Posted by: deddyek | May 28, 2013

Wisata Malang-Batu-Bromo (Bagian-6) : Dibalik Diorama Museum Satwa

Di kawasan Jatim Park 2 ini terdapat sebuah museum satwa berskala internasional. Sebagaimana Secret Zoo, Museum Satwa dibanguan sebagai wahana edukasi satwa. Beragam satwa yang diawetkan yang dikoleksi oleh museum ini diharapkan mampu memberikan tambahan pengetahuan bagi para pengunjungnya.

Dan sebagaimana pula Secret Zoo, museum yang dibuka untuk umum sejak 27 Desember 2009 ini selalu ramai oleh para pengunjung dan menjadi destinasi utama bagi wisata di kota Batu dan Malang.

Menempati lahan seluas 6.000 m2, museum ini dibangun begitu kokohnya. Tampilan eskterior dari bangunan yang bergaya Romawi menjadi magnet bagi para pengunjung untuk mendatanginya.

Untuk melengkapi keceriaan yang dirasakan oleh pengunjung, sebuah Ferris-Wheel yang cukup besar hadir di samping bangunan museum. Lumayan tinggi untuk dinaiki dan melihat-lihat tampilan kota Batu dari ketinggian.

**
     

Dan sore menjelang petang itu, kami berkesempatan untuk jalan-jalan di dalamnya.

Karena kami membeli tiket terusan, kami tidak perlu lagi membeli tiket untuk memasuki Museum ini. Cukup dengan menunjukkan gelang kertas yang ada, kami langsung dipersilahkan untuk masuk melalui pintu yang telah disediakan.

RUANG LOBBY

Ruang ini adalah bagian dalam museum pertama yang kami dan pengunjung dapati. Sebuah ruangan yang cukup besar yang seolah menjadi tampilan pembuka bagi para pengunjung sebelum memulai perjalanannya menikmati koleksi dari museum ini.

Sebuah sangkar raksasa hadir di sana lengkap dengan replika burung dan lingkungan habitatnya. Pengunjung diperkenankan masuk ke dalamnya melalui pintu sangkar yang terbuka untuk sekedar berphoto-photo.

RUANG KOLEKSI FOSIL SATWA PURBA

Tak ingin lama di ruang lobby, kami lantas melangkah ke ruang berikutnya. Nuansa biru temaram hadir menyelimuti ruangan ini. Di tengah-tengahnya terdapat tampilan fosil dua satwa raksasa yang pernah di hidup di jaman purba yaitu Stegosaurus yang ditemukan di Amerika Utara serta Tyranosaurus yang ditemukan di Amerika Selatan.

Kehadiran dua fosil satwa raksasa ini, pastinyamenjadikan museum ini memberikan kesan pertama yang megah kepada para pengunjungnya dan kian semangat untuk melanjutkan langkah menuju ruang-ruang koleksi berikutnya.

Dan, di keliling dari ruangan ini, dipajanglah diorama koleksi beragam satwa yang telah diawetkan seperti ostrich, blue wildebeest, black wildebeest, dall sheep, yellow mongoose, sable antelope, jaguar dan lain-lain.

**
     
**
     
**
     

RUANG KOLEKSI ANEKA JENIS SERANGGA

Di ruang ini kami disajikan koleksi begitu banyak serangga yang berasal di beberapa negara seperti Malaysia, China, Thailand, Madagaskar, dan lain-lain termasuk Indonesia.

Koleksi-koleksi tersebut diletakkan dalam diorama-diorama yang dipajang di sekeliling dinding. Selain itu ada juga diletakkan di ruang kaca lengkap dengan gambaran lingkungan habitatnya.

**
     
**
     

GALERI FOSIL

Langkah kami berlanjut hingga sampai di ruangan ini. Sesuai namanya, di sini terdapat begitu banyak koleksi fosil satwa yang ditampilkan, seperti Gajah Sumatera, Mammoth, dan lain-lain.

**
     

RUANG KOLEKSI SATWA AIR

Deretan diorama dan beberapa lemari kaca terlihat memenuhi dinding dan beberapa bagian dari ruangan ini. Beraneka jenis spesies dari satwa air seperti ikan, buaya, kerang, dan lain-lain yang sudah diawetkan ditampilkan dengan menarik. Seolah-olah satwa tersebut tengah berenang hidup di habitatnya.

**
     
**
     
**
     
**
     

RUANG KOLEKSI SATWA KUTUB

Sesuai namanya di ruangan ini dihadirkan koleksi satwa kutub yang telah diawetkan. Selain di dalam diorama-diorama yang dipajang di dinding, beberapa satwa seperti beruang kutub lengkap dengan gambaran habitatnya terlihat dipajang di tengah ruangan. Keren pokoknya.

**
     

RUANG KOLEKSI SATWA INDONESIA

Ruangan ini menjadi yang terakhir kami kunjungi. Di dalamnya terdapat begitu banyak koleksi satwa yang hidup di Indonesia. Semuanya ditampilkan dalam diorama-diorama dan diskeneriokan dalam interaksinya dengan habitat lingkungannya.

**
     
**
     
**
     

*****************************

Sebenarnya masih ada beberapa ruangan lagi yang ingin kami singgahi. Namun berhubung waktu sudah mendekati pukul 18:00 saat berakhirnya jam operasi dari museum ini, dan kondisi fisik kami yang mulai menurun, maka kami memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan kami menjelajahi isi dari Museum Satwa ini.

Gelap telah menyelimuti langit kota Batu. Pergerakkan pengunjung di Jatim Park 2 perlahan-lahan mulai berkurang. Bus-bus dan kendaraan pribadi satu per satu berangkat meninggalkan area parkirnya.

Kami berdua yang tengah kepayahan terduduk di salah satu perundakan yang ada di sana. Hembusan angin malam yang dingin mulai datang menghinggapi. Dan kamipun tak sabar untuk segera beranjak kembali ke hotel dan menghabiskan malam untuk beristirahat di sana.

Dan kami putuskan pula untuk melewatkan jalan-jalan ke Batu Night Spectacular demi memulihkan kondisi fisik yang kian kepayahan karena jadwal perjalanan ke beberapa obyek wisata berikutnya di hari-hari ke depan masih cukup banyak dan sayang untuk dilewatkan.

====================================================
photo by : deddy
====================================================

bersambung …


Responses

  1. Oh iya, untuk di jatim, ada wisata kawah ijen bluefire juga yang wajib dikunjungi karena di negara kita hanya satu2nya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: