Posted by: deddyek | December 16, 2011

Masjid Sultan di Singapura

Hujan lebat turun ke bumi selepas sholat dzuhur siang itu. Derasnya air yang menghempas tanah menjadikan udara terasa lebih sejuk. Bersandar kami di selasar samping bangunan yang kokoh. Terlihat lalu lalang beberapa orang yang datang untuk beribadah. Terlihat pula beberapa yang lain hanya sekedar berkunjung. Sebuah bangunan bersejarah yang menjadi salah satu pusat syiar agama Islam sekaligus menjadi ikon wisata religi dan budaya di negeri Singa.

Hujan masih belum reda saat kaki kami mulai melangkah untuk menyisir sisi demi sisi dari bangunan itu. Kamerapun telah berada di tangan. Sambil menunggu waktu ashar tiba, kami mencoba menikmati keindahan arsitektur masa lalu serta sejarah keberadaan dan perannya.

Masjid Sultan yang berdiri di Kampung Glam, Singapura. Hari itu kami tengah berada di sana.

SEJARAH

Masjid Sultan yang saat ini diakui sebagai Masjid Agung dari Singapura, pertama kali dibangun pada tahun 1824 s/d 1825 atas prakarsa Sultan Hussain Shah dari Kesultan Johor-Riau-Lingga dan Pahang. Dana pembangunannya disokong oleh East India Company sebesar $3000 serta donasi dari komunitas muslim yang ada di sana. Arsitektur Jawa yang kental dengan ciri khas atap limas bersusun tiga menjadi pilihan kala itu.

Pada tahun 1924, dalam rangka peringatan 100 tahun berdirinya masjid tersebut, disetujuilah oleh Trustees (Pengurus Masjid) untuk membangun masjid baru yang lebih besar di lokasi tak jauh dari masjid lama.

Dana untuk pembangunan masjid ditanggung oleh keluarga Sultan serta donasi dari masyarakat mulsim Singapura. Di bangun selama empat tahun dengan arsitek Deni Santry (dari perusahaan arsitektur Swan & MacLaren), pada tahun 1928 selesailah masjid baru dibangun. Dalam kurun waktu pembangunan tersebut, dilakukan peruntuhan atas masjid yang lama.

Setelah melalui beberapa perbaikan seperti pada tahun 1960 dan 1993, maka jadilah bentuk Masjid Sultan yang seperti sekarang. Saat ini Masjid Sultan dikelola oleh Mejelis Ugama Islam Singapore (MUIS).

EKSTERIOR

Waktu ashar telah tiba dan sholat berjamaahpun telah tertunaikan. Sementara di luar sana rintik-rintik hujan masih mewarnai. Tapi itu tak mengurungkan niat kami untuk jalan-jalan di halaman depan dari Masjid Sultan.

Deretan toko-toko ada di depan masjid. Aneka dagangang mereka perjualkan seperti baju muslim, buku-buku agama, CD murotal, gantungan kunci, dll. Di antara dua deret toko terdapat jalan yang memisahkannya. Dari sanalah kami dapat melihat tampilan luar secara lebih utuh dari masjid ini.

Gaya arsitektur Sarasenik-Mugul-India terlihat begitu mempengaruhi tampilan luar dari masjid ini. Berdiri di atas lahan seluar 4,109 m2 dengan dinding pagar besi sebagai pembatasnya, menjadikannya sebagai masjid terbesar di Singapura.

Masjid ini memiliki dua kubah emas berbentuk bawang yang pada bagian atapnya terdapat ornamen bulan sabit dan bintang. Kedua kubah tersebut berada di atas dari bangunan bagian depan dan belakang.

Menara masjid ini bentuknya bertingkat dan berjumlah delapan buah.

Di sebelah utara masjid terdapat bangunan yang nampaknya seperti Auditorium dan Aula Serbaguna.

Di bagian timur dari masjid terdapat pintu masuk utama. Di belakangnya terdapat serambi masuk yang disokong oleh empat buah pilar. Selain di bagian timur (depan), pintu masuk juga terdapat di bagian belakang. Pada bagian depan pintu masuk diperuntukkan bagi siapa saja baik yang hendak beribadah ataupun turis non muslim. Sedangkan di bagian belakang khusus untuk yang hendak beribadah.

Tempat wudlu berada di selatan dari halaman depan masjid. Sebuah anak tangga sebagai akses untuk masuk ke masjid dari samping ada di sana.

INTERIOR

Bagian dalam masjid ini terdiri dari beberapa bagian. Serambi menjadi ruangan pertama yang ada di sana. Turis non muslim hanya diperbolehkan masuk sampai area tersebut. Beberapa informasi tentang masjid ini disediakan di sana melalui beberapa sarana seperti papan informasi, brosur, buku, dll.

Dari serambi masjid ini terdapat pintu utama sebagai akses untuk menuju ruang sholat utama.

Di kedua sisi dari ruang sholat utama terdapat ruang selasar yang terhubung dengan serambi.

Ruang sholat utama merupakan bagian utama dari masjid ini. Ruangan yang cukup luas terhampar di sana. Ada dua ruang sholat yang digunakan yaitu ruang sholat lantai dasar dan lantai mezanine yang keduanya dapat menampung total 5000 jamaah.

Untuk menopang lantai mezanine dan juga sebagai estetika, ruang sholat masjid ini dilengkapi dengan dua belas kolom heksagonal.

Di bagian depan ruang sholat terdapat mihrab dan mimbar masjid. Bagian mihrab masjid berbentuk lengkungan dengan berlapiskan ornamen emas dan kaligrafi. Sedangkan mimbar masjid terbuat dari kayu dengan ornamen ukiran yang indah.

Dan sebagai penerangan, digantungkanlah di dalamnya beberapa lampu yang bernuansa klasik tempo dulu.

Perpaduan semua itu menjadikan ruang sholat masjid ini begitu damai terasa. Arsitektur dan segala ornamen yang ada di dalamnya terlihat cukup sederhana namun berkesan elegan. Seolah kami yang datang ke sana, tidak merasa bahwa bangunan masjid tersebut telah berusia sekian lama.

**************************

Waktu berlalu hingga sorepun tiba. Dan terasa tibalah waktu bagi kami untuk meninggalkan masjid ini. Kunjungan yang cukup berkesan di hati kami. Banyak hal yang kami dapati di sana. Selain keindahan secara arsitekturnya, manajemen masjid terlihat begitu teratur. Terbukti dengan diberikannya pelayanan yang baik kepada para jamaah ataupun turis, kebersihan yang selalu terjaga, kenyamanan dan ketenangan di tempat sholat serta tetap terlindunginya nilai sejarah yang ada.

Jika di antara kita sedang berada di Singapura, singgah ke masjid ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

========================================================
photo by : deddy
========================================================


Responses

  1. ada engga ya di solo masjid seindah itu mari kita contoh bersih nya masjid tersebut di lingkungan kita

    • betul mas .. karena masjid merupakan rumah Alloh. Tempat yang mulia dan sudah seharusnya selalu bersih.

  2. allah bukan alloh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: