Posted by: deddyek | January 3, 2012

Taman Bunga Nusantara di Cipanas (Bagian Ketiga)

Siang kian terasa panas oleh sinaran matahari yang langsung menyusup ke tubuh kami. Namun semua itu tak begitu terasa tatkala hembusan udara sejuk menyambangi kami. Langkah kaki kami masih tetap lincah menyusuri jalanan nan bersih rapi. Sedang pandangan kami tiada henti terarah ke segenap tampilan hamparan taman yang indah dan menyegarkan.

Saat itu kami tengah berdiri di tepian jalan. Dua buah taman nan indah ada di kedua sisinya. Taman Perancis dan Taman Mawar begitulah kedua areal itu dinamai.

Taman Mawar

Taman Perancis sebenarnya jadi tujuan pertama ke tempat tersebut. Namun berhubung di depannya ada Taman Mawar, kami putuskan untuk menjelajah Taman Mawar terlebih dahulu. Lantas ke Taman Perancis dan lanjut ke area Menara Pandang dan Labyrin.

Memasuki Taman Mawar, kami disuguhi hamparan bunga mawar yang begitu banyak. Berbagai jenis dan warna dari bunga mawar berkumpul di sana. Hybrid Tea Roses merupakan salah satu di antaranya.

Taman tersebut ditata dengan begitu rupa. Jalan akses yang berlapiskan lempengan bebatuan menjadikannya nyaman untuk dilalui.

Untuk menambah estetikanya, diletakkanlah di sana beberapa bentuk lengkung dengan tanaman tertentu sebagai atap dan dindingnya laksana terowongan. Tak ketinggalan, sebuah pancuran kecil menghias di bagian tengahnya.

Taman ini telah ada sejak tahun 1996. Dulunya didirikan untuk membudidayakan aneka jenis mawar. Waktu demi waktu jumlah dan varietasnya pun kian banyak. Terutama karena datangnya mawar-mawar dari luar negeri dan juga hasil persilangan. Dan akhirnya jadilah seperti apa yang ada sekarang.

Taman Gaya Perancis

Puas jalan-jalan di Taman Mawar, kami selanjutnya berpindah ke Taman Gaya Perancis yang lokasinya berada di seberangnya.

Taman ini menjadi salah satu ikon dari TBN. Tak heran jika begitu banyak pengunjung yang mendatanginya. Penataan yang dibuat seakan menghadirkan suasana seolah pengunjung sedang berada di sebuah taman di Perancis.

Berdiri sejak tahun 2000, taman ini mengedepankan disain bentuk-bentuk geometris terutama tabung atau silinder. Tampilan taman ini terlihat begitu cantik dilihat dari berbagai sisi atau lokasi.

Beberapa jalan dibuat di dalamnya sebagai akses bagi pengunjung untuk menikmati keindahannya. Beberapa ornamen ornamen menghias di sana. Salah satunya adalah bangku taman.

Duduk di sana sambil menikmati hamparan taman nan sedap dipandang mata benar-benar menghadirkan nuansa yang berbeda. Apalagi ditemani istri tercinta, hmmm… so romantic ..🙂

Sama seperti Taman Mawar, di taman ini juga terdapat pancuran yang serupa. Airnya yang memancar membuat kesejukan seolah hadir menyapa.

Aneka bunga Begonia yang berwarna-warni tampak menghias di beberapa sisi taman.

Perpaduan semua itu menghadirkan harmoni yang selaras hingga membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.

Taman Rahasia / Labirin

Menyusuri jalanan di Taman Gaya Perancis membawa kami di bagian paling belakang dari taman tersebut.

Sebuah jalan akses ada di sana. Bersih dan rapi masih menjadi tampilan yang selalu dijumpa. Di seberangnya, terdapat tanaman terang bulan (duranta repens varigata) yang dibentuk laksana tembok hijau. Itulah bagian belakang dari Taman Labirin.

Kami segera melangkahkan kaki menyusuri jalan tersebut untuk menuju pintu masuk Taman Labirin yang ada di bagian depan. Beberapa terowongan yang terbuat dari lengkungan besi dengan berdinding dan beratap tanaman merambat menjadi hiasan yang kami jumpai selama perjalanan.

Tak lama kemudian sampailah kami di sana. Taman Labirin berada tepat di depan Menara Pandang.

Jenis Taman Labirin atau biasa disebut Maze Garden, merupakan jenis taman yang telah ada sejak lama. Bahkan berabad-abad yang lalu. Taman ini merupakan sebuah taman yang berdindng tanaman yang dibuat seperti tembok setinggi manusia dan kemudian membentuk lorong yang berliku-liku hingga mencapi tujuan akhir.

Di antara beberapa pola Taman Labirin yang ada, pola Renaissance-lah yang dikedepankan di TBN. Sebuah pola yang bertemakan legenda Theseus yang berhasil merebut Putri Adriane di jalan tak berujung.

Pengunjung TBN dapat menikmati petualangan di Taman Labirin. Berhasil atau tersesat di dalamnya akan menghadirkan pengalaman yang berbeda. Sebagai pemandu, rekan atau keluarga dapat menaiki Menara Pandang untuk memberikan arahan dari sana.

Kami coba masuk ke dalamnya. Namun bukan untuk menjelajah sampai akhir, tapi hanya untuk melihat bagaimana bentuk dalamnya..🙂

Di pintu masuk, terdapat beberapa lubang di tanah yang secara tiba-tiba akan memancarkan air ke atas dengan kencang. Sebuah kejutan pertama sebelum menikmati rumitnya rute di dalam labirin.

Selepas terkena percikan air mancur, kami berdua lantas masuk ke dalamnya. Tak sampai jauh hanya beberapa meter saja. Benar-benar tembok yang tebal serta rute yang berliku. Tembok yang terbuat dari tanaman itu sangatlah rapat, jadi susah sepertinya untuk diterobos.

Menara Pandang

Keluar dari Taman Labirin, nampaklah di depan sebuah menara menjulang. Namanya Menara Pandang dan berketinggian sekitar 28-29 meter.

Menara ini diresmikan pada 10 September 1995 oleh alm. Ibu Tien Suharto.

Untuk menaiki menara yang memiliki empat buah lantai itu, kami mesti membeli tiket sebesar Rp. 2000 per orang. Selain tiket, kami juga mendapatkan selembar peta taman labirin.

Sebenarnya untuk naik ke atas, telah disediakan fasilitas berupa lift. Namun karena liftnya tidak berfungsi, maka untuk menuju ke sana, kami mesti berjalan melalui anak tangga yang ada. Lumayanlah untuk olahraga.

Beberapa menit kemudian sampailah kami di lantai paling atas. Dari sana kami bisa melihat panorama TBN yang begitu memukau.

Kami dapat melihat hamparan Taman Labirin secara utuh dari atas.

Begitu juga Taman Gaya Bali, terlihat begitu cantik tampilannya.

Pemandang Taman Gaya Perancis dari kejauhan juga tak kalah indahnya.

Tak ketinggalan pula Taman Air Mancur yang tengah melakukan atraksinya.

Dan tentu saja, tampilan hamparan aneka bunga nan cantik yang berada di depan Menara. Bentuknya yang bulat dengan tatanan bunga yang sedemikian rupa, menjadikannya begitu mempesona.

Kami cukup lama berada di atas menara. Sambil memandangi panorama yang tersaji, kami sempatkan untuk menikmati beberapa teguk air mineral, beberapa buah jeruk dan snack. Hmmm… mantap nian ..🙂

Tak terasa waktu cepat berlalu dan masih begitu banyak taman yang belum kami kunjungi. Karena itu kami putuskan untuk menyudahi berada di atas menara. Melalui jalan dan tangga yang sama saat kami naik, maka sampailah kami kembali di bawah.

Sambil bergandeng-tangan, melangkahlah kami melanjutkan penjelajahan di Taman Bunga Nusantara.

… Bersambung …

========================================================
photo by : deddy
========================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: