Posted by: deddyek | July 27, 2012

Masjid Raya Al Musyawarah – Kelapa Gading

Beruntunglah mereka yang tinggal di negeri yang mayoritas penduduknya muslim seperti Indonesia ini. Kemana mereka bepergian atau beraktifitas, begitu mudahnya mendapati masjid untuk rehat sejenak dari segala hiruk pikuk dunia melalui ibadah sholat dan ditambah ibadah-ibadah lainnya.

Tak cuma jiwa yang butuh rehat, fisikpun demikian. Sehingga menjadi pemandangan yang lumrah jikalau pada saat-saat tertentu masjid terasa begitu nyaman untuk bernaung di dalamnya, untuk beristirahat sejenak seperti duduk-duduk, rebahan bahkan tiduran.

Pun demikian bagi kami yang siang itu tengah berada di Kawasan Kelapa Gading. Sebuah masjid besar yang berada di sana, menjadi tujuan kami untuk menunaikan sholat dzuhur siang itu dan juga berlindung sejenak dari sengatan panas matahari.

Masjid Raya Al Musyawarah, begitulah nama masjid terbesar yang berada di kawasan tersebut.

Sejarah

Masjid ini terletak di Jl. Raya Bulevar-Kelapa Gading, Jakarta Utara. Lokasinya cukup mudah untuk dijangkau. Persis di sisi sebelah utara dari Mall Kelapa Gading.

Gagasan pembangunan masjid ini telah ada sejak 1991. Dengan dimotori oleh Bp. Zaelani Zein dan Bp. H. Sjamhudi selaku Direksi PT Sumarecon Agung, maka pada tahun 1991 masjid ini dibangun.

Berdiri di atas tanah seluar 2,2 hektar serta memiliki luasan bangunan sekitar 16,915 m2, masjid ini selesai dibangun dan diresmikan pada 27 Feb 1992. Peresmiannya dilakukan oleh Gubernur DKI kala itu yaitu Bp. Wiyogo Atmodarminto.

Tampilan Eksterior

Secara umum masjid ini memiliki arsitektur bergaya Jawa. Hal itu dapat dilihat dari kubahnya yang berbentuk limas dan dibuat seolah-olah bertingkat seperti masjid-masjid lainnya di Pulau Jawa.

Halaman masjid ini cukup luas. Banyaknya pepohonan yang ditanam di sana, menjadikan halaman dan beberapa sisi luar masjid terasa cukup teduh.

Dari luar masjid ini terlihat memiliki dua buah bangunan utama yaitu bangunan ruangan sholat dan ruangan serbaguna.

Sebuah menara tampak berdiri di sisi timur laut dari masjid ini. Bentuk menaranya cukup sederhana. Tidak banyak ornamen menghias di sana. Hanya sebuah kubah limas kecil menghias di bagian ujungnya. Sisi fungsional untuk mengumandangkan azan sepertinya menjadi pilihan dalam mendisain menara tersebut.

Sebagaimana masjid yang lain, keberadaan koridor sepertinya menjadi pilihan untuk akses yang menghubungkan antara satu bangunan dengan bangunan yang lain. Di masjid ini koridornya dibuat memanjang ke belakang untuk menghubungkan antara ruang sholat menuju ruangan serbaguna dan ruangan wudlu serta toilet.

Di sekeliling ruang sholat utama kecuali sisi barat terdapat serambi atau selasar. Biasanya di tempat inilah para jamaah atau musafir berehat-rehat selepas selesai sholat.

Dari serambi-serambi tersebut terdapat beberapa pintu yang menjadi akses menuju ke ruang sholat. Pintu-pintu tersebut bentuknya seragam dan terbuat dari kayu dan kaca.

Tampilan Interior

Beralih ke bagian dalam ruang sholat. Di sana terlihat ruang sholat yang cukup luas. Seluruh bagiannya dilapisi oleh karpet merah yang empuk, nyaman dan bersih.

Beberapa buah tiang berlapiskan marmer dan berhias beberapa ornamen berdiri tegak di dalamnya seakan-akan untuk menopang kubah atau atap masjid.

Untuk memisahkan tempat sholat bagi jamaah pria dan wanita, disediakanlah di dalam ruang tersebut area khusus yang dibatasi dengan pembatas tertentu.

Atap bagian dalam masjid terlihat begitu bersahaja namun berkesan kokoh. Tak ada ornamen-ornamen ramai yang menghias di sana. Tampilan bagian dalamnya berwarna putih dan mengikuti bentuk atap luarnya saja.

Di tengah dari atap tersebut terdapat kaca pateri yang difungsikan sebagai pencahayaan tatkala siang hari ini.

Dinding ruang sholat masjid ini didominasi oleh marmer. Meski begitu tampilan kayu dan kaca masih bisa didapati pada deretan jendela dan pintu.

Khusus untuk bagian depan, di sana terdapat ornamen-ornamen khas masjid seperti bentuk bintang dan pintu masjid. Masih di bagian tersebut terdapat beberapa rak untuk menyimpan al-quran. Selain itu, di kedua sudutnya diletakkanlah AC untuk memberikan kenyamanan bagi para jamaahnya.

Sebagaimana masjid yang lain, tampilan ornamen kaligrafi sedikit banyak hadir untuk memperindah ruangan. Di masjid ini tampilan kaligrafinya bertuliskan asmaul husna dan ayat-ayat al-quran yang diletakkan di sekeliling bagian atas dari ruangan.

Mihrab masjid ini berada tepat di bagian tengah dari bagian depan ruang sholat. Bentuknya cukup sederhana. Hanya sebuah ruangan untuk imam memimpun sholat serta dilengkapi dengan mimbar kayu yang berada di sebelah kanannya.

********************

Kesan yang kami dapatkan selama berada di sana adalah bahwa masjid ini dikelola dengan begitu baiknya. Kebersihan masjid dan kenyamanan jamaah begitu diperhatikan. Selain itu kegiatan syiar Islam dan aneka kegiatan kajian / tausiah terlihat begitu terjadwal. Semua itu diinformasikan melalui papan pengumuman yang ada.

Jadi bagi pembaca sekalian yang tengah berada di kawasan Kelapa Gading, tidak usah khawatir untuk mencari tempat sholat. Masjid ini dapat menjadi referensi dan pilihan untuk didatangi.

Lebih jelas mengenai masjid ini dapat menghubungi :

Masjid Raya Al-Musyawarah
Jl. Raya Bulevar-Kelapa Gading,
Jakarta Utara
Telp. (021) 453 1924 / 450 7723
Fax. (021) 4584 3325

atau klik di website :

http://www.masjidrayaalmusyawarah.com

====================================================
photo by : deddy
====================================================


Responses

  1. Wahhh,, Om Ane Suka Om Cara Pemilihan Judulnya..🙂 Sangat Variatif Sekali..:/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: