Posted by: deddyek | January 16, 2012

Taman Bunga Nusantara di Cipanas (Bagian Kelima)

Kami telah meninggalkan areal Taman Gaya Bali yang penuh dengan kerimbunan. Seiring waktu berlalu, kamipun tengah mendekati rute terakhir dalam perjalanan di TBN. Beberapa bentuk taman nan indah telah menanti di depan. Dan salah satunya, kini tengah ada di hadapan kami.

Taman Mediterania

Sebuah bangunan khas mediterania terlihat di depan kami. Hanya jalan yang memisahkan kami dengannya. Beberapa jenis tanaman terlihat mendominasi di sana. Aneka kaktus adalah di antaranya. Sesuai dengan bentuk luarnya, pengunjung termasuk kami langsung bisa mengetahui bahwa taman tersebut adalah bergaya Mediterania.

Seakan mengelilingi rumah Mediterania, tumbuh dengan rapat begitu banyak tanaman khas padang pasir dengan beragam jenis dan ukurannya. Perlu hati-hati untuk menikmatinya dari dekat. Duri-duri yang dimilikinya lumayan tajam untuk dapat menggores anggota badan.

Kami sempatkan untuk masuk ke dalam rumah Mediterania. Terdapat beberapa taman di dalamnya yang masing-masing dibatasi oleh pagar besi. Di dalamnya terdapat aneka kaktus dan yucca yang tumbuh dengan baik. Beberapa aksesoris seperti unsur bebatuan dan pasir putih menghias di sana. Semua itu semakin menguatkan nuansa mediterania yang ada.

Beberapa jenis kaktus yang ada di sana di antaranya Notocactus magnificus, opuntia rufida yang bulat seperti bola, cereus hexagonus yang tinggi, dan beberapa jenis lainnya.

Taman Palem

Setelah puas menikmati apa yang disajikan di Taman Mediterania, kami lantas melanjutkan langkah untuk menuju Taman Gaya Jepang.

Namun di perjalanan, kami mendapati suatu area yang banyak ditumbuhi oleh pohon palem yang tinggi.

Dan benar juga, sesuai namanya, areal tersebut dinamai Taman Palem.

Taman Palem ini didirikan pada tahun 1996. Di tempat tersebut dikembangkan aneka jenis palem yang berasal dari Asia Tengah, Karibia dan Mexico.

Taman Gaya Jepang

Tak lama kami berada di Taman Palem. Selanjutnya kami menuju Taman Gaya Jepang. Menyusuri jalan yang sedikit menanjak dan menurun serta melewati jembatan, akhirnya sampailah kami di tujuan.

Tak jauh di Taman Jepang ada sebuah pertigaan. Sebuah peta wisata besar di pasang di sana untuk memudahkan pengunjung dalam mendapatkan informasi lokasi taman dan wahana. Tidak hanya di tempat tersebut terdapat peta wisata, di beberapa lokasi yang lain juga ada.

Kami telah berada di depan area Taman Gaya Jepang. Taman tersebut berada di dalam suatu area yang dibatasi atau dipagari oleh tembok putih yang tinggi. Kamipun lantas masuk ke dalamnya.

Sungguh suasana yang berbeda kami dapati di sana. Perpaduan aneka bunga nan hijau, air yang jernih dan gemericiknya serta beberapa bangunan yang ada, menghadirkan nuansa ketenangan tersendiri.

Memang begitulah konsepnya ketika dibangun pada tahun 1993 dengan Hamana Yosuke sebagai perancangnya. Suatu kesederhanaan dengan unsur-unsur alam yang dikedepankannya, menjadikan pengunjungnya merasa damai dan nyaman untuk berlama-lama di sana.

Kami melangkah perlahan-lahan menikmati panorama yang ada di sana. Hamparan bunga nan hijau begitu terasa menyejukkan. Beberapa bonsai dan tanaman hebras yang berbunga indah terlihat mewarnai kesejukannya.

Rerumputan nan hijau terlihat begitu subur tumbuh laksana karpet di segenap area. Sebagai penambah kekhasan akan gaya Jepang, beberapa bangunan khas jepang ada di sana. Sebuah jembatan yang di letakkan membentang di sebuah kolam kian menambah keindahan yang ada.

Sebuah bambu yang terus bergerak naik turun seiring air yang jatuh kepadanya, dan juga seiring bunyi ketukan dari bambu saat mengenai bebatuan di bawahnya, benar benar menghadirkan suasana pedesaan yang tenang.

Di Taman Gaya Jepang ini kami berjumpa kembali dengan seorang rekan dan istrinya. Di sana kami berempat sempat berphoto-photo dan beristirahat sejenak sambil menikmati segarnya buah jeruk yang kami bawa.

Puaslah kami berada di Taman Jepang. Kami telah disuguhi keindahan taman yang menyegarkan mata. Sama segarnya dengan tubuh kami yang telah beristirahat beberapa menit lamanya di balai-balai khas Jepang yang berdiri di dalamnya.

Waktu berlalu dan kamipun mesti meneruskan langkah.

Rumah Kaca

Dalam perjalanan kami putuskan untuk langsung menuju pintu ke luar. Kebetulan satu lagi rekan dan keluarganya telah menunggu di tempat parkir untuk menikmati makan siang yang telah disiapkannya.

Menyusuri jalanan yang di kiri kanannya tumbuh dengan tinggi menjulang tanaman palem, sampailah kami di sebuah bangunan yang semua sisinya dilapisi oleh kaca.

Bangunan tersebut adalah Rumah Kaca. Suatu bangunan yang didirikan sejak tahun 1996 yang dibuat oleh seorang ahli kaca dari Belanda. Setidaknya +/- 3000 panel kaca digunakan untuk membangun tempat penyimpanan tanaman seluas +/- 2200 m2 tersebut. Bangunan Rumah Kaca memiliki beragam fungsi seperti mengatur kondisi suhu, kelembaban dan intensitas cahaya. Pengaturan tersebut memang sangat diperlukan untuk membuat bunga dan tanaman yang ada tumbuh dengan baik.

Menurut informasi yang ada, pengunjung dapat melihat aneka bunga dan tanaman yang indah yang membutuhkan perawatan khusus. Tanaman aglaonema dan bunga aster adalah di antaranya.

Sayangnya, karena keterbatasan waktu kami tidak sempat untuk masuk ke dalamnya.

Taman Air

Menjelang area pintu ke luar, kami berbincang tentang apa saja yang telah kami kunjungi. Ada satu taman yang rekan kami ternyata belum sempat kunjungi yaitu Taman Perancis. Kami kemudian tawarkan pada mereka berdua untuk kami antar melihat-lihat sebentar ke sana. Mumpung masih di TBN, rugi rasanya kalo dilewatkan begitu saja.

Akhirnya kami berempat beranjak menuju Taman Gaya Perancis.

Sebelum memasuki area Taman Gaya Perancis, sebelum melalui jembatan, kami mendapati sebuah taman yang disebut Taman Air.

Taman ini menurut informasi telah ada sejak tahun 1995. Sesuai dengan namanya, maka dibuatlah di sana sebuah danau yang digunakan sebagai habitat tumbuhnya tanaman yang hidup di sana.

Bunga Giant Arum dan Teratai Raksasa tampak tumbuh dengan baik di sana.

***********************

Sampailah kami di Taman Gaya Perancis. Tak lama kami di sana. Selepas membiarkan rekan kami dan istrinya menikmati taman tersebutm, kami lantas melangkah balik menuju bangunan gedung utama lokasi di mana pintu keluar berada.

Sungguh jalan-jalan yang menyenangkan bagi kami. Perjalanan yang lumayan jauh terbayarkan oleh segenap keindahan yang kami dapati. Subhanallah. Indah nian segenap ciptaan-Nya.

… Selesai …

========================================================
photo by : deddy
========================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: