Dua malam tiga hari kami telah berada di Bandung untuk menghabiskan hari libur dan melarikan diri sejenak dari kepenatan ibukota dengan segala aktifitasnya. Beberapa spot menarik yang menyajikan beragam atraksi, pemandangan dan kelezatan terasa belum cukup untuk memuaskan hasrat liburan. Masih amat banyak spot terutama luar kota Bandung yang belum sempat kami singgahi.

Seiring aktifitas dan perjalanan yang mengasyikkan, bergulirlah waktu begitu cepat. Dan tak terasa hari terakhir di Bandungpun tiba.
Read More…

Ahad pagi di kota Bandung terutama di sekitaran Dago merupakan suatu hal yang dinantikan baik oleh warganya atau pengunjungya. Suatu kegiatan mingguan yang kini telah menjadi salah satu even menarik dalam wisata kota Bandung. Car Free Day begitulah namanya. Hari bebas kendaraan yang menjadikan jalanan yang biasanya penuh dengan kendaraan menjadi sepi. Tapi sepinya itu berganti dengan ribuan orang yang tumpah ruah untuk berjalan kaki, berolahraga dan melakukan beragam aktifitas lainnya di sepanjang jalanan tersebut. Atas inisiasi Walikota Bandung, maka sejak Mei 2010 pada setiap ahad mulai pukul 06.00 s/d 10.00, jalanan Dago menjadi milik pejalan kaki atau beberapa pesepeda.
Read More…

Cihampelas dan Dago. Itulah dua tempat yang wajib dicantumkan dalam itenerary saat berkunjung ke kota Bandung. Bukan hanya sekedar dicantumkan, tapi mesti dikunjungi. Begitulah kiranya pesan dari kebanyakan traveller yang pernah atau sering bolak-balik ke Bandung.

Dan malam minggu itu, kamipun menjadikan kedua lokasi tersebut untuk menikmati kebersamaan.
Read More…

Hujan deras mengguyur kota Bandung pada Jum’at sore hingga malam. Rencana jalan-jalan ke kawasan F/O Dago terpaksa ditunda. Hingga selepas isya, hujanpun reda. Hanya gerimis-gerimis kecil yang masih turun tersisa.

Kami paksakan untuk tetap keluar demi makan malam. Berjalan kami menuju Simpang Dago. Setelah berkeliling sejenak, sebuah resto cepat saji kembali menjadi pilihan kami. Dinginnya malam kian merasuk, maka setelah selesai makan malam, segera saja kami kami kembali hotel. Kami mesti me-recharge tenaga sebelum besuk memulai perjalanan di kota Bandung dan sekitarnya.

Dago di pagi hari. Selepas sholat subuh dan juga menikmati sarapan pagi yang disediakan oleh pihak hotel, kami segera menyeberang jalan untuk memulai mewujudkan rencana hari itu.
Read More…

Sebuah ciri khas konsep tata bangunan kota pemerintahan peninggalan jaman kerajaan atau kesultanan dahulu adalah adanya suatu lapangan yang cukup luas yang berada di dekat kantor pemerintahan. Lapangan tersebut biasa disebut Alun-Alun. Di Jogja, alun-alun kidul menjadi tempat favorit warga Jogja pada waktu malam saja. Tapi di Bandung, alun-alun kotanya ramai setiap waktunya. Tidak pagi, siang ataupun malam. Terlebih-lebih di hari Jum’at. Karena lokasinya berdekatan dengan Masjid Raya Bandung, maka bisa dibayangkan bagaimana keramaian yang ada tatkala puluhan ribu orang yang akan atau telah selesai menunaikan sholat jum’at berkumpul di sana.
Read More…

Liburan awal April 2012 pun tiba. Kota Bandung menjadi tujuan diriku dan istri tercinta. Telah lama rasanya diriku tak berkunjung ke kota itu. Sedangkan istriku, inilah kali pertama ia akan mengunjunginya.

Telah jauh-jauh hari kami memesan tiket kereta api dengan tarif Rp. 80,000 per penumpang dan tentu saja penginapan untuk kami tinggal selama berada di sana. Maklum saja untuk saat liburan akhir pekan nan panjang, jika tidak pesan jauh-jauh hari, dijamin bakalan kehabisan tiket dan tentu saja bakalan tak dapat hotel di Bandung.

06 April 2012, pagi-pagi kami meninggalkan kediaman di Cilebut menuju Stasiun Gambir. Dengan menggunakan KRL Commuter Line Bogor – Jakarta Kota, sekitar satu jam kemudian sampailah kami di tujuan.
Read More…

Posted by: deddyek | May 7, 2012

Masjid Agung An Nur di Luwuk, Sulawesi Tengah

Terik matahari siang itu benar-benar membuat badan seakan tersengat oleh panasnya. Setelah melakukan perjalanan mulai pagi hingga lepas tengah hari, saatnyalah tiba untuk me-recharge ruhani. Waktu dzuhur telah tiba beberapa waktu yang lalu. Sebagai musafirun di kota Luwuk, kami putuskan siang itu untuk sholat di masjid terbesar yang ada di sana.

Masjid Agung An Nur, sebuah masjid yang menjadi ikon dari kota Luwuk. Di sanalah hari itu kami singgah untuk sholat dan melepaskan diri sejenak dari kesibukan siang itu.
Read More…

Posted by: deddyek | April 30, 2012

3 Days Trip : Jakarta – Luwuk (Part3)

Panas matahari menerpa kota Luwuk siang itu. Tiada sedikitpun mendung yang membantu sedikit untuk mengurangi teriknya. Waktu dzuhur telah masuk satu jam lalu. Kami putuskan untuk mencari masjid di kota tersebut. Masjid Agung Luwuk adalah pilihan kami.
Read More…

Posted by: deddyek | April 30, 2012

3 Days Trip : Jakarta – Luwuk (Part2)

Udara pagi begitu segar terasa. Seiring semangat yang mengumpul di dalam dada. Tuk menghadapi aktifitas dengan segera. Hidangan sarapan pagi telah kami nikmati dengan lahapnya. Segelas teh hangatpun begitu nikmat terasa. Melangkahkan kaki meninggalkan hotel, kami bersiap untuk memulai tugas yang menanti di depan mata.

Mobil yang kami sewa telah siap di halaman hotel. Bergegas kami segera masuk ke dalamnya. Tak lama kemudian, mobil tersebut bergerak meninggalkan hotel untuk menyusur jalanan menuju tujuan.
Read More…

Posted by: deddyek | April 30, 2012

3 Days Trip : Jakarta – Luwuk (Part1)

Pertengahan Pebruari 2012, setelah sekian lama tidak ada tugas keluar kota, akhirnya tugas itupun datang. Bersama seorang rekan kantor dan seorang rekan dari perusahaan lain, diriku berangkat menuju suatu kota yang berada di pesisir Selat Pelang. Suatu kota yang menjadi ibukota dari Kabupaten Banggai, Propinsi Sulawesi Tengah. Tujuan utama sebenarnya bukanlah ke kota itu, melainkan ke sebuah desa yang waktu tempuhnya memakan waktu satu jam dari Luwuk. Desa tersebut bernama Uso. Sebuah desa bersahaja yang kini menjadi begitu sibuknya karena adanya proyek DSLNG di sana. Ke lokasi proyek itulah, tujuan kami bertiga ke sana.
Read More…

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.