Posted by: deddyek | April 30, 2012

3 Days Trip : Jakarta – Luwuk (Part3)

Panas matahari menerpa kota Luwuk siang itu. Tiada sedikitpun mendung yang membantu sedikit untuk mengurangi teriknya. Waktu dzuhur telah masuk satu jam lalu. Kami putuskan untuk mencari masjid di kota tersebut. Masjid Agung Luwuk adalah pilihan kami.

Setelah menunaikan sholat dzuhur di dalamnya, kami lantas beranjak untuk kembali menyusuri kota. Pertokoan menjadi tampilan yang banyak kami jumpai di beberapa sisinya.

Di sebuah rumah makan kami berhenti untuk sekedar makan siang. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan untuk mengitari kota Luwuk.

Pak Sopir menginformasikan ada satu tempat yang menjadi tujuan hampir setiap orang yang berkunjung ke Luwuk. Bukit Inspirasi namanya. Tanpa banyak pertimbangan, kami lantas putuskan untuk mampir sejenak ke lokasi tersebut.

Perjalanan untuk menuju Bukit Inspirasi ditempuh melalui jalan yang berkelok dan menanjak. Terkadang sedikit landai dan lebih seringnya menanjak tajam.

Bukit Inspirasi sendiri memiliki nama asli Bukit Keles. Banyak cafe-cafe berdiri di sana. Biasanya cafe-cafe tersebut akan ramai saat sore menjelang hingga larut malam.

Tak lama kemudian sampailah kami di sana. Bukit Inspirasi tak lebih hanyalah bukit biasa. Yang membuatnya luar biasa dan menarik untuk dikunjungi adalah karena dari sana, kami bisa menikmati hamparan pemandangan kota Luwuk dari ketinggian. Keren banget …🙂

Sekitar 15 menit kami di sana untuk sekedar menikmati panorama dan mengambil beberapa photo.

Selepas itu, kamipun balik ke hotel untuk membuat laporan dan istirahat.

Sore berlalu dan malampun tiba. Malam itu misi kami adalah mencari oleh-oleh untuk rekan di kantor sekalian makan malam. Tujuan kami adalah Luwuk Trade Center. Di lokasi tersebut terdapat Pujasera dan juga swalayan Golden Hill.

Beberapa menu hadir di Pujasera tersebut mulai dari ikan bakar/goreng, sate, sop iga, igar bakar, sampai coto makasar juga ada. Kami memilih makanan kesukaan masing-masing. Sekitar lima belas menit kemudian makan malam kamipun usai.

Tak jauh dari Pujasera terdapat Toko Swalayan Golden Hill yang katanya terbesar di Luwuk. Oleh-oleh khas Luwuk menjadi buruan kami. Di sana kami menjumpai aneka kripik pisang khas Luwuk. Kripik tersebut memiliki aneka rasa mulai original, coklat, keju, asin, dll. Selain itu masih ada abon ikan dan juga kacang asin. Setelah memilih-milih, beberapa diantaranya kami ambil untuk oleh-oleh.

Waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam waktu setempat. Kami putuskan untuk balik ke hotel. Kami mesti istirahat cukup malam ini karena esok perjalanan sepertinya bakalan melelahkan. Sebelum terbang kembali ke Jakarta, kami masih balik lagi menuju Batui untuk mencari informasi tambahan sesuai instruksi dari kantor yang baru saja masuk.

Malam berlalu seiring kami lelap dalam pembaringan. Detik demi detik berlalu, menit demi menit berlalu dan jam demi jam pun berlalu. Hingga adzan subuh berkumandang dan terbangunlah kami.

Selepas subuh dan me-repack barang bawaan kami, kamipun satu persatu mandi pagi. Sayang sekali air panasnya tak tersedia pagi itu. Jadi air dingin menjadi media kami untuk mandi. Lumayan menggigil pagi itu.

Sambil menunggu sarapan tiba, kami duduk-duduk bagian belakang dari Hotel Igora. Bagian belakangnya yang menjorok ke pantai, menjadikan kami cukup bebas untuk menikmati panorama Teluk Lalong pagi itu.

Suasana pantai teluk nan tenang hadir di sana. Hanya angin yang kadang lembut menyapa. Sesekali hempasan ombak kecil menghempas di pepasiran. Warnanya yang indah oleh paduan birunya laut dan sinaran mentari pagi. Semua itu begitu damai terasa.

Matahari terus beranjak dari ufuk timur untuk perlahan naik.

Dari tempat itu, kami bisa melihat beberapa nelayan yang mulai bekerja. Jaring-jaring disebarkannya dari perahu kecil. Sebuah perjuangan hidup yang patut diapresiasi.

Cukup lama kami berada di sana. Setidaknya hingga waktu sarapan pagi tiba.

Pagi itu juga, kami check-out dan meninggalkan hotel. Kembali ke Batui menjadi tujuan pertama kami. Sepanjang perjalanan kami dapati suasana dan panorama yang sama dengan hari sebelumnya. Sesampai di lokasi, kami lantas menemui beberapa pihak untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Seorang rekan bahkan mendapat ijin untuk site survey ke dalam lokasi proyek. Jadilah kian lengkap informasi dan data yang kami dapat untuk dilaporkan saat kembali ke Jakarta.

Tugas telah usai dan saatnya kembali ke Luwuk. Sesampai di Luwuk waktu sudah melewati pukul dua belas siang waktu setempat. Sebuah restoran cepat saji menjadi tujuan kami untuk makan siang. Kemudian dilanjutkan dengan sholat dzuhur di salah satu masjid yang ada di seberangnya. Tak lupa sholat asharpun kami jama’ taqdim siang itu.

Setelah itu, kami langsung menuju Bandara. Hal itu karena di tiket disebutkan bahwa kami mesti check-in satu setengah jam sebelum keberangkatan.

Di Bandara tersebut berpisahlah kami dengan pak Sopir yang dengan baik hati selama tiga hari mengantarkan kami ke mana-mana.

Kami bergegas menuju ruang check-in. Antrian check-in telah mulai terlihat. Sore itu dengan Batavia Air kami akan kembali ke Jakarta.

====================================================
photo by : deddy
====================================================

selesai …


Responses

  1. Nice Story Gan.. (y)

  2. […] 3 Days Trip : Jakarta – Luwuk (Part3) Makanan khas kota luwuk (edisi ii – onyop kuah asam), Makanan khas kota luwuk (edisi ii – onyop kuah asam) posting -4. hal tersebut bisa disebabkan oleh faktor, bisa keturunan, bis. […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: