Posted by: deddyek | January 2, 2012

Taman Bunga Nusantara di Cipanas (Bagian Kedua)

Udara siang itu mendadak begitu bersahabat. Dari mendung nan dingin berubah menjadi cerah nan panas. Pas banget untuk jalan-jalan menyisir setiap sisi dari Taman Bunga Nusantara.

Semakin waktu berlalu, semakin banyaklah pengunjung yang datang. Nampak pula segerombol pengunjung berseragam kaos. Sepertinya mereka dari sebuah perusahaan yang tengah mengadakan wisata bersama keluarga di TBN. Lahannya yang luas dengan tampilan yang indah, menjadikan TBN salah satu tempat favorit untuk Family Gathering.

Kami telah berada di dalam TBN. Kaki kami rasanya sudah gatal untuk segera memulai penjelajahan di dalamnya.

Gedung Utama

Jika sebelumnya kami mendapati tampilan yang menarik dari bagian depan Gedung Utama, kali ini tampilan yang jauh-jauh lebih menarik kami jumpai di bagian belakangnya. Suatu tampilan taman yang benar-benar keren. Ditata sedemikian rupa hingga menjadikannya sebagai salam jumpa yang berkesan bagi pengunjung yang baru masuk ke dalamnya.

Bagian gedungnya sih biasa aja. Ada beberapa aktifitas difungsikan di sana. Seperti penjualan tiket masuk, restorant, penjualan suvenir, dll.

Tapi yang sungguh berkesan adalah tampilan tamannya. Sebuah air terjun mini menghias di sana. Aliran air yang deras menghadirkan suasana yang damai. Aursnya melaju sepanjang lintasan yang telah dibuat hingga beberapa puluh meter ke depannya.

Sementara itu aneka tanaman dan bunga menghias indah di sekilingnya. Semua itu berpadu dengan lantai berbatu hitam dan beberapa undakan yang dibuat sesuai kontur tanahnya.

Tak salah rasanya, jika tempat itu membuat pengunjung betah di sana untuk menikmati keindahannya sambil berphoto ria. Kami pun tak mau ketinggalan.

Itu hanya tampilan ke arah gedung utama. Jika menghadap ke arah sebaliknya, wow, tampilan yang tak kalah indah ada di sana. Sambil menyusuri undakan yang ada, hamparan taman nan indah dan berwarna-warni begitu memanjakan mata. Beberapa taman jelas terlihat di sana, seakan melambai agar kami segera beranjak ke arahnya.

Topiary Merak

Berada di sebelah kanan dari area taman Gedung Utama, sebuah Topiary Merak ada nampak disusun indah di sana. Ukurannya bentuk tubuhnya cukup besar dan ekornya terlihat sangat panjang. Entah berapa ribu tanaman dan bunga yang digunakan untuk menyusunnnya.

Topiary Merak hanyalah salah satu dari beberapa topiary yang dipajang di TBN.

Hamparan Bunga

Tak jauh dari taman Gedung Utama, sebuah perempatan ada di sana. Kami tiga keluarga memutuskan untuk berpisah di sana. Masing-masing akan menempuh jalan berbeda dalam meng-explore TBN yang luas. Satu keluarga mengambil ke arah kanan, yang lainnya kiri, sedangkan aku dan istri masih di tempat itu.

Masih di sekitar perempatan, terlihatlah hamparan bunga nan indah. Entah jenis bunga apa yang ditanamnya. Yang jelas beberapa warna menghias di sana. Sepertinya bunga-bunga tersebut masih dalam proses pertumbuhan.

Dengan penataan yang cantik, nantinya tatkala bunga-bunga itu tumbuh sempurna, hamparan bunga itu akan terlihat laksana karpet tebal nan indah.

Se-area dengan hamparan bunga, terpisahkan oleh rerumputan nan rapi, dua buah topiary dinosaurus raksasa terlihat di sana. Keduanya seakan duduk di atas bunga-bunga cantik yang mengitarinya.

Jam Taman Raksasa

Lurus dari arah taman Gedung Utama, terdapat area Jam Taman Raksasa. Sebuah jalan langsung mengantarkan kami menuju ke salah satu spot menarik di TBN. Deretan bunga salvia hijau tampak terhampar membelah jalan menjadi dua.

Sambil melangkah kami mendapati di sisi kanan, dua buah topiary jerapah yang berdiri di antara tanaman-tanaman yang indah.

Langkah kaki kami akhirnya sampai ke areal jam taman raksasa. Sebuah pagar tembok dan besi membatasinya. Sementara itu aneka bunga nan indah, menghias di dalamnya.

Ukurannya yang besar, berdiameter sekitar 10 meter, menjadikannya sebagai salah satu ikon dari TBN. Meski berukuran besar, jam itu masih bisa berfungsi dengan baik. Bahkan jam ini bisa berdentang setiap 30 menit. Menurut informasi, dentangannya berupa nada lagu-lagu yang dikenal di Indonesia. Ia hanya berdentang antara pukul 09:30 s/d 17:00.

Jam taman raksasa itu telah ada sejak tahun 1992. Ia di desain oleh seorang perancang dari Jepang bernama Hamana Yosuke.

Danau Angsa

Setelah berjalan mengeliling jam raksasa, sampailah kami ke sebuah jalan, yang mana di seberangnya terdapat Danau Angsa. Kami putuskan untuk singgah di sana sejenak sambil menikmati minuman dan makanan ringan yang kami bawa.

Kamipun lantas masuk ke dalamnya. Sesuai namanya, di sana terdapat sebuah danau yang lumayan luas. Untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjungnya, deretan tempat berteduh berbentuk lengkungan ada di sisi depan pintu masuk. Cukup nyaman, karena adanya tanaman yang difungsikan sebagai atap yang meneduhkan di atasnya.

Di bagian seberang dari danau, terdapat patung besar berbentuk Dewi Kunti.

Di tengah danau terdapat sebuah gasebo yang cukup luas. Fungsinya untuk memudahkan pengunjung memberi makan angsa dan ikan dengan lebih dekat. Kami berdua langsung saja menuju ke sana dengan melalui jalan yang telah disediakan.

Untunglah ada beberapa kursi tersedia. Kami lantas duduk-duduk untuk menikmati ketenangan danau tersebut.

Ada dua jenis angsa yang hidup di lingkungan tersebut yaitu angsa putih dan angsa hitam. Kedua jenis angsa itu hidup berbaur dengan ikan-ikan yang sengaja dipelihara di danau.

Beberapa menit kami duduk-duduk di sana. Tenggorokan kami telah basah oleh segarnya air mineral. Tubuh kamipun kian segar dengan beberapa snack dan buah yang kami nikmati. So, saatnya untuk melanjutkan langkah.

Menuju Taman Perancis

Tujuan selanjutnya adalah Taman Perancis. Kami meninggalkan Danau Angsa dari pintu yang sama. Menyusuri jalan yang dihiasi aneka bunga di kiri-kanannya, kami mendapati nuansa yang benar-benar berbeda. Suasana yang romantis🙂 ..

Sambil menengok ke kiri, kami disajikan panoraman taman yang indah. Terlihat gedung utama dengan air terjun mininya jauh di sana.

Kami terus melangkah hingga sampai di sebuah sungai kecil. Untuk menyeberangi, kami mesti melalui bebatuan yang dipasang di sana.

Dalam perjalanan menuju Taman Perancis, kami menjumpai beberapa topiary menghias di antara rerumputan dan bunga-bunga. Di antaranya adalah topiary Barong Bali dan Kelinci.

Setelah beberapa saat berjalan, sampailah kami di spot yang kami tuju yaitu Taman Perancis.

… Bersambung …

========================================================
photo by : deddy
========================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: