Posted by: deddyek | September 14, 2012

Menjelajah Pekan Raya Jakarta 2012 (Bagian-2)

Kami masih berada di Gedung Niaga yang berada di kawasan PRJ tatkala sore hari tiba. Selepas sholat ashar itu, kami bermaksud untuk meninggalkan gedung ini dan memulai penjelajahan di area luar dan hall-hall yang ada.

Menuruni eskalator demi eskalator hingga sampailah kami di lantai dasar yang tengah penuh dengan pengunjung. Keriuhan yang ada ditambah suara musik yang memekakkan telinga, membuat kami tak sabar untuk segera keluar.

Sebuah pintu akses yang lebar ada di sana. Dan seperti tahun sebelumnya, kami disambut dengan photo-photo dari presiden kita yang tengah beraksi. Selain sebagai seorang politisi, beliau nampaknya juga seorang musisi ..🙂.

Tak beda jauh dengan di dalam gedung sebelumnya, di area luar ini juga ramai dengan para pengunjung. Stand-stand dealer motor dan roda yang berada di sisi terdepan terlihat diserbu para pengunjung.

Selama di PRJ para pengunjung termasuk kami bakalan sering mendapati gerai makanan dan minuman seperti di bawah ini.

Di sana pengunjung dapat menukarkan kupon yang ada dalam lembaran kertas yang dibagikan saat membeli tiket masuk dengan aneka produk yang dijajakan. Cukup dengan kupon saja ? Tentu saja tidak. Pengunjung mesti mengeluar sejumlah uang tertentu sebagai tambahannya.

Tujuan kami selanjutnya adalah Hall B dan C. Kedua Hall tersebut cukup menarik bagi kami karena di sanalah aneka produk dari berbagai daerah dipamerkan. Siapa tahu ada produk dari Propinsi Jawa Tengah terutama Kabupaten Blora lagi .. hmmm..:).

Kami memulai perjalanan melalui pintu B1 tempat di mana Propinsi DKI Jakarta menggelar pamerannya. Sambil menuju pintu masuk, tengoklah kiri kanan. Wajah Bang Kumis (Gubernur DKI) hadir menyapa di sana di antara photo-photo program Pemda DKI.

Begitupun di dalam ruangan ..🙂 ..

Sama dengan tahun sebelumnya maket MRT Jakarta menghias di sana. Masih dengan bentuk dan disain yang sama. Meski entah kapan proyek transportasi tersebut bakalan dikerjakan, yang jelas para pengunjung tak mau begitu saja untuk melewatkan dan melihat-lihat informasi apa yang ada di sana.

Langkah kami tak berhenti di situ. Beberapa counter propinsi dan kabupaten peserta pameran kami coba singgahi satu per satu.

Di antaranya adalah counter Propinsi Bengkulu. Dengan tampilannya yang khas, counter ini menjadi salah satu favorit bagi para pengunjung. Bentuk disain pelaminan khas Bengkulu hadir di sana. Dengan warnanya yang mencolok, sepertinya
menarik jikalau duduk bersama istri di sana dan diambil photonya ..🙂 .. Tapi mesti mengantri dahulu karena peminatnya lumayan banyak.

Untuk produk unggulan terdapat Sirup Kalamansi yaitu minuman sirup yang terbuat dari jeruk Kalamansi (jeruk khas Bengkulu) dan gula.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib untuk dikunjungi. Bentuk counternya dibuat sesuai dengan ciri khas DIY.

Sebagai kota wisata, tentu saja aneka program paket wisata menjadi salah satu jasa yang ditawarkannya. Jika pengunjung ingin tahu informasi lebih banyak, dengan keramahannya, mereka akan menjelaskan secara gamblang mengenai program wisata tersebut.

Sebagai kota seni, bisa dipastikan jika produk kerajinan khas Jogja mulai dari kerajinan kayu seperti dakon, miniatur becak, patung hingga aneka kerajinan perak hadir di sana.

Untuk kulinernya, mohon maaf ga ada gudeg di sana ..🙂 .. yang ada adalah makanan atau camilan sebagai oleh-oleh khas Jogja. Bagi kami bakpia dan teman-temannya adalah sudah biasa. Namun untuk produk di bawah ini, ternyata membuat kami penasaran untuk mencobanya.

Iya .. coklat khas Jogja. Dengan aneka bentuk, ukuran dan rasa, produk coklat tersebut mampu memikat pengunjungnya. Ditambah lagi dengan disain kemasan yang menampilkan nuansa Jogja.

Dari Jogja, kami pindah ke Sumatera Utara. Di sana kami menjumpai beragam produk yang dipamerkan seperti pakaian, tas, sepatu dan tentu saja makanan.

Singgah di bagian paling barat dari Nusantara, Negeri Serambi Makkah, Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Di sinipun pengunjung juga membludak.

Yang menjadi incaran para pengunjung tentu saja tas aceh yang khas dan kopi gayo yang terkenal itu.

Hmm bicara tentang kopi, sepertinya pas kalo lagi menulis blog sambil menikmati secangkir kopi hangat. Aromanya yang mantap, biasanya mampu untuk mengalirkan alur kisah ke dalam ketikan.

We’ll be right back ..🙂 ..

====================================================
photo by : deddy
====================================================

bersambung …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: