Posted by: deddyek | April 30, 2012

3 Days Trip : Jakarta – Luwuk (Part2)

Udara pagi begitu segar terasa. Seiring semangat yang mengumpul di dalam dada. Tuk menghadapi aktifitas dengan segera. Hidangan sarapan pagi telah kami nikmati dengan lahapnya. Segelas teh hangatpun begitu nikmat terasa. Melangkahkan kaki meninggalkan hotel, kami bersiap untuk memulai tugas yang menanti di depan mata.

Mobil yang kami sewa telah siap di halaman hotel. Bergegas kami segera masuk ke dalamnya. Tak lama kemudian, mobil tersebut bergerak meninggalkan hotel untuk menyusur jalanan menuju tujuan.

Melajulah mobil membawa kami ke arah bandara Luwuk. Pantai Kilo 5 masih terlihat begitu tenang dengan warna birunya yang indah.

Menurut pak sopir, untuk menuju Ds. Uso di Kec. Batui dibutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai ke sana. Setelah meninggalkan Luwuk, kami akan melalui Kec. Kintom dan barulah sampai di Batui.

Memasuki daerah Kintom, deretan perkampungan warga lokal menjadi pemandangan yang kami jumpai. Perkampungan tersebut berada di sisi kanan dan kiri jalan.

Di beberapa lokasi terlihat pantai dan tebing seakan mengapit perkampungan tersebut.

Jalanan yang kami lalui berlapis aspal yang kondisinya cukup bagus. Pepohonan nyiur nan tinggi menjulang menghias sepanjang perjalanan. Semak-semak nampak pula tumbuh menyeruak di beberapa sisi jalanan.

Meskipun jalannya mulus, mengendarai kendaraan di daerah tersebut (Kintom / Batui) mestilah tetap waspada. Di beberapa lokasi masih terlihat hewan-hewan piaraan warga seperti sapi atau kambing tengah berada jalan. Menurut pak sopir, memang sudah menjadi adat setempat jika hewan-hewan tersebut dibiarkan mencari makan sendiri di jalan dan hewan-hewan tersebut akan dengan sendirinya kembali ke kandangnya jika sore telah tiba.

Dalam perjalanan kami jumpai dua atau tiga jembatan yang mesti dilalui. Bahkan terdapat sebuah jembatan yang hanya bisa dilalui satu kendaraan saja.

Sebuah pelabuhan kami lewati di sana. Menurut informasi itulah satu-satunya pelabuhan untuk naik turunnya barang di Luwuk Banggai.

Jalan yang bagus berakhir saat memasuki wilayah Batui. Jalanan mulai terlihat rusak di beberapa sisinya.

Hampir 50 menit perjalanan kami tempuh. Terlihatlah di depan, tanda-tanda suatu keramaian yang berbeda. Beberapa mobil dan kendaraan berat hilir mudik melalui jalan tersebut. Deretan pagar kawat membentang sepanjang jalan. Di situlah sebuah proyek LNG berada.

Kami langsung menuju kantor Klien tempat kami akan mengadakan pertemuan pagi itu.

Hampir dua jam pertemuan berlangsung. Lantas kamipun beranjak untuk bersilaturahim dengan beberapa rekan yang bekerja di beberapa kontraktor di sana. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan kamipun mendapatkan begitu banyak data dan informasi yang bermanfaat untuk pekerjaan kami di proyek tersebut nanti.

Siang mulai mendekati tengah hari saat kami meninggalkan Batui untuk kembali ke Luwuk dengan melalui jalan yang sama.

Perjalanan pulang terasa lebih cepat. Tak banyak kendaraan yang berlalu lalang di sepanjang jalan. Sehingga pak sopirpun dengan sigap menggeber kendaraan hingga melaju kencang menuju Luwuk.

Sebelum memasuki kota Luwuk, kami sempatkan singgah di area di Pantai Kilo 5 untuk sekedar istirahat sejenak. Di sekitaran pantai tersebut, terdapat deretan warung yang menjual jagung bakar atau rebus plus es kelapa muda.

Di salah satu warung kami berhenti. Segera kami keluar dari kendaraan dan langsung menuju warung tersebut. Setelah melepas sepatu dan kaos kaki, kami pun menyelonjorkan kaki di dalamnya. Nikmat sekali ..

Dengan ramah seorang ibu penjaga warung tersebut menawari kami makanan yang ada. Jagung rebus dan kelapa muda tanpa es menjadi pilihan kami. Satu toples jagung rebuspun datang dengan sepiring kecil saus sambal sebagai pelengkapnya. Beberapa saat kemudian, kelapa muda menyusul.

Sambil menikmati jagung rebus hangat dan segarnya kelapa muda, menikmati pemandangan pantai nan indah, diiringi desiran angin yang sepoi-sepoi benar-benar menghadirkan suasana yang menyegarkan.

Beberapa jagung telah kami nikmati, kelapa muda telah kami minum habis. dan badan kamipun telah kembali segar. Jadi, perjalanan mesti kami lanjutkan. Setelah membayar apa yang kami makan dan minum, kami segera meninggalkan tempat tersebut untuk menuju pusat kota Luwuk.

====================================================
photo by : deddy
====================================================

bersambung …


Responses

  1. Jadi kangen desa kintom :”(

    Udah belasan tahun menetap di Kota Jakarta sampai lupa pulang ke kampung sendiri.. #HomesickšŸ˜¦


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: