Posted by: deddyek | May 7, 2012

Masjid Agung An Nur di Luwuk, Sulawesi Tengah

Terik matahari siang itu benar-benar membuat badan seakan tersengat oleh panasnya. Setelah melakukan perjalanan mulai pagi hingga lepas tengah hari, saatnyalah tiba untuk me-recharge ruhani. Waktu dzuhur telah tiba beberapa waktu yang lalu. Sebagai musafirun di kota Luwuk, kami putuskan siang itu untuk sholat di masjid terbesar yang ada di sana.

Masjid Agung An Nur, sebuah masjid yang menjadi ikon dari kota Luwuk. Di sanalah hari itu kami singgah untuk sholat dan melepaskan diri sejenak dari kesibukan siang itu.

TAMPILAN EKSTERIOR

Berada di sekitar Teluk Lalong, membuat masjid ini terlihat begitu jelas bagi siapapun yang tengah melintasi perairan teluk tersebut. Sayangnya kami tak berkesempatan untuk melihat dari tempat tersebut.

Memasuki halaman masjid, kami mendapati adanya kesibukan yang luar biasa. Seakan kesibukan tersebut diluar kebiasaan setiap harinya. Terlihat beberapa orang tengah bekerja untuk mengecat setiap dinding dari masjid ini. Warna kuning, hijau dan putih berpadu hingga menampilkan harmoni yang menawan.

Masjid ini memiliki halaman parkir yang begitu luas. Halaman terluas berada di sisi bagian timur. Di sisi tersebut, terlihat tengah ada suatu pekerjaan pemasangan panggung dan tenda. Menurut info yang ada, ternyata dalam waktu dekat, Masjid Agung Luwuk akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Propinsi Sulteng.

Meski secara ukuran dan tampilan tak sebesar dan tak semegah masjid Agung lainnya, namun masjid ini memiliki arti yang besar bagi syiar Islam di kawasan Kab. Banggai. Selama di sana, kami tak mendapati informasi tentang sejarah berdirinya masjid ini. Namun sepertinya ia telah lama berdiri di sana sebagai masjid teragung di Kab. Banggai. Karena itu, pada tahun ini, Masjid Agung Luwuk berkesempatan untuk menjadi penyelenggara MTQ tingkat Provinsi.

Secara arsitektural, masjid ini tak ubahnya masjid-masjid yang lain di Indonesia. Bentuk bangunan yang segi empat, dengan deretan pintu masuk di ketiga sisinya (kecuali sisi kiblat), tentunya memudahkan para jamaah yang datang untuk masuk ke dalamnya.

Pada sisi timur masjid ini terdapat sebuah menara yang tingginya +/- 15 meter. Dari menara tersebut, sehari lima kali, adzan dikumandangkan ke segenap penjuru kota.

Dua buah kubah berwarna keemasan hadir menghiasi tampilan masjid ini. Kubah pertama yang terbesar, berada di tengah-tengah bangunan masjid. Sedangkan kubah yang lain, berada di bagian atas menara masjid.

Ruang wudlu masjid ini berada pada bangunan yang terpisah. Tepatnya berada di sisi timur laut.

Meski di tepi pantai, air wudlu di masjid ini terasa tawar. Basuhan air saat wudlu, benar-benar menyegarkan raga kami. Selanjutnya, bergegaslah kami menuju bangunan masjid untuk sholat.

Bangunan masjid ini dikelilingi oleh koridor yang difungsikan sebagai serambi.

Melalui pintu yang ada, kami lantas masuk ke ruang sholat utama masjid ini. Dan sholatlah kami di dalamnya.

TAMPILAN INTERIOR

Sholat dzuhur telah tertunaikan. Sambil beristirahat sejenak, kami nikmati tampilan bagian dalam dari masjid ini.

Dari bagian dalam, kami mendapati bahwa ruang sholat masjid ini dibagi menjadi dua. Ruang sholat utama di lantai dasar dan serta ruang mezanine di lantai atas.

Lantai dasar yang merupakan ruang sholat utama terlihat begitu lapang. Tak ada sautpun pilar di bagian tengahnya. Pilar-pilar hanya ada sebagai penopang di bagian bawah dari ruang mezanine. Nuansa abu-abu mengkilat terpacar dari marmer dan keramik yang melapisi seluruh dinding, lantai dan pilar.

Sementara sebagai ornamen keindahannya, deretan kaligrafi ayat suci al-Quran dipasang mengelilingi ruang sholat utama.

Melihat ke bagian atas, tampaklah bagian dalam dari kubah masjid. Bentuknya mengikuti bentuk kubah luarnya hanya saja warna putih mendominasi di sana. Deretan kaca patri menghias mengelilingnya. Untuk menambah keindahannya, dipadukanlah ia dengan deretan kaligrafi ayat suci al-Quran. Sehingga keduanya terlihat melingkar di sekeliling kubah.

Beranjak ke bagian paling depan, yaitu mihrab. Ruang tempat imam memimpin sholat di masjid ini bentuknya cukup bersahaja. Hanya sebuah ruangan yang menjorok dengan bentuk lengkungan pada bagian atas sebagai pembatas dengan ruang sholat utama.

Sementara itu di sisi kanannya, terdapat tangga untuk menuju ke mimbar yang dibuat menyatu dengan dinding masjid.

Waktu berlalu cepat, hingga kami mesti meninggalkan masjid ini. Berkunjung ke suatu kota, tidaklah lengkap kiranya tanpa mengunjungi Masjid Agung yang ada di sana. Begitu pula bagi kami. Sungguh beruntung kami bisa singgah di salah satu masjid di Pulau Sulawesi ini. Semoga suatu saat, kami dapat kesempatan untuk berkunjung ke masjid-masjid yang lain di Pulau ini.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: