Posted by: deddyek | April 30, 2012

3 Days Trip : Jakarta – Luwuk (Part1)

Pertengahan Pebruari 2012, setelah sekian lama tidak ada tugas keluar kota, akhirnya tugas itupun datang. Bersama seorang rekan kantor dan seorang rekan dari perusahaan lain, diriku berangkat menuju suatu kota yang berada di pesisir Selat Pelang. Suatu kota yang menjadi ibukota dari Kabupaten Banggai, Propinsi Sulawesi Tengah. Tujuan utama sebenarnya bukanlah ke kota itu, melainkan ke sebuah desa yang waktu tempuhnya memakan waktu satu jam dari Luwuk. Desa tersebut bernama Uso. Sebuah desa bersahaja yang kini menjadi begitu sibuknya karena adanya proyek DSLNG di sana. Ke lokasi proyek itulah, tujuan kami bertiga ke sana.

Pagi itu, selepas sholat Subuh kami bertolak dari kantor di kawasan Mampang menuju Bandara Soetta dengan menggunakan taksi yang telah kami pesan malam sebelumnya. Kurang dari satu jam sampailah kami di bandara.

Pagi itu kami akan berangkat dengan pesawat Batavia Air. Rute yang ditempuh adalah Jakarta -> Surabaya -> Makasar -> Luwuk. Kami sudah membayangkan kiranya rute yang kami tempuh itu akan sangat melelahkan. Namun karena jadwal yang tersedia dan yang memiliki connecting flight yang pas hanya Batavia Air, maka mau tak mau, kami mesti menikmati perjalanan dengan rute tersebut.

Pukul 6 pagi kami telah check-in. Setelah ngopi dan sarapan sejenak, kami langsung menuju ruang keberangkatan. Namun ternyata pagi itu jadwal keberangkatannya ditunda sekitar satu jam karena alasan operasional.

Sambil menunggu, untuk menghabiskan waktu, laptop menjadi teman yang pas bagi kami. Dengannya kami bisa membuka email dan membaca kabar pada situs-situs berita hingga satu jam kemudian akhirnya saat boarding tiba.

Kami bersama para penumpang lainnya, satu per satu meninggalkan ruang tunggu menuju ruang kabin pesawat.

Alhamdulillah, pagi itu cuaca Jakarta cukup cerah dan kami berharap dapat menikmati perjalanan dengan tenang.

Tak berapa lama setelah semua tempat duduk terisi, pesawatpun lepas landas menuju Surabaya. Satu jam kemudian sampailah kami di Bandara Juanda. Semua penumpang diminta untuk turun sejenak. Tak sampai 15 menit, kamipun balik ke pesawat untuk melanjutkan perjalanan ke Makasar. Sekitar satu setengah jam kemudian sampailah kami di Bandara Hassanuddin. Kali ini kami tak turun, cukup menunggu di pesawat saja. Beberapa saat kemudian, setelah para penumpang dari Makasar menaiki pesawat, pesawatpun kembali terbang ke tujuan terakhir, Luwuk.

Beda dengan perjalanan dari Jakarta – Surabaya – Makasar yang relatif tenang, perjalanan dari Makasar dan Luwuk kali ini benar-benar disertai goncangan-goncangan karena cuaca yang kurang bagus. Awan menyelimuti hampir selama perjalanan. Begitu mendekati wilayah Banggai, awanpun masih tetap ada. Kota Luwuk dan sekitarnya terlihat samar-samar dari atas.

Beberapa menit kemudian, pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk.

Pesawat melaju cepat untuk kemudian melambat hingga berhenti di landasannya. Tak lama berselang, pintu pun dibuka. Bersama para penumpang yang lain, kami lantas turun dari pesawat.

Berjalan kaki kami menyusuri landasan untuk menuju ruang kedatangan. Angin berhembus demikian kencang seakan menyambut kedatangan kami. Maklum saja, tak jauh dari bandara, terdapat pantai yang luas.

Bagi kami yang pertama kali ke Luwuk, Bandara Syukuran Aminuddin Amir terlihat sedikit berbeda. Ruang bandara lebih rendah lokasinya dari pada landasannya.

Dengan menurun undakan yang ada, sampailah kami di ruang bandara. Kami semua menuju ruang kedatangan. Suasana pengambilan bagasi terlihat begitu riuh.

Setelah mendapatkan bagasi kami, segeralah keluar kami dari ruangan tersebut untuk menuju halaman depan Bandara. Di sana seorang sopir dan kendaraan sewaan telah menanti kami untuk memulai perjalanan di Luwuk Banggai selama tiga hari.

Waktu sudah menunjukkan pukul 15:30 waktu setempat. Perut kami yang keroncongan, karena hanya terisi roti selama perjalanan, membuat kami memutuskan untuk mencari santapan untuk makan siang sore itu.

Untuk menuju pusat kota Luwuk, kami menyusuri jalan yang diapit tebing dan pantai. Pantai yang biru terlihat jelas begitu indah. Terutama di sekitar kawasan yang disebut “Kilo-5”. Air terlihat begitu bening dan bersih.

Sebuah rumah makan di pusat kota menjadi tujuan kami.

Selepas makan siang, kami langsung lanjutkan perjalanan menuju Hotel tempat kami akan menginap. Selama di Luwuk Banggai, kami menginap di Hotel Igora yang terletak di Jl. Muh. Hatta.

Hari pertama di Luwuk, tak banyak aktifitas yang kami lakukan. Memulihkan stamina untuk perjalanan utama esok hari menjadi alasan utama. Kami keluar hanya sekedar untuk mencari makan malam. Selebihnya kami di hotel untuk istirahat sambil mempersiapkan segala sesuatunya untuk tugas esok pagi.

====================================================
photo by : deddy
====================================================

bersambung …


Responses

  1. Mas gan, bisa share contact person nya driver itu kah?
    Kamis ini aku mau ke sana juga🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: