Posted by: deddyek | June 5, 2013

Wisata Malang-Batu-Bromo (Bagian-12) : Menyusuri Lembah di Kawasan Bromo

Menikmati keindahan alam kawasan Bromo Tengger dari ketinggian cukuplah dilakukan dari Puncak Penanjakan. Namun, tak lengkap rasanya untuk tidak melihat langsung apa-apa yang ada di balik awan. Nah, dalam perjalanan kali ini kami hendak menuju ke lembah-lembah yang berada di kawasan Bromo Tengger. Beberapa spot wisata yang ada tentunya sangat menarik untuk dikunjungi.

Kami telah sampai kembali di Pos Wonokitri. Sinaran cahaya matahari kian terasa hangatnya. Udara dingin yang sebelumnya menyergap telah tiada lagi. Hanya angin yang berhembus saja yang hadir menemani untuk tetap memelihara suasana khas dataran tinggi.

Antri mendapatkan jeep adalah yang kami lakukan selanjutnya. Begitu pula dengan begitu banyak wisatawan lainnya. Lahan parkir yang ada masih dipenuhi oleh kendaraan pribadi atau travel. Jarang sekali jeep yang melintas. Kalaupun ada sudah dipesan terlebih dahulu oleh wisatawan lainnya.

**
     
**
     

Dan karena kami tak sempat untuk sarapan pagi di Puncak Penanjakan, maka kami putuskan untuk mendatangi warung yang ada di sekitar Pos Wonokitri demi mendapatkan sarapan pagi nan hangat. Semangkuk mie rebus dan kopi susu hangat kembali menjadi menu makan yang tersaji.

Selepas menikmati sarapan pagi, kami berjalan-jalan sejenak ke pelataran parkiran sambil menuju ke toilet umum yang masih saja ramai oleh pengantri.

Berhubung yang ditunggu belum juga nampak, kami kemudian kembali ke mobil untuk istirahat sejenak. Beberapa peserta tour yang ada di dalam terlihat juga tengah menghabiskan waktu dengan istirahat. Termasuk juga istri tercinta.

Sementara aku sendiri yang belum sempat tidur sekejappun, seperti kesulitan untuk bisa memejamkan mata.

Pukul 08:45, yang ditunggupun tiba. Sebuah jeep merah datang menghampiri. Karuan saja, kami semua langsung beranjak dari mobil untuk masuk ke dalam jeep tersebut. Dan tak perlu menunggu lama, jeep langsung bergerak cepat untuk menuju kawasan lembah Bromo.

**
     

Dengan tangkasnya, pengemudi jeep memacu kendaraan buatan tahun 1981 tersebut melahap jalan dan kelokan yang ada. Tanjakan yang tajam seakan tak jadi hambatan baginya. Kami yang berada di dalam jeep hanya bisa duduk sambil menikmati goncangan-goncangan yang acap kali datang tiba-tiba.

**
     
**
     

Entah berapa banyak tanjakan yang telah kami lewati. Papasan antar jeep sangat sering terjadi terutama pada jalan-jalan sempit serta tikungan dengan jurang dan tebing yang ada di kedua sisinya. Semua itu menghadirkan keseruan tersendiri.

**
     

Selanjutnya, tanjakan berubah menjadi turunan. Dari turunan yang landai hingga yang ekstrem. Kelokan-kelokan tajampun tak terhindarkan keberadaanya. Semua itu dilahap dengan tangkas oleh pengemudi jeep yang kami tumpangi. Luar biasa.

**
     
**
     

Pemandangan yang luar biasa hadir tatkala jeep kian jauh turun mendekati zona lembah. Tampilan Gunung Batok, Gunung Bromo dan hamparan lembah terlihat hadir di balik jurang.

**
     
**
     

GUNUNG BROMO

Perjalanan seru nan menegangkan ini berakhir tatkala jeep memasuki lembah. Kecepatan laju jeep kian bertambah seakan ada yang dikejar. Hamparan pasir terlihat menyelimuti lembah tersebut. Di beberapa sisi terlihat semak-semak sedikit menghijaukan lembah tersebut. Sementara di kedua sisinya, deretan pegunungan hadir laksana dinding nan kokoh.

**
     
**
     

Meski jalanan berpasir yang kami lewati terlihat mulus dan rata, namun beberapa jebakan berupa lobang atau gundukan tanah sering kali menghadirkan goncangan yang cukup keras. Tak jarang, goncangan tersebut membuat kepala kami terkena atas jeep. Meski kadang sedikit sakit, tapi kami asyik saja menikmati perjalanan.

Dan akhirnya sampailah kami di pemberhentian pertama yaitu Gunung Bromo.

Kami turun di mana jeep-jeep lainnya tengah berparkir. Entah berapa banyak jeep yang ada di sana. Para penjual makanan terlihat hadir di sana seperti bakso misalnya.

**
     

Udara berdebu menyambut kami yang baru saja sampai. Untunglah kami telah mempersiapkan masker untuk mengurangi efek debu yang mungkin terhirup.

Bersama begitu banyak wisatawan, kami lantas berjalan mendekat ke arah Gunung Bromo. Untuk mencapai lokasi tersebut setidaknya ada dua cara yang bisa digunakan yaitu dengan berjalan kaki sejauh +/- 1.5 km atau menyewa kuda. Dan ternyata tak satupun yang kami pilih.

Kondisi udara yang kian panas dan berdebu membuat kami tak yakin untuk menuju ke lokasi. Belum lagi ditambah dengan menaiki anak tangga yang cukup tinggi. Maka cukuplah kami menikmati panorama Gunung Bromo dari kejauhan.

**
     
**
     

SAVANA

Berikutnya kami bergerak menuju Lembah Jemplang yang terletak di sebelah timur dari Gunung Bromo. Untuk sampai ke lokasi kami mesti kembali menempuh jalanan yang berpasir.

**
     

Setelah melewati bukit pasir yang cukup luas, jeep melaju menyisir jalan yang dipenuhi dengan ilalang di kanan kirinya.

Setelah beberapa waktu terguncang-guncang di dalam jeep, sampailah jua kami di tujuan, Savana Bromo.

**
     

Hamparan hijau pebukitan terlihat hadir laksana karpet hijau yang diselimutkan. Begitu pula dengan lembah-lembahnya. Beragam tanaman seperti lavender, ilalang, pakis dan rerumputan tumbuh memenuhi hamparan tersebut.

Kami berjalan ke beberapa sisi dari savana untuk menikmati panorama hijau yang ada. Menjelejahi sedikit dari rerimbunan tanaman yang ada tak luput kami lakukan. Beberapa wisatawan bahkan sampai masuk lebih jauh lagi. Kami sempat mengambil beberapa gambar dari zona Savana ini.

**
     
**
     

LAUTAN PASIR

Lautan pasir atau orang menjulukinya pasir berbisik menjadi tujuan kami berikutnya, sekaligus menjadi tujuan terakhir dari paket tour di Bromo ini.

Menembus jalanan pasir nan berdebu, jeep yang kami tumpangi melaju dengan kencang. Sinar matahari terasa begitu menyengat. Debu-debu yang bertebaran sedikit banyak masuk ke dalam jeep yang kami tumpangi.

Tak lama kemudian tibalah kami di lautan pasir yang menjadi salah satu ikon dari Kawasan Bromo Tengger ini.

Turun dari jeep kami langsung menyibak daratan berpasir tersebut. Meski nuansanya kering dan panas, namun pemandangan yang tersaji dari tempat ini benar-benar luar biasa. Kami bisa mendapati tampilan beberapa gunung yang ada di sekitar dari kejauhan. Begitu juga dengan pebukitan atau pegunungan terjal yang membentang.

**
     
**
     

Hampar pasir yang tiada habisnya serta gundukan yang terlihat hadir di beberapa sisi, membuat kami seolah berasa di gurun.

**
     
**
     

*************************

Dan waktu pun berlalu hingga kami sampai di penghujung jalan-jalan kami di kawasan Bromo. Perlahan jeep bergerak membawa kami yang ada di dalamnya untuk kemudian melaju kencang menyusuri jalanan berpasir.

Beberapa jeep lain terlihat pula berpacu ke arah yang sama. Mereka laksana tengah mengadakan perlombaan aduh cepat untuk sampai di tujuan.

Jalur berpasir, jalur yang menanjak, yang berkelok hingga yang turunan seakan menjadi arena balap nan mengasyikkan bagi mereka. Hingga tak terasa sampailah kami kembali di Pos Wonokitri.

Tanpa istirahat lagi, kami langsung berpindah ke mobil minibus yang tengah terparkir di sana.

Pukul 11:00 kami berangkat meninggalkan Pos Wonikitri menuju ke kota Malang.

Usai sudah wisata yang mengesankan kami ini. Seakan menjadi puncak dari rangkaian jalan-jalan kami kali ini, Kawasan Bromo Tengger dengan segenap pesona yang dimilikinya, mampu menghadirkan kesan yang luar biasa di hati kami. Hanya gambar-gambar digital yang terekam melalui bidikan kamera kami, yang menjadi kenangan yang begitu berkesan.

Sambil menikmati setiap slide dari photo yang telah kami kumpulkan, melajulah kendaraan yang kami tumpangi menuju pemberhentiannya.

Kelelahan yang hadir membuat kami takluk oleh kantuk yang menghinggapi. Hembusan udara pendingin ruang, kian menjadikan kami lelap dalam buaian.

====================================================
photo by : deddy
====================================================

bersambung …


Responses

  1. keren… menikmati banget ya kelihatannya😛

    • hehehe .. negeri ini memang benar-benar dianugerahi alam yang sangat elok

      • Betul,,sayang bangsa kita belum mampu untuk menjaga dan melestarikannya,,semoga kedepannya negeri kita akan semakin elok dengan kesadaran rakyatnya

  2. Jalan yang dilalui keren banget ya, terus kelihatannya sepi ya.jadi sepertinya nyaman sekali.

  3. waduh…..asik bener ya kapan bisa jalan2 ya…dex…hehheheh, sayang bgt cuma bisa liat di gambar hahhahahah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: