Posted by: deddyek | June 12, 2013

Wisata Malang-Batu-Bromo (Bagian-13) : Menuntaskan Langkah di Kota Malang

Waktu seolah berlalu begitu cepat hingga liburan kami di kota Malang dan Batu serta Kawasan Bromo tiba pada hari terakhir. Begitu banyak kisah, pengalaman dan rasa yang mewarnai perjalanan yang telah terlewati. Dan pada hari Ahad 12 Mei 2013 kami tutup hari liburan ini dengan menuntaskan agenda tersisa yang ada pada itenerary.

Langit nan cerah hadir menyambut pagi yang penuh semangat. Keluar sejenak ke balkon tempat di mana kami menginap, kami dapati keriuhan yang luar biasa di luaran sana. Ratusan bahkan ribuan orang hilir mudik memenuhi jalan seakan menularkan hasrat untuk turun dan menikmati pagi.

**
     

Beberapa saat kemudian kami telah berada di ruangan lantai dasar dari Kertanegara Premium Guest House. Kesibukan terlihat di salah satu sisinya. Di sanalah langkah kaki kami tertuju. Beberapa menu nampak hadir tersaji. Dan diantaranya menjadi pilihan isi dari piring-piring kami.

CAR FREE DAY DI JALAN IJEN

Tatkala energi telah penuh kembali, melangkahlah kami dengan semangat untuk menikmati hangatnya mentari pagi. Dan perjalanan kami diawali dengan jalan pagi di Jl. Ijen.

Jl. Ijen sendiri merupakan salah satu kawasan utama di kota Malang. Jajaran rumah-rumah gedongan khas peninggalan kolonial masih berdiri dengan megah di kedua sisi jalan. Semua itu dipadukan dengan deretan pepohonan palem yang tumbuh tinggi di areal pedesteriannya yang luas. Perpaduan tersebut menghasilkan daya tarik tersendiri bagi warga Malang dan juga wisatawan untuk sejenak menikmati jalan-jalan di sepanjang jalan tersebut.

**
     

Apalagi, di salah satu sisi jalan tersebut, terdapat sebuah spot wisata yang menjadi andalan dari kota Malang yaitu Museum Brawijaya.

**
     

Sebagaimana agenda kota-kota besar lainnya di negeri ini, kegiatan Car Free Day juga hadir di kota Malang. Dan Jl. Ijen, dipilih menjadi wilayah yang bebas dari kendaraan bermotor.

Pagi itu, begitu banyak orang yang tumpah ruah di jalan. Berbagai aktifitas juga hadir menyemerakkan dari yang individual, berkelompok sampai yang terorganisir dengan kegiatan olahraga serta pelayanan kesehatan menjadi utamanya.

**
     

Dan tidaklah lengkap agenda seperti ini tanpa kehadiran mereka-mereka yang pandai memanfaatkan peluang untuk berniaga baik makanan maupun minuman. Sehingga terjalinlah sebuah interaksi yang saling membutuhkan di antara mereka yang berada di sana.

**
     
**
     

WISATA BELANJA TUGU

Tepat di seberang Museum Brawijaya, terdapatlah suatu pertigaan yang menghubungkan Jl. Ijen dengan Jl. Semeru. Nah, jikalau di Jl. Ijen diramaikan dengan agenda Car Free Day, maka di Jl. Semeru ini diramaikan dengan kegiatan pasar kaget yang dinamai Wisata Belanja Tugu Gajayana.

**
     

Berbeda dengan Pasar Kaget yang ada di kota-kota lain, Pasar Kaget di Malang ini telah ditata dengan baik oleh pemerintah setempat. Sehingga setiap pekannya ribuan orang hadir untuk berwisata belanja. Dan bahkan kegiatan Pasar Kaget ini telah menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata di Kota Malang. Jadi selain warga Malang, para wisatawan baik domestik maupun asing menjadikan Pasar Kaget ini sebagai spot pilihan untuk menikmati Ahad pagi.

**
     

Wisata Belanja Tugu ini digelar di sepanjang Jl. Semeru dengan panjang sekitar 600 meter. Secara otomatis Jl. Semeru ditutup total untuk kendaraan bermotor. Bukan hanya ditutup saat kegiatan pasar kaget dilaksanakan pada 6 s/d 11, namun sudah ditutup mulai tengah malam sebelumnya. Karena saat itulah para pedagang mulai menata tenda-tenda tempat mereka berjualan.

Penataan yang baik dari pasar kaget ini dapat dilihat dari hadirnya tenda-tenda dari pedagang yang didisain seragam atau sama bentuk. Dan untuk memudahkan identifikasi lokasi, ditampilkanlah tenda-tenda tersebut dalam warna berbeda di setiap zona/bloknya.

**
     
**
     

Deretan ratusan tenda tersebut selain berjejer sepanjang Jl. Semeru, juga masuk ke dalam area kompleks Stadion Gajayana.

**
     
**
     

Meskipun judulnya Pasar Kaget, namun para pedagang bertenda tersebut telah terdaftar dalam suatu wadah Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu Malang yang dinaungi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang. Hal itu dapat dilihat dari identitas para pedagang yang ditempel pada tenda-tenda yang ada.

Nah, pagi itu kami berdua mencoba blusukan ke segenap area dari Wisata Belanja Tugu ini. Selain untuk melihat-lihat, kami juga hendak mencari oleh-oleh khas Malang yang dijual di sana.

Dalam perjalanan kami menyusuri Jl. Semeru nan padat ini, kami menjumpai beraneka ragam dagangan yang diperjualbelikan.

Makanan menjadi dagangan yang mendominasi. Mungkin lima puluh persen dari jualan yang ada berupa makanan. Dan tidak salah jika lokasi ini menjadi sasaran bagi warga Malang dan wisatawan untuk menikmati sarapan pagi. Jenis makanan yang dijual sangat beragam dari yang khas Malang atau Jawa Timur hingga internasional. Dari yang ringan-ringan atau kudapan sampai makan besar seperti nasi jagung, nasi pecel, ikan/ayam/bebek bakar, aneka jenis sate, getuk, martabak, makanan tradisional Jawa (ketan, gatot, tiwul, dll), kerak telor, pentol bakar, bubur sumsum, aneka gorengan, aneka kue basah, roti maryam dan juga takoyaki.

**
     
**
     
**
     
**
     
**
     
**
     
**
     
**
     

Tak ketinggalan tentu saja aneka Bakso, Lumpia, Rawon, Soto, Sop dan masih banyak lagi yang tidak mungkin bisa kami tampilkan semua di tulisan ini. Yang jelas, semua pengunjung dimanjakan oleh begitu banyaknya pilihan kuliner yang tersaji. Sehingga, hampir di semua tenda penuh oleh para penikmat kuliner yang tengah menyantap setiap menu yang dipilihnya.

**
     
**
     

Selain penjual makanan, hadir pula para penjual minuman segar dari yang model botolan seperti di minimarket sampai yang dibuat di tempat. Dan jus jeruk segar serta es buah nampaknya menjadi yang paling banyak diburu oleh orang.

**
     

Nah, jus jeruk ini menjadi minuman kami selama perjalanan di pasar kaget ini. Entah berapa gelas yang telah kami minum. Segar banget rasanya. Tentu saja, hal itu karena jeruk baby yang manis langsung diperas dengan suatu alat tekan yang tersedia untuk mengeluarkan air jeruknya.

**
     
**
     

Di samping para pedagang kuliner, terdapat juga banyak penjual pakaian yang juga ikut serta menjajakan dagangannya. Beraneka jenis pakaian dari anak hingga dewasa terpajang di sana.

**
     
**
     

Melengkapi pakaian yang dijual, beraneka jenis sepatu, sandal dan tas juga hadir di sana.

**
     

Beberapa produk ekonomi kreatif seperti kerajinan dan pernak-pernik juga menjadi incaran para pengunjung. Seperti kerajinan dari pasir, kayu, bunga, dll.

**
     
**
     
**
     

Beberapa tenda di mana para penjual oleh-oleh khas Malang berada, menjadi sasaran kami. Dengan kualitas yang sama namun harga yang lebih murah, menjadikannya dilirik pula oleh para wisatawan.

**
     

Masih cukup banyak lagi jenis dagangan yang diperjualbelikan di Wisata Belanja Tugu ini. Dan sesuai namanya, pasar kaget ini bukanlah pasar kaget biasa. Pengunjung disuguhi sebuah wisata belanja nan merakyat namun tertib dan tertata rapi. Sebuah model yang boleh ditiru oleh kota-kota lain untuk memberdayakan industri kecil, UKM dan PKL yang ada di sana.

Dan tak terasa, sudah satu putaran penuh kami tempuhi jalan-jalan kami di Wisata Belanja Tugu. Dengan menenteng beberapa kantung plastik dan kardus yang berisi oleh-oleh, kembalilah kami ke tempat penginapan kami yang tak juah dari lokasi ini.

MASJID AGUNG JAMI

Setiap berkunjung ke suatu kota tidaklah lengkap bagi kami tanpa singgah ke Masjid Agung atau Masjid Raya yang ada di kota tersebut. Dan di kota Malang ini, Masjid Jami Malang menjadi salah satu spot yang hendak kami kunjungi.

Setelah meletakkan oleh-oleh hasil buruan dari Wisata Belanja Tugu, kami melanjutkan langkah ke spot berikutnya. Dari Kertanegara Guest House, kami langsung mencegat angkutan kota AD. Dengan angkutan kota tersebut yang jalurnya dialihkan melewati jalan lain, sampailah kami di alun-alun kota Malang. Sekitar 15 menit waktu yang kami perlukan untuk sampai ke lokasi dan cukup dengan Rp. 2500 rupiah saja ongkos yang mesti dibayarkan per orangnya.

Masjid Agung Jami ini merupakan salah satu ikon bersejarah dari kota Malang. Dibangun pertama kali pada tahun 1890 dan setelah melewati beberapa kali renovasi, maka jadilah bentuk yang seperti dilihat saat ini.

Kami sempatkan masuk ke dalam Masjid Agung Jami ini untuk sholat dua rakaat. Selanjutnya kami nikmati tampilan arsitektur masjid ini baik eksterior maupun interiornya.

**
     

Detil dari hasil jelajah kami di Masjid Agung Jami ini, insya Alloh akan kami tulis dalam postingan tersendiri.

MAKAN SIANG DI PECEL KAWI

Waktu tak terasa berjalan cepat hingga siangpun tiba. Keluar dari Masjid Agung Jami, kami langsung mencari angkutan kota untuk menuju salah satu spot kuliner khas Malang yaitu Pecel Kawi.

Ahad siang itu, jalanan cukup macet terutama menjelang Malang Olympic Garden Mall.

Sebelum angkot berbelok ke Jl. Ijen, kamipun turun. Selanjutnya kami jalan kaki saja untuk menuju Pecel Kawi yang lokasinya tak jauh dari perempatan.

Beberapa saat kemudian sampailah kami di lokasi. Sebuah warung yang tidak begitu besar hadir di sana. Meski begitu, jumlah pengunjungnya lumayan banyak siang itu. Dan tanpa basa-basi kamipun langsung memesan nasi pecel plus beberapa lauk untuk makan siang.

**
     

Puas makan siang yang cukup nikmat, kami langsung cabut untuk kembali ke penginapan. Karena tak begitu jauh, maka kami jalan kaki untuk menuju ke sana.

MENINGGALKAN MALANG

Sekitar sepuluh menit kami berjalan menyusuri Jl. Ijen yang masih sepi dengan kendaraan bermotor, sampailah kami di Kertanegara Premium Guest House.

Berhubung waktu sudah lebih dari jam 12:00 maka kami langsung bersiap-siap. Menyegarkan badan dengan mandi kemudian dilanjut re-packing menjadi hal terakhir yang kami lakukan sebelum check-out.

Tepat pukul 13:00 kami check-out dari Kertanegara Premium Guest House. Tak lama kemudian taksi yang kami pesan pun datang. Setelah memasukkan barang-barang bawaan kami ke dalam bagasi, kami langsung berangkat meninggalkan penginapan menuju Stasiun Malang Kota.

Sekitar 15 s/d 20 menit perjalanan menuju Stasiun. Setelah membayar tarif Rp. 25000 (minimum charge pesan via telepon), kami langsung turun sambil menenteng barang bawaan kami yang lumayan banyak untuk menuju ruang tunggu keberangkatan kereta Gajayana.

Bertepatan dengan akhir liburan panjang, maka calon penumpangpun membludak hingga memenuhi ruang tunggu yang tak begitu besar.

Setelah check-in kami masih harus menunggu di ruang tunggu yang tersedia. Hingga waktu dibukanya pintu peronpun tiba, kami dan para penumpang lainnya langsung bergerak masuk ke dalam peron.

**
     

Ternyata banyak juga mereka yang hendak kembali ke Jakarta setelah berwisata di Malang dan sekitarnya. Terlihat barang-barang dan oleh-oleh yang mereka bawa bertumpuk-tumpuk. Kamipun juga mengalami hal serupa ..🙂.

Pukul 14:45, rangkaian KA Gajayana memasuki lajur yang akan digunakannya. Serentak para penumpang bergerombol menuju pintu-pintu gerbong kereta. Mereka seakan berebutan untuk saling mendahului masuk ke dalamnya.

Setelah keriuhan itu mereda, barulah kami perlahan masuk ke dalam gerbong kereta. Satu per satu barang bawaan, kami bawa naik dan letakkan di kabin. Wow .. hampir semua kabin penuh dengan barang bawaan penumpang. Syukurlah, semua barang bawaan kami tertampung di kabin dan beberapa lagi di sekitaran kursi.

Pukul 15:00 tepat, KA Gajayana mulai bergerak perlahan meninggalkan Stasiun Kota Malang. Kecepatannya berubah dari pelan menjadi cepat dan kian cepat. Dan kian jauhlah kota Malang kami tinggalkan.

Sungguh perjalanan wisata berdua yang cukup berkesan di hati kami. Begitu banyak moment nan indah hadir mewarnai. Rasa letih dan lelah terbayar sudah dengan pengalaman yang berarti. Sebuah kota yang meninggalkan kenangan bagi kami. Masih cukup banyak hal yang terlewatkan oleh jelajahan kami di sana. Dan semoga saja, kami bisa mengulanginya di waktu berbeda.

Matahari beranjak ke peraduannya dan malam gelappun tiba. Seiring dinginnya kereta yang mulai hinggap, seiring itu pula balutan selimut menemani istirahat kami.

Detik demi detik, menit demi menit dan jam demi jam berlalu. Kota demi kotapun terlalui. Dan sampailah jua kami di pemberhentian terakhirnya yaitu Stasiun Jakarta Kota. Pukul 06:30, tibalah kami di sana. Alhamdulillah … Dan usai sudah perjalanan wisata kami selama beberapa hari di kota Malang, Batu dan juga Bromo. Berharap kesan indah dan kesegaran dari apa yang telah kami kunjungi, menghadirkan semangat yang baru untuk menyongsong ikhtiar kami yang esok hari akan dimulai kembali.

====================================================
photo by : deddy
====================================================

selesai …


Responses

  1. lengkap sekali trip reportnya, bermanfaat buat yang mau libburan ke Bromo dan malang

  2. reportnya sangat menarik, jadi pingin jalan2

  3. foto2 nya bagus….

  4. Perjalanan yang sangat berkesan,,semoga kota malang akan semakin menarik buat wisatawan

  5. saya bener2 menikmati tulisan2anda tentang bromo ini..
    thanks for sharing mate

  6. Tulisan perjalanan yang sangat detail dan gamblang, seolah saya ikut liburan.hehehe

  7. Wouwww….pasarnya ga nahan tuh, makanannya mantab abisss

  8. Kota malang memang memiliki banyak tempat wisata.. wisatawan yg akan berlibur disana pasti ada juga yg kebingungan cari hotel murah di malang.. coba klik link berikut jika ada yg sedang mencari hotel di malang http://dparagon.com/hotel-murah-malang/

  9. Blh tau nomor tlp pa pri mungkin kalo adaa mbak saya akhir taun mau ada trip ke malang-bromo mungkin bsa membantu nanti .. trims


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: