Posted by: deddyek | May 31, 2013

Wisata Malang-Batu-Bromo (Bagian-8) : Memetik Buah di Kusuma Agro Wisata

Cerahnya pagi bersinarkan mentari yang hangat terasa begitu menyegarkan untuk segera melaksanakan aktifitas di luaran. Perpaduan putihnya awan dan birunya langit begitu serasi menaungi hijaunya alam yang membentang.

Laju roda kendaraan begitu lancar menyusuri jalanan demi jalanan di kota Batu. Tampilan sudut-sudut kota nan asri tersaji dari balik kaca jendela. Hingga tak terasa, laju kami sampai di pemberhentiannya.

Kusuma Agro Wisata, salah satu pelopor wisata agro di kota Batu dan juga salah satu ikon wisata dari kota Batu, menjadi spot wisata berikut yang hendak kami jelajahi.

Hadir di atas lahan seluas total 62 hektar, menjadikan obyek wisata yang didirikan pada tahun 1991 ini, selalu menjadi tujuan utama bagi para wisatawan. Dan untuk memberikan kemudahan kepada para wisatawan terutama yang berasal dari luar kota, dibangun pula di area tersebut sebuah hotel yang cukup representative. Namanya Kusuma Agrowisata Resort and Convention Hotel. Cocok banget untuk mereka yang hendak gathering bersama keluarga atau rekan-rekan kantor.

Seperti pagi itu, tatkala kami sampai di lokasi, terlihat beberapa rombongan wisatawan luar kota yang menginap di hotel tersebut.

Membeli Tiket Masuk Obyek Wisata

Untuk dapat menikmati wisata agro yang ada di spot ini, pengunjung harus membeli paket wisata yang ditawarkan. Ada Paket-1 seharga Rp. 55000 per orang serta Paket-2 seharga Rp. 70000 per orang. Kedua paket tersebut sebenarnya memiliki fasilitas yang sama yaitu Wisata Petik Apel/Jeruk/Strawberry + Wisata Petik Jambu. Yang membedakannya hanyalah makanan yang di dapat. Untuk Paket-1 cukup puding apel dan jus buah. Sedangkan untuk Paket-2 ada Nasi Goreng Apel/Bakmi Goreng dan Jus Buah. Cuma itu saja.

Kedua paket wisata tersebut dapat dibeli di sebuah tempat yang telah ditentukan yakni sebuah bangunan yang juga menjadi akses untuk memulai wisata.

Paket-1 menjadi pilihan kami berdua. Setelah membayar total Rp. 110,000 untuk berdua maka dua lembar tiket plus dua lembar kupon penukaran puding dan jus telah di tangan. Dan itu berarti .. saatnya mulai menjelajah.

**
     

Melalui sebuah pintu masuk berhiaskan replika apel hijau, wisata menjelajah kebun buahpun dimulai. Para pemandu terlihat berjejer menyambut para pengunjung. Setiap gelombang pengunjung apakah itu berkelompok atau berdua seperti kami atau bahkan sendirian, akan ditemani oleh seorang pemandu. Pemandu tersebut bertugas untuk memandu pengunjung dalam menyusuri rute wisata serta memberikan penjelasan atau informasi berkenaan dengan wisata agro yang tengah dijalani.

Ada dua alternatif yang dapat dipilih oleh pengunjung dalam berwisata di sini. Yang pertama dengan berjalan kaki dan yang kedua dengan menaiki kendaraan yang telah disediakan. Tarif untuk menggunakan fasilitas kendaraan wisata tersebut sebesar Rp. 10000 per orang.

Berhubung pagi itu semua kendaraan telah fully booked, maka kami memutuskan untuk jalan kaki saja. Lagi pula, semua rute wisata yang ada di obyek wisata cukup nyaman untuk dilalui. Semua jalannya telah dilapisi dengan paving-block.

**
     

Makan Apel Sepuasnya

Sebelum jauh kaki melangkah, kami dan para pengunjung lainnya diarahkan ke sebuah shelter. Ternyata di sanalah kegiatan menikmati apel berada. Kali ini, kami tidak bisa menikmati memetik apel dan memakannya langsung dari pohonnya. Hal itu dikarenakan periode panen dari buah apel telah lewat. Semetara buah-buah yang ada di kebun apel masih banyak yang belum matang.

Empat keranjang apel jenis ana terlihat di sana. Kami dan para pengunjung bergantian mengupas apel yang ada. Maklum pisaunya cuma satu, jadi mesti gantian.

**
     

Apel ana memiliki rasa yang manis dan asam serta kandungan air yang banyak. Begitu yang yang kami rasakan.

Meski judulnya makan apel sepuasnya, bagi kami ternyata dua buah apel saja sudah cukup mengenyangkan.

Green House Bunga

Tak jauh dari shelter tempat kami menikmati buah apel sebelumnya, terdapat sebuah shelter yang dinamai Green House Bunga.

Deretan tanaman dalam pot terlihat berderet di sana mulai dari aneka jenis tanaman bunga, kaktus hingga bonsai.

**
     
**
     
**
     

Tak ketinggalan pula bibit-bibit tanaman hadir dalam beragam kemasan mulai kecil hingga besar.

Semua yang tersaji di tempat ini boleh untuk dibawa pulang kok. Tentu saja setelah membelinya terlebih dahulu. Untuk urusan harga, standar-standar saja. Namun, untuk urusan membawanya perlu dipikirkan dulu supaya apa yang dibeli aman dan tidak rusak saat sampai di tujuan.

Memandang Hamparan Kebun Apel

Berhubung belum banyak buah apel yang matang di pohonnya, jadinya kami tak berkesempatan untuk memasuki kebun apel. Tapi memandangnya dari balik pagar sambil menatap hamparan kebun apel yang begitu luas juga sudah cukup menyenangkan bagi kami.

**
     
**
     
**
     

Kami terus melangkah menyusuri jalan yang membelah perkebunan apel. Terdapat dua varietas apel yang ditanam di sini yang kami sempat perhatikan yaitu Ana dan Manalagi.

**
     

Di sebagian dari pohon apel yang ada terlihat mulai berbuah. Dari yang masih muda hingga yang matang ada di sana. Namun, buah apel yang muda serta berukuran kecil terlihat yang paling mendominasi.

**
     
**
     

Ada hal yang menarik perhatian kami sepanjang perjalanan di area perkebunan apel ini yaitu mengenai bunga pohon apel yang tengah mekar. Itulah kali pertama kami melihatnya secara langsung. Warnanya yang putih bersih terlihat begitu anggun di padang mata.

**
     
**
     

Pabrik Kusuma Agro Industri

Dalam perjalanan kami menuju kebun jeruk, kami mendapati sebuah bangunan yang cukup besar. Bangunan tersebut merupakan pabrik yang memproduksi aneka olahan apel seperti minuman sari apel, brem apel, wingko apel, jenang apel dan selai apel. Semua produk tersebut cukup mudah dijumpai di sekitaran Malang – Batu dan menjadi salah satu jenis oleh-oleh yang sering dibeli oleh para wisatawan.

Memetik Buah Jeruk Keprok

Memetik buah adalah kegiatan utama dalam paket yang kami beli. Dan memetik buah jeruk menjadi yang pertama dalam kegiatan memetik ini.

Ada dua kebun jeruk yang rencananya akan kami masuki yaitu kebun jeruk keprok dan kebun jeruk medan atau jeruk baby.

Begitu memasuki kebun jeruk keprok kami disajikan hamparan pohon jeruk yang tumbuh dengan suburnya. Hampir semua buahnya telah berusia matang dan siap untuk dipetik. Sepanjang mata memandang, begitu mudahnya untuk mendapati buah tersebut.

**
     
**
     

Para pengunjung termasuk kami begitu antusias untuk memetik buah ini. Satu per satu kami memetiknya dengan menggunakan alat pemotong yang telah disediakan. Satu orang mendapat jatah tiga buah jeruk.

Selanjutnya kami kembali berjalan menuju Kebun Jeruk Medan atau Jeruk Baby.

Kebun Buah Naga

Dalam perjalanan menuju Kebun Jeruk Medan, kami melewati area di mana pohon buah naga tumbuh di dalamnya. Masing-masing dari tanaman tersebut dirambatkan pada tiang cor yang kuat sehingga terlihat begitu rapi.

**
     

Beberapa pohon terlihat mulai berbuah. Kebanyakan dari buah tersebut masih belum matang. Hanya satu dua buah saja yang sepertinya siap untuk dipetik.

**
     

Memetik Buah Jeruk Baby

Kami terus saja melangkah mengikuti pemandu wisata menyusuri jalan yang demikian terjaga kebersihannya. Tanaman buah yang tumbuh di kedua sisi jalan menjadi teman perjalanan yang menyejukkan bagi kami.

**
     

Entah telah berapa lama kami berjalan hingga kemudian sampailah kami di Kebun Buah Jeruk Baby. Di kebun tersebut terlihat begitu banyak pengunjung yang tengah mendatanginya. Suasana semarak begitu terasa dengan hadirnya tawa dan canda dari para pengunjung.

Aktifitas jual beli terlihat hadir mewarnai. Aneka produk olahan buah yang diproduksi serta buah-buahan segar yang baru dipetik dijajakan kepada para pengunjung.

**
     

Nuansa hijau hadir tatkala kami memasuki kebun tersebut. Di lahan yang cukup luas itu, tumbuh begitu banyak pohon jeruk yang sudah siap untuk dipetik buahnya. Para pengunjung termasuk kami berhamburan ke dalam kebun untuk memetik sendiri buah tersebut. Seperti sebelumnya, kali inipun dibatasi tiga buah yang boleh dipetik untuk setiap orang.

**
     
**
     

Kebun Strawberry

Puas memetik buah jeruk, kami langsung melanjutkan langkah kaki menuju spot berikutnya. Kali ini pemandangan yang kami dapati adalah berupa kebun strawberry.

Cukup luas juga kebun strawberry yang ada di tempat ini. Tanaman strawberry di tempat ditanam pada media kantong plastik dan ditata secara berundak.

**
     
**
     

Pagar kawat menjadi pemisah antara jalan yang kami lalui serta area kebun. Jadi kami hanya bisa memandanginya dari luar pagar.

Sangat sedikit sekali tanaman strawberry yang berbuah saat itu. Maklum masa panen telah lewat. Meski demikian masih bisa ditemui beberapa buah strawberry yang masih muda menempel di tangkainya.

**
     

Kebun Sayuran

Berikutnya kami menjumpai kebun sayuran. Sayuran kubis dan bayam merah terlihat segar tumbuh di sana.

**
     

Istirahat Sejenak di Alamanda Resto

Pemberhentian berikutnya adalah Alamanda Resto yang merupakan spot kuliner yang menjadi andalan dari obyek wisata ini. Bagi yang butuh energi, resto ini menyajikan beragam menu makanan dan minuman yang siap untuk disantap.

**
     
**
     

Nah karena kami tadi membeli paket-1, maka di sinilah tempat penukaran voucher puding dan jus buah.

Masing-masing dari kami mendapatkan satu cup jus buah jambu merah serta satu cup kecil puding jambu merah. Lumayanlah untuk menambah energi hehehe.

**
     

Untuk melengkapinya, kami kupas juga beberapa buah jeruk yang kami sempat petik sebelumnya. Segarnya …. meski asem-asem manis rasanya tetap saja nikmat di lidah. Mungkin, begitulah rasa buah yang dipetik langsung dari pohonnya.

Tak lama kami istirahat di sana, spot terakhir menjadi tujuan berikutnya yaitu Kebun Jambu Merah.

Memetik Buah Jambu Merah

Kebun ini menjadi lokasi terakhir yang hendak kami kunjungi. Pintu masuknya di samping gedung di mana kami membeli tiket sebelumnya.

Kami terus melangkah mengikuti petunjuk arah yang ada. Dan akhirnya sampailah di tujuan .. Kebun Jambu.

Lahan tempat di mana kebun jambu ditanam lokasinya berada di bawah jalan dan kontur tanahnya agak kurang teratur. Jadi mesti kami hati-hati untuk masuk dan jalan di pematangnya.

**
     
**
     

Kerimbunan jelas terlihat di sana. Begitu banyak buah jambu yang dihasilkan menjadikan pengunjung begitu mudah untuk memilih dan memetiknya.

**
     

Sama seperti sebelumnya, di sini kami juga hanya diperbolehkan untuk memetik tiga buah saja per orang.

Yah, tak apalah. Lumayan untuk bekal perjalanan wisata berikutnya.

********************************

Akhirnya usai sudah penjelajahan kami di Kusuma Agrowisata. Meski harus jalan kaki untuk menyusuri rute yang ada, namun sesuai dengan pengalaman yang kami dapati.

Sambil menenteng tas plastik berisi jambu dan jeruk yang kami petik sendiri tadi, perlahan melangkahlah kami menuju parkiran kendaraan. Dan sejenak kemudian, bergerak mobil yang kami naiki menuju spot wisata berikutnya.

====================================================
photo by : deddy
====================================================

bersambung …


Responses

  1. […] Selama dua jam lebih kami habiskan waktu tersebut menikmati jalan-jalan di obyek wisata agro terkenal di kota Batu. Detil perjalanan kami, bisa dibaca pada tautan ini. […]

  2. buka nya jam brp ya agrowisata? trus ada hotelnya nggak? brp tarif /malam? thanks

  3. semakin tahun wisata di batu malang perkembangannya sangat pesat…

  4. wisata kota batu malang memang luar biasa!

  5. Berarti bukan sepuasnya ya, namun dibatasi jumlanya.hehehe

  6. Jika ingin harga murah bisa di wisata petik apel sumber makmur, dekat selecta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: