Posted by: deddyek | December 4, 2012

Warung Lesehan Mbak Nuri

Menikmati kuliner malam bersama keluarga atau handai tolan bisa jadi merupakan kegiatan yang pas untuk mempererat persaudaraan atau kebersamaan. Tak terkecuali bagi warga kota Cepu.

Tengoklah di salah satu bagian dari kota ini. Tepatnya di area yang biasa dinamai “Taman 1000 Lampu”. Hampir setiap malam, terutama malam-malam hari libur, ratusan bahkan ribuan orang menyeruak datang untuk menikmati kebersamaan.

Deretan warung-warung tenda lesehan yang menjual aneka kuliner dapat dengan mudah dijumpai di sana. Sederhana memang. Namun kehadirannya seakan menyambut hasrat pengunjung dengan suasana dan sajian kulinernya.

Dari sekian jenis kuliner yang disajikan, menu “penyet-penyetan” sepertinya menjadi menu utama yang ada di masing-masing warung tenda. Tinggal rasa dan selera saja yang akan menentukan, mana warung tenda lesehan yang akan disasar para penikmat kuliner.

Pun demikian dengan mereka yang tengah di Cepu, hampir semuanya tak ingin melewatkan untuk menikmati malam di kawasan ini. Termasuk kami yang tengah liburan di kota kecil ini.

Tepat di depan Indomaret yang berdiri di Jl. RSU, kami menghentikan sepeda motor. Setelah parkir di sisi jalan, kami langsung menuju sebuah warung tenda yang menjadi langganan kami. Warung Lesehan Mbak Nuri, begitulah sang pengelola menamai bisnis kulinernya.

Baru setengah delapan malam, namun para pengunjung terlihat begitu ramai. Tikar-tikar yang dihampar di warung tenda tersebut, sepertinya telah penuh. Begitulah kira-kira gambaran hari-harinya. Jadi mesti sabar menunggu hingga pengunjung lainnya selesai menikmati makanan. Mereka juga paham untuk tidak berlama-lama duduk sehabis bersantap.

Begitu duduk, kami langsung ditanya apa yang akan kami pesan dan minum. Sebagai informasi, ayam kampung goreng dan bebek goreng adalah menu utamanya. Sedangkan sambalnya adalah berupa sambal tempe penyet nan pedas. Sedang minumannya terdapat minuman botol dingin, teh panas, kopi sampai jahe panas.

Malam itu kami memesan ayam goreng tempe penyet dan minumannya teh botol dingin.

Dalam kondisi yang begitu ramai, dibutuhkan setidak 15 menitan untuk menunggu hidangan hadir di depan mata. Karena selain banyaknya pengunjung yang memesan untuk dimakan di tempat, tidak sedikit yang memesah untuk dibawa pulang.

Dan dalam kondisi itu pula, terlihat sang pemilik warung tenda, begitu sibuk untuk menyelesaikan pesanan-pesanan yang ada. Mulai dari menggoreng, menyambal sampai memotong lalapan. Sedangkan para asistennya, sibuk untuk menyiapkan minuman dan beres-beres.

Finally, apa yang kami pesanpun datang. Nasi putih yang maish mengepul, ditemani ayam kampung goreng nan gurih, serta secobek sambal tempe penyet plus lalapan, tampak begitu mengundang selera.

Dan setelah membaca “Bismillah”, kamipun lantas menyantap hidangan makan malam ini.

Yang menurut kami istimewa dari menu tersebut adalah sambal tempe penyetnya yang mantap. Rasanya yang pedas mampu membuat air mata mengalir. Moweh-moweh kata orang Cepu. Sedangkan ayam kampungnya terasa guring dan kering.

Untuk masalah harga, sesuailah dengan rasanya. Seporsi nasi, ayam plus sambul tempe dihargai sekitar Rp 12000 saja.

Selepas makan, kami mesti cepat-cepat angkat kaki. Soalnya waiting list calon pembeli sudah mulai banyak lagi. Setelah menyelesaikan pembayaran, kami lantas beranjak untuk sejenak jalan-jalan di tamannya orang Cepu.

=======================================================
photo : by deddy
=======================================================


Responses

  1. maknyussssssssssssssssssss……………………………

  2. Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

    • you’re welcome

  3. semua itu lebih berarti kalau kita mengapresiasinya

    • setuju mbak

  4. yang terpenting kita berusaha yg terbaik, pasti akan jadi lebih baik semuanya

  5. Wew,
    jadi keinget masa lalu, soalnya waktu kecil sering bngt ke warung lesehan mbak nuri utk makan tempe penyet,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: