Posted by: deddyek | July 4, 2012

Wisata Kuliner di Kampoeng Tempo Doeloe

Jakarta Fashion and Food Festival merupakan suatu even tahunan yang di adakan di kawasan La Piazza Kelapa Gading. Tahun ini sudah yang ke-9 even ini diselenggarakan.

Sesuatu yang paling menarik dan ditunggu tentu saja Bazar Kulinernya. Pada penyelenggaraan kali ini Kampoeng Tempo Doeloe menjadi tema dari bazar makanan tersebut.

Berawal dari sebuah liputan yang tayang di salah satu stasiun swasta yang menampilkan even tersebut, membuat kami berdua yang tinggal di sekitaran Bogorpun tertarik untuk mengunjunginya.

Di sabtu pagi nan cerah, kamipun berangkat menuju lokasi dengan menempuh rute sbb:

1) Cilebut – Kalibata : KRL Commuter Line
2) Kalibata – Pusat Grosir Cililitan (PGC) : Bus Metromini
3) PGC – Mall Artha Gading : Bus Transjakarta rute Tanjung Priok (turun di halte Sunter Kelapa Gading).
4) Jalan kaki menuju Mall Artha Gading, kemudian menuju pintu utara (sisi Jl. Belevar Kelapa Gading). Selanjutnya menyeberangi jalan dan menunggu KWK No. 13.
5) Mall Artha Gading – La Piazza : KWK No. 13 (turun lokasi).

Hampir tiga jam waktu yang kami tempuh menuju La Piazza. Hingga menjelang waktu makan siang, kami telah sampai di sana. Bersamaan dengan itu pula, rasa haus dan dahagapun datang. Kami sudah tidak sabar rasanya untuk segera mengisi perut yang telah keroncongan.

La Piazza berada di samping dari Mall Kelapa Gading. Yang membuat menarik dari mall yang telah berdiri sejak 2004 ini adalah kuliner-kuliner yang disajikan di begitu banyak tenan yang ada di dalamnya. Sehingga orang-orang kadang menyebutnya sebagai pusat kuliner paling lengkap di kawasan Jakarta.

Di hari-hari biasa dan terutama malam minggu, sebuah lokasi terbuka yang dinamakan La Terazza menjadi tempat favorit untuk menikmati aneka kuliner yang disajikan. Dan untuk kali ini, di tempat itu pula sebuah even Jakarta Food Festival “Kampoeng Tempo Doeloe” diselenggarakan.

Sebelum memasuki area festival tersebut, sebuah peta yang menampilkan denah tenan yang menjajakan aneka kuliner terlihat dipajang.

Mengikuti arah yang ada di peta, kamipun lantas menuju lokasi tersebut. Karena belum waktu makan siang, para pengunjungnya pun belumlah padat seperti biasanya.

Diselenggarakan mulai 12 Mei hingga 03 Juni 2012, even ini selalu diramaikan oleh para pengunjung terutama pada jam makan siang dan sore hingga malam hari. Dengan melibatkan sekitar 44 pedagang kuliner yang menjual aneka makanan, para pengunjung tentu saja akan mendapatkan beragam pilihan menu yang dapat dicicipinya.

Di antara menu-menu nusantara yang disajikan antara lain : Nasi Goreng Kebon Sirih, Nasi Kucing Sambel Gledek, Nasi Rames Sajian Nusantara, Tongseng, Sate Blok S, Sate Ponorogo, Sate Lak Laka, Sate Bentuman Solo, Sate Padang, Gado-Gado, Empal Gentong, Soto Babe, Soto Bangkong, Tahu Campur, Bebek Kaleyo, Nasi Gudeg, Dapur Menado, Soto Mie, Bakso, Cwie Mie, Kupat Tahu Magelang, Empek-Empek, Tekwan, Rujak Juhi, Nasi Rendang, Ketupat, Otak-Otak, Tahu Gejrot, Kue Putu, Martabak, Buah Lontar, Tahu Sumedang, Kue Jajan Medan, Aneka Gorengan, Pisang Goreng, Onde-Onde, Kerak Telor, Toge Goreng dan masih banyak lagi.

Banyak kan ? Hmmm.. dan yang mau menu kuliner ala Belanda, disajikan kok di sini. Seperti : bitterballen, risoles, poffertjes, kroket, klappertaart, dan kue soes.

Semua makanan tersebut dapat dijumpai pada tenan-tenan yang telah ditempatkan sedemikian rupa di sekeliling area.

Mantap kan ? .. Dan untuk menambah suasana masa lalu terutama zaman kolonial, tema Oude Batavia diambil dengan menampilkan ornamen-ornamen zaman dulu kala termasuk bangunan-bangunan khas kolonial seperti Museum Fatahillah dan Stasiun Beos.

Terakhir, untuk kian menyempurnakan suasana yang ditemakan, para petugas yang terlibat dalam even tersebut (seperti satuan keamanan, petugas kebersihan dan lain-lain) mengenakan pakaian khas zaman kolonial pula.

Oh ya .. di sini uang Rupiah yang sekarang tidak berlaku untuk berbelanja kuliner. Pengunjung mesti menukarkan uangnya dengan uang-uangan yang bentuk dan disainnya dibuat mirip dengan uang gulden zaman dulu.

Beberapa lokasi tempat penukaran uang ada di sana. Nilai tukarnya 1 gulden = Rp. 1000.

Okay .. setelah tukar uang, saatnya menjelajahi tenan-tenan yang ada untuk memilih-milih menu kuliner untuk makan siang.

Untuk menikmati kuliner pilihan, terdapat dua area yang bisa digunakan untuk duduk. Karena siang hari maka area yang bertenda menjadi pilihan banyak orang termasuk kami. Di sana kami dapat menikmati hidangan dengan nyaman tanpa terkena sengatan matahari.

Namun jika tidak kebagian tempat, maka area terbuka menjadi tempat yang mesti diambil. Area terbukapun akan penuh dengan pengunjung tatkala sore menjelang hingga malam. Menikmati kuliner di sana beratapkan langit, tentu menghadirkan suasana yang berbeda.

Bersama dengan para pengunjung yang lain, kami mendatangi dari satu tenan ke tenan yang lain hingga menemukan kuliner yang menurut kami enak untuk dicoba. Setelah beberapa waktu berkeliling, akhirnya kami pilih beberapa menu kuliner untuk kami nikmati siang itu.

Sebagai makanan pembuka, kami memilih menu makanan ringan yang berbeda. Diriku memilih menikmati Risol Setan yang super pedes.

Sedangkan istriku memilih Serabi Durian Ulliko yang yummy.

Petualangan kulinerpun berlanjung dengan mencicipi menu utama. Khusus untuk diriku, sate sapi Pak Kempleng menjadi pilihan.

Sedangkan istri memilih menu favoritnya, yaitu Bebek Goreng Kaleyo.

Siang-siang seperti ini, menikmati minuman dingin tentu terasa nikmat. Oleh karena itu, kami memilih es selendang mayang menjadi minuman segar selepas makan.

Sebagai penutup, kami membeli seporsi rujak kolam Medan yang berisikan aneka buah segar dan dilumuri sambal kacang nan pedas.

Hmmm… Alhamdulillah .. makan siang hari itu kami benar-benar terasa nikmat. Perjalanan jauh dari Bogor ke Kelapa Gading pun benar-benar terpuaskan oleh nikmatnya kuliner yang ada. Gak rugilah pokoknya.

Dan bagi yang belum sempat ber-wis-kul ke even tersebut, silahkan menunggu untuk even yang sama di tahun depan.

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Responses

  1. […] Hobi MakanMenghangatkan Diri Sambil Makan Bakso di BogorMenghangatkan Diri Sambil Makan Bakso di BogorWisata Kuliner di Kampoeng Tempo Doeloe […]

  2. Jika Ane Jadi Penulis Pasti ane mau belajar dari ente gan..🙂

  3. Yang Sepi ini sedang ditemai oleh secangkir Kopi dan Sebatang Rokok.. Namun Ditambah Baca Artikel.. Mancaaapppp..😛

  4. Weleh weleh.. Begini ya.. Ketika Orang Berilmu memberikan Ilmunya hanya ada 1 Kalimat “Semoga ilmu itu Berguna Untuk Orang Lain”..🙂

    • terima kasih telah berkunjung di blog ini ..🙂

  5. Wahhh,, Om Ane Suka Om Cara Pemilihan Judulnya..🙂 Sangat Variatif Sekali..:/

  6. hehehehe… mudah-mudahan ane pertamax!! Wahh ,, kalah cepet dah.. Hihihi..

  7. Weleh weleh.. Begini ya.. Ketika Orang Berilmu memberikan Ilmunya hanya ada 1 Kalimat “Semoga ilmu itu Berguna Untuk Orang Lain”..🙂

  8. Semangat.. Semangat untuk indonesia dan para blogger semuanya.. Ayo kita menulis dan berbagi..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: