Posted by: deddyek | May 25, 2012

Menikmati Bandung (Bagian-5) : Semaraknya Dago di Ahad Pagi

Ahad pagi di kota Bandung terutama di sekitaran Dago merupakan suatu hal yang dinantikan baik oleh warganya atau pengunjungya. Suatu kegiatan mingguan yang kini telah menjadi salah satu even menarik dalam wisata kota Bandung. Car Free Day begitulah namanya. Hari bebas kendaraan yang menjadikan jalanan yang biasanya penuh dengan kendaraan menjadi sepi. Tapi sepinya itu berganti dengan ribuan orang yang tumpah ruah untuk berjalan kaki, berolahraga dan melakukan beragam aktifitas lainnya di sepanjang jalanan tersebut. Atas inisiasi Walikota Bandung, maka sejak Mei 2010 pada setiap ahad mulai pukul 06.00 s/d 10.00, jalanan Dago menjadi milik pejalan kaki atau beberapa pesepeda.

Tujuan awalnya sama seperti Jakarta Car Free Day yaitu untuk mengurangi polusi udara dan juga kebisingan lalu lintas. Namun, bukan Bandung jika tak kreatif. Warganya memanfaatkan even tersebut menjadi lebih dari sekedar Car Free Day biasa. Beragam aktifitas mereka ekspresikan di sana. Mulai dari pertunjukan seni, promosi bisnis dan yang paling asyik tentu saja kuliner yang ditawarkannya.

Jadi, kami yang kebetulan menginap di salah satu Hotel di sekitaran Dago, tentu saja tak ingin melewatkan event tersebut.

Selepas sarapan pagi di Hotel, kami langsung melangkah menuju jalanan Dago. Keramaian sudah mulai terasa. Begitu banyak orang yang mulai turun ke jalan tersebut. Perlahan kamipun berjalan mengikuti arus yang membawa kami ke lokasi utama Car Free Day.

Empat lajur jalan benar-benar dipadati oleh massa. Ada yang bergerak ke arah Dago atas dan ada pula yang ke arah Dago bawah. Dan tidak sedikit pula yang berhenti di tempat untuk menikmati suasana yang semarak. Sebagian besar dari mereka berjalan kaki dan lari pagi.

Bersepeda di pagi itu juga merupakan kesenangan tersendiri. Tak salah jika banyak orang yang antusias untuk bersepeda ria menyibak di antara kerumunanan pejalan kaki. Adalah wajar jika setiap akhir pekan, dijumpai banyak warga Jakarta yang mengikatkan sepedanya di belakang kendaraan yang membawanya ke Bandung.

Oh ya .. karena tak ada kendaraan bermotor yang lewat, jadi pom bensin yang ada di salah satu sisi jalan Dago juga tidak beroperasi. Dan tempat tersebut berubah menjadi areal bagi anak-anak untuk bermain dan berolahraga. Ada yang main sepak bola, bulutangkis, skateboard dan ada yang duduk-duduk saja sambil menikmati kuliner pagi.

Berbeda dengan pom bensin, beberapa Factory Outlet malah lebih pagi beroperasinya. Ramainya pengunjung Car Free Day, menjadi potensi tersendiri untuk menarik orang-orang untuk singgah dan belanja di dalamnya.

Meter demi meter tak terasa tertempuhi karena larut dalam suasana yang begitu menyegarkan. Kesegaran yang menghadirkan semangat untuk terus melangkah.

Semangat itu pula yang mungkin hadir bagi mereka yang meramaikan Car Free Day. Tanpa sungkan apalagi malu, mereka menampilkan beberapa kreatifitas yang digelar di halaman beberapa F/O sehingga dapat dinikmati oleh siapa saja yang ada di sana.

Dari kesenian drama khas Sunda ..

sampai live music.

Bagi kami itu semua masih belum apa-apa. Ada yang lebih menyemarakkan pagi itu. Iya .. wisata kulinernya ..🙂 .. Sebagai kota yang terkenal akan aneka kulinernya yang variatif dan kreatif, tentu saja di setiap even Car Free Day, beragam kuliner hadir untuk memanjakan lidah pengunjungnya.

Dari ujung ke ujung, dari sisi ke sisi, pokoknya hampir di semua tempat di jl. Dago, didapati para penjual makanan dan minuman. Dari yang sekedar makanan ringan sampai yang berat.

Kami berduapun sempatkan untuk icip-icip beberapa di antaranya.

Twist Potato adalah makanan ringan yang banyak dijumpai di sana. Bentuknya yang unik seperti spiral dan teksturnya yang tipis nan renyah, menjadikan kami tertarik untuk mencobanya. Beberapa pilihan rasa tersedia di sana seperti BBQ, keju, pedas dan manis. Harganya Rp. 10,000 per tusuk. Sebenarnya sih harganya sedikit lebih mahal. Namun meski begitu, tak menyurutkan banyaknya pembeli yang antri untuk dapat menikmatinya.

Selain Twist Potato, camilan yang banyak diserbu pengunjung adalah sosis bakar atau panggang. Sepertinya halnya Twist Potato, beragam jenis merek waralaba hadir di sana. Kami juga mencoba membeli kuliner ini. Dinikmati di saat hangat, sosis panggang memang terasa pas di lidah.

Makanan ringan lainnya yang kami jumpai di sana masih cukup banyak di antaranya :

Kuliner olahan pastry yang bernama zupa-zupa ..

Burger …

Pastel Ma’ Cik yang renyah dan gurih ..

Sampai yang tradisional juga ada. Seperti kacang rebus ..

tempe goreng mendoan …

dan tak ketinggalan makanan khas Betawi kerak telor juga tampil di sana ..

Untuk anak-anak kecil, kembang gula rupanya jadi salah satu incaran mereka. Selain rasanya yang manis, bentuknya yang cantik menjadi daya tarik bagi mereka untuk merengek-renget ke orangtuanya supaya diperbolehkan untuk membeli.

Itulah di antaranya makanan ringan yang hadir di banyak sisi jalan Dago kala Car Free Day berlangsung.

Dan hmm… untuk yang masih lapar, mau makan berat atau sarapan pagi, banyak juga pilihan menu kuliner yang bisa dinikmati.

Seperti lontong kari …

Nasi kuning …

Tut-tut …

Nasi pecel …

Pempek …

Tekwan ..

dan masih banyak lagi seperti bubur ayam, ketupat sayur, mie ayam, bakso, batagor, siomay dan lain-lain yang dijajakan oleh para penjual gerobakan.

Pokoknya pagi itu Dago menjadi surga kuliner bagi mereka yang hobi icip-icip. Dan pengunjung bakalan dibuat bingung untuk menentukan pilihan menu yang begitu banyak dan beragam. Dan yang pasti, butuh kesabaran sedikit untuk antri mendapatkan tempat duduk dan sajian kuliner pilihan tersebut. Soalnya .. hampir semua tempat penuh oleh para pengunjung.

Untuk yang kehausan, tinggal dipilih saja. Mau yang dingin atau yang hangat.

Entah telah berapa lama kami berjalan. Yang jelas sinar mentari mulai terasa menyengat. Semakin siang semakin ramai suasananya.

Langkah kaki kami berhenti sejenak menjelang perempatan Jembatan Layang Pasopati. Sebuah gerai makanan di sisi kiri jalan menjadi tujuan kami. SAM’s Strawberry Corner nama gerai tersebut. Bukan untuk makan, kami hanya ingin menikmati jus strawberry dingin nan segarrr…

Selepas menuntaskan dahaga, perjalanan kami berlanjut. Keramaian masih berlanjut hingga terurai di perempatan jalan.

Di ujung jalan, tatkala mereka yang meramaikan Car Free Day mulai menyelesaikan aktifitasnya, saat itu mereka yang berdedikasi untuk kebersihan jalan Dago mulai bertugas.

Dengan menggunakan sepedanya, beliau mengkampanyakan akan kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Iya .. sebagaimana biasanya, setiap usai keramaian, tinggalah sampah-sampah yang berserakan.

Setidaknya kehadiran beliau-beliau dapat menggugah siapapun yang melihatnya untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk kita sendiri dan tentu saja agar Dago tetap selalu bersih, asyik dan nyaman untuk dikunjungi.

====================================================
photo by : deddy
====================================================

bersambung …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: