Selepas sholat subuh tertunaikan dan menikmati secangkir teh hangat, semua itu terasa begitu selaras di pagi itu. Sambil gantian menunggu Mas dan keluarganya mandi pagi, diriku dan istri berduaan menikmati panorama Pulau Sentosa dari balkon hotel yang tinggi.

Dari tempat itu, kami bisa melihat dari jauh tampilan pelabuhan bongkar muat di Singapura. Begitu banyak container crane berukuran besar berbaris di sana seakan siap siaga untuk menunggu kedatangan kapal-kapal pembawa muatan. Sementara itu di area sekitaran Resort Wold Sentosa terlihat masih tenang dari hiruk pikuk orang yang biasanya berlalu lalang.

Minggu pagi itu, Mas dan keluarga akan mengajak kami untuk bermain ke wahana-wahana lain yang ada di Pulau Sentosa. Maka setelah mandi dan sarapan pagi, kami semua beranjak dari kamar di Festive Hotel untuk memulai berjalan-jalan.

RESORT WORLD SENTOSA

Pagi itu kami hendak menuju Imbiah. Sesuai brosur yang ada, disebutkan berbagai wahana menarik ada di sana. Namun sebelum langsung ke sana, mumpung masih pagi, kami jalan-jalan sejenak di sekitaran Resort World Sentosa .

Dari Festive Hotel, kami lantas turun melalui Hall of Treasures. Lokasi tersebut hanyalah semacam jalan yang menjadi akses dari kawasan hotel untuk menuju Casino dan area the Forum. Sebenarnya tempat tersebut tak lebih berupa jalan biasa seperti lorong yang dilengkapi dengan beberapa buah eskalator. Namun yang membuatnya berbeda adalah sepanjang jalan tersebut memiliki arsitektur yang modern khas Eropa. Beberapa pilar nampak dihiaskan pada beberapa sisi dinding. Dan yang tidak kalah menarik adalah permainan sinar yang ditampilkan melalui lampu dan monitor sehingga menghadirkan warna-warna yang indah dan senantiasa bergonta-ganti.

Di ujung dari Hall of Treasures nampak berdiri sebuah Casino di sana. Begitu banyak wisatawan yang datang ke Pulau Sentosa, selain untuk berwisata juga untuk menghamburkan uangnya di meda judi.

The Forum merupakan lokasi selanjutnya. Dibuat menjadi semacam citywalk, tampak deretan tempat perbelanjaan yang menjual aneka produk serta restorant atau cafe ada di sana. Di pagi itu hampir semuanya telah buka dan siap untuk menerima kunjungan pelanggan. Ada Festive Grand, BreadTalk, dll.

MERLION PLAZA

Perjalanan kami berlanjut menuju Waterfront Station. Dengan menggunakan Sentosa Express, sampailah kami di Imbiah Station. Sebelum meneruskan langkah, kami sempatkan download air minum secara gratis di tempat yang disediakan ..🙂 ..

Keluar dari area Imbiah Station, kami dapat melihat tingginya bangunan Resort World Sentosa. Sementara di arah sebaliknya, berdiri Merlion raksasa di sana. Merlion raksasa tersebut berada di area Merlion Plaza. Sebuah kolam yang cantik menghias di sana. Sedang di belakangnya terdapat undakan untuk lebih dekat menuju patung Merlion.

Mumpung di Pulau Sentosa, Mas menawarkan ke kami untuk naik ke Merlion tersebut. Tanpa ragu ..🙂 .. kamipun mau untuk ke sana. Mas membelikan tiket masuk untuk kami berdua dan dua keponakan kecil. Berempatlah kami masuk untuk melihat atraksi apa yang ada di dalam patung yang dirancang oleh Fraser Bruner. Dua keponakan sepanjang langkah di sana, secara spontan bercerita tentang apa yang pernah mereka lihat di sana. Mereka sepertinya hafal tempat tersebut. Cerita-cerita mereka seakan menjadi panduan bagi kami selama menikmati wisata di Patung Merlion.

Setelah melalui gate pengecekan tiket, kami berempat berjalan menyusuri lorong laksana gua. Lorong tersebut membawa kami menuju ke tempat pemutaran film kartun tentang sejarah negara Singapura dan legenda Merlion.

Tak lama kami menunggu di sana, saat pintu masuk ruang pemutaran film terbuka. Hanya kami berempat yang ada di sana. Ukuran ruangan tersebut tidaklah sebesar bioskop pada umumnya.

Film kartun yang dinanti lantas diputar. Sebuah kisah pada abad ke 11, konon seorang raja dari Sriwijaya bernama Sang Nila Utama telah menemukan suatu Pulau di kawasan Temasek. Di sana ia bertemu dengan seekor singa yang buas. Sang raja yang mempunyai kemampuan luar biasa dapat berkomunikasi dan mencapai kesepahaman dengan sang singa. Atas dasar itulah daerah tersebut oleh sang raja dinamai sebagai kota singa atau Singapura.

Selanjutnya film kedua diputar. Sebuah legenda mengenai Merlion ditampilkan di sana. Paduan antara Mer (laut) dan Lion (Singa) merupakan asal kata dari Merlion. Merlion berbentuk binatang Singa berbadan ikan. Singa mewakili kata Singapura sedangkan simbol badan ikan mewakili wilayah tersebut yang dulunya merupakan kampung ikan.

Beberapa menit kemudian usailah waktu menonton film tersebut. Pintu keluarpun telah terbuka secara otomatis. Kami lantas beranjak menuju pintu tersebut. Keluar dari ruang pemutaran film, kami dapati sebuah ruangan yang mana terdapat beberapa patung naga duduk di sana. Ternyata ruangan tersebut adalah tempat untuk mengambil voucher souvenir. Dengan memasukkan koin yang diberikan oleh penjaga ruangan, maka sebuah voucher souvenir pun keluar dari patung naga tersebut. Voucher itu nantinya dapat ditukarkan pada sebuah counter sebelum keluar dari wahana Merlion.

Perjalanan kami lantas berlanjut untuk menuju bagian atas Merlion. Untuk ke sana kami mesti menggunakan lift. Sampai di sana kami langsung menuju bagian mata dari Merlion. Dari tempat itu kami bisa melihat panorama area sekitar dari ketinggian. Puas di sana, dengan menggunakan anak-tangga kami bergerak menuju bagian mulut. Pemandangan luar dari sana ternyata lebih jelas. Bahkan pantai dengan puluhan kapal-kapal yang berlayar dapat kami lihat dengan jelas. Keren lah.

Puas berada di ketinggian, kami kemudian kembali ke atas untuk menuju lift. Tak lama kemudian liftpun terbuka dan kamipun segera masuk ke dalamnya. Sejenak kemudian sampailah kami di bawah. Tatkala pintu lift terbuka, tak juah dari situ nampak counter penukaran voucher dengan souvenir. Kami kemudian menuju ke counter itu. Beberapa souvenir kami dapatkan sebagai kenangan telah berkunjung ke Merlion Plaza.

Selanjutnya, kami keluar dari tempat tersebut. Untuk menuju pintu keluar, kami melewati pusat penjualan souvenir. Sambil sekilas melihat-lihat, langkah kaki membawa kami ke halaman luar. Dengan melalui jalanan yang berhias bebatuan dan air terjun mini, sampailah kami di lokasi semula kami datang.

IMBIAH LOOKOUT

Kami semua kemudian berpindah dari area Merlion Plaza menuju Imbiah Lookout. Imbiah Lookout merupakan cluster terbesar di Pulau Sentosa yang menyajikan setidaknya sebelas jenis wahana yang pastinya seru-seru. Beberapa di antaranya, pagi itu kami hendak kunjungi.

Meski lokasinya yang berbukit, kami tidak kesulitan untuk menuju tempat tersebut. Pihak pengelola telah menyediakan beberapa eskalator bagi para pengunjungnya. Nyaman dan mudah diakses pokoknya. Tak lama kemudian sampailah kami di area Imbiah Lookout.

Images of Singapore adalah bangunan pertama yang kami jumpai. Bangunan tersebut dahulunya merupakan Rumah Sakit Militer. Lalu sejak tahun 1983 dirubah menjadi museum sejarah dan kebudayaan Singapura.

TIGER SKY TOWER

Tak jauh dari tempat itu terlihat menara nan tinggi menjulang. Tingginya yang mencapai 131 meter tentu memberikan petualangan tersendiri bagi pengunjung yang berada di ketinggian sana.

Sebelum menikmati Tiger Sku Tower, pengunjung mesti membeli tiket seharga SGD 15 untuk dewasa dan SGD 10 untuk anak-anak di Ticketing Counter yang tersedia. Beruntunglah kami pagi itu dapat menikmati petualangan itu. Mas dan Mbak telah membelikan tiket bagi kami dan dua keponakan kecil untuk menikmati wahana tersebut.

Kami sedang menunggu giliran untuk menaiki wahana tersebut. Sebuah kabin observator yang hendak kami naiki masih berada di ketinggian.

Tak lama kemudian observatorpun turun. Pengunjung yang di dalam mulai beranjak keluar. Selanjutnya, petugas mempersilahkan kami berempat untuk masuk ke dalamnya.

Kabin observator tersebut berupa ruangan segi dua belas. Ada tempat duduk yang telah disediakan bagi masing-masing pengunjung di dalamnya. Di depannya terpasang deretan kaca yang bening sehingga semua tampilan obyek di luar ruangan bisa dilihat dengan jelas.

Kami lantas duduk di lokasi yang kami pilih. Perlahan-lahan kabin observator tersebut bergerak naik sambil berputar 360 derajat secara perlahan. Semakin ke atas pemandangan yang kami saksikan begitu mengesankan. Di sana kami melihat panorama Pulau Sentosa dengan berbagai fasilitas dan wahananya.

Kami juga melihat beberapa atraksi di ketinggian yang tengah dinikmati oleh para pengunjung seperti Skyride dan Cable Car.

Di bagian lain, terlihat hamparan pantai dan pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Sentosa.

Tak ketinggalan pula, tampilan kapal-kapal yang tengah hilir mudik untuk berlayar dari ataupun berlabuh ke Pelabuhan Singapura nampak melengkapi panorama laut atau selat yang ada.

Den tentu saja yang tak kalah keren adalah tampilan gedung-gedung bertingkat dan pusat perbelanjaan di daratan Singapura.

Tidak sampai sepuluh menit berada di ketinggian. Kabin Observator lantas perlahan turun hingga sampai di bawah. Dan begitu pintu dibuka, maka selesai sudah petualangan kami menaiki Tiger Sky Tower. Bersama beberapa pengunjung lain, kami lantas melangkah keluar dari ruang kabin observator tersebut.

SENTOSA 4D

Tujuan kami selanjutnya adalah teater empat dimensi pertama yang ada di Asia Tenggara. Teater tersebut bernama Sentosa 4D.

Selepas mendapatkan tiket, kami semua langsung menuju salah satu studio di mana film 4D yang kami pilih akan diputar. Bersama dengan kami, nampak beberapa pengunjung juga tengah menuju ke lokasi tersebut.

Setelah antri sejenak, kamipun segera menuju ruang masuk. Di sana terdapat petugas yang membagikan kacamata 3D. Lepas itu kami langsung masuk menuju ruang pemutaran film.

Ruangan tersebut lumayan besar. Terdapat beberapa set tempat duduk yang masing-masing bisa menampung enam orang. Tempat duduk itu nantinya akan bisa bergerak sesuai dengan alur filmnya. Hmmm.. seru pastinya ya ..🙂

Setelah menunggu sejenak untuk persiapan dan percobaan pergerakan tempat duduk, film pun dimulai. Siang itu kami hendak menonton Extreme Log Ride.

Sama seperti film 4D yang lain, efek-efek suara dan semprotan air disajikan di sini. Dan yang bikin tambah seru dan bisa membuat penonton berteriak-teriak adalah pergerakan tempat duduk yang begitu dinamis.

Penonton seolah-olah dibawa meluncur bersama gelondongan kayu yang bergerak cepat menuju ke tempat akhir pengolahan. Efek yang seperti roller-coaster tersebut membuat adrenalin meningkat cepat. Berbagai kejutan dan ketegangan hadir di sana. Semua itu menyatu dalam pertunjukkan yang dahsyat.

Sekitar 15 menit berlalu dan pertunjukkan 4D pun usai. Perlahan-lahan kami keluar dari tempat duduk. Sambil berjalan menuju pintu keluar, kami letakkan kembali kacamata 3D ke tempatnya. Tenggorokan terasa kering setelah meluapkan ekspresi selama pertunjukkan berlangsung. Seiring adrenalin yang mulai turun ke titik normal, sampailah kami di luar dari studio tersebut.

CABLE CAR

Sinar matahari kian menyengat di Pulau Sentosa. Meski banyak tetumbuhan yang tinggi dan rindang di Imbiah Lookout, tetap saja panasnya dapat mengucurkan keringat.

Siang itu kami hendak tinggalkan Imbiah Lookout dan menuju ke Vivo City. Mas dan Mbak mengajak kami untuk menaiki Cable Car yang ada di Imbiah. Meski agak kurang “PD”, tapi ya okelah kami akan mencobanya ..🙂

Untuk naik Cable Car kami mesti datang ke Jewel Cable Car Station. Cable car tersebut melayani rute pulang pergi dari Jewel Station di Imbiah, Harbour Front dan Mount Faber. Tarif yang dikenangkan sejumlah SGD 24 per orang untuk sekali jalan atau USD 26 per orang untuk pulang-pergi.

Memasuki Jewel Cable Car Station, kami melewati pusat penjualan souvenir. Begitu banyak dan variatif souvenir khas Pulau Sentosa yang ditampilkan. Tak salah jika tempat tersebut cukup ramai dengan para pengunjung.

Sesampai di atas, terlihat beberapa pengunjung yang hendak berpetualang dengannya. Satu grup satu grup pengunjung memasuki masing-masing kabin dari cable car. Hingga tibalah giliran kami untuk masuk ke dalamnya. Dan akhirnya Cable Car pun bergerak di atas ketinggian Pulau Sentosa.

Pemandangan yang tersaji dari Cable Car memang benar-benar mempesona. Kami bisa menyaksikan tampilan Pulau Sentosa beserta segala fasilitas dan wahananya dari atas.

Begitu juga dengan tampilan Pelabuhan Bongkar Muat Singapura. Begitu banyak container crane tengah berdiri di sana.

Dalam perjalanan, kami melewati dua tower yang berdiri kokoh di sana. Masing-masing berketinggian 80 dan 88 meter.

Di tengah perjalanan, tepatnya menjelang Harbour Front, terlihat dari atas sebuah kapal pesiar nan mewah tengah bersandar di sana.

Sampailah kemudian kami di Harbour Front Station. Namun kami tidak langsung turun di sana. Kami tetap di dalam Cable Car yang terus bergerak menuju Mount Faber.

Pemandangan area Harbour Front tersaji dari sana. Tampilan gedung-gedung bertingkat, pusat perbelanjaan Vivo City serta jalanan kota begitu mendominasi.

Akhirnya kami sampai di stasiun terakhir yaitu Mount Faber. Kami masih tetap di dalam cable. Sementara seorang petugas datang menghampir cabin kami untuk memeriksa tiket yang kami pegang.

Setelah itu, Cable Car bergerak kembali untuk balik menuju Harbour Front dan turunlah kami di stasiun tersebut.

Tengah hari itu kami hendak makan siang di Food Republic yang berada di Vivo City. Dari stasiun Cable Car Harbour Front, kami mesti turun menggunakan lift kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki menuju Vivo City.

Kami melangkah di antara deretan toko-toko yang menjual aneka barang yang eksklusif. Setelah menaiki beberapa eskalator, sampailah kami di Food Republic.

Karena bertepatan dengan jam makan siang, suasana riuh ramai begitu terasa di tempat itu. Di antara beberapa deretan outlet makanan yang ada, kami memilih Malaysian Food. Aneka lauk dan sayur begitu lengkap tersaji untuk menemani nasi lemak yang ada.

Setelah antri, memilih-milih menu dan membayar harga makanan, kami semua langsung mencari tempat untuk menikmati hidangan siang itu. Sekitar setengah kami berada di sana.

Kembali ke hotel adalah aktifitas kami kemudian. Kali ini dengan menggunakan Sentosa Express. Kami turun di Waterfront lantas beranjak menuju Festive Hotel. Sesampai di sana, barang-barang kami rupanya telah siap di bagian penitipan.

Setiap satu perjalanan pasti ada akhirnya. Bukan untuk berhenti tapi untuk melangkah ke perjalanan lain yang berbeda. Waktu kian dekat bagi kami untuk meninggalkan Pulau Sentosa dan berpisah dengan Mas, Mbak dan dua keponakan kecil.

Tak lama kemudian, beberapa tas yang akan kami bawa pulang telah siap. Diriku dan istri lantas berpamitan dengan Mas, Mbak dan dua keponakan. Kami berterimakasih sangat atas semua hal yang telah kami nikmati selama di Singapura. Semoga Alloh memberikan balasan yang lebih baik atas semua itu. Dan semoga kebahagian selalu menyertai keluarga Mas dan Mbak.

Dengan berjalan pelan, diriku genggam erat jemari istri tercinta. Menyusuri kawasan yang dua hari itu begitu akrab kami lalui, sampailah kami di Waterfront Station. Sentosa Express yang tiba, dengan kami di dalamnya, langsung bergerak menuju daratan Singapura. Dan siang itu, kami menyudahi petualangan di Pulau Sentosa.

========================================================
photo by : deddy
========================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: